Perjuangan Cinta Tuan Mafia

Perjuangan Cinta Tuan Mafia
Part 26


__ADS_3

Di tengah Aurora sedang menginterogasi Camella, Rhadika datang dan melihat Bagaimana seorang Camella yang biasanya berdandan cantik dan berpakaian cantik itu kini sedang memegang sebuah alat pembersih.


Tapi dari yang di lihat Rhadika, wanita itu sama sekali tidak merasa malu atau semacamnya seperti wanita cantik lainnya. Karena biasanya para wanita akan berlomba lomba untuk tampil cantik di depannya.


Namun Radhika tidak ambil pusing . Dia yakin bahwa putrinya itu tidak akan melakukan hal bodoh yang memperberat wanita itu yang akan membuat Ella tidak betah di mansion.


"Dad kau sudah pulang?" Kehadiran Radika mengalihkan perhatiannya yang sebelumnya berpusat pada Camella. Tentu saja Camella sangat senang karena dia tidak perlu adu mulut lagi dengan Aurora.


"Ya, aku baru pulang. Di mana adikmu Shine?" Radhika hanya melihat sebentar ke arah Camella begitu juga dengan Ella, dia melihat ke arah Radika, pandangan mereka saling bertemu namun acuh satu sama lain.


Terutama Camella, Radika bisa melihat betapa wanita itu terlihat seperti memiliki dendam kepadanya.


"Shine ada di kamarnya Dad, dia sedang mengerjakan program yang sudah hampir selesai." Cara berbicara Aurora begitu jauh ketika berbicara dengan Camella, dingin dan tidak ada rasa kasihan.

__ADS_1


"Baiklah. Dad akan menemuinya." Camella yang membersihkan tangga jalan menuju ke kamar Shine hanya di lewati begitu saja oleh Rhadika. Namun Rhadika bisa melihat bibir Camella terlihat berceloteh terus ketika Rora berbicara dengannya tadi.


Aurora kembali lagi dan menghampiri Camella. "Tugas mu sudah selesai, tapi jangan berharap ini pertama dan terakhir kalinya kau ku berikan pekerjaan ringan. Sekarang temui adik ku Shine!" perintah Aurora, setelah itu dan pergi dan menuju kamarnya.


"Ringan? Berikanlah aku kesabaran pencipta bumi," batin wanita itu. Camella menarik napasnya dalam. Dia merasa aman ketika Rora tidak menanyakan tentang dia yang menangis. Jika saja sampai di tanya, mungkin dirinya tidak akan bisa menghindar.


Gadis itu bukanlah wanita yang mudah untuk di tipu, terutama tabiat seperti Rora.


Satu yang tidak di ketahui oleh Ella bahwa dirinya di pantau oleh Rora di balik tembok sana. Tentu saja Rora akan mencari tahu juga apa yang membuat wanita itu menangis di depan foto dad dan mommy nya.


Satu, Ella adalah sahabat dekat mommy nya dan satu lagi Ella menyukai dad nya.


"Apa sebenarnya yang di lakukan wanita itu. Apa dia ingin melakukan sesuatu? Atau dia menyembunyikan sesuatu? Tapi dia adalah teman mommy Ros dulu, tidak mungkin berteman dengan orang yang salah?" batin Rora di balik tembok.

__ADS_1


Ella menyimpan seluruh peralatan yang sudah di gunakan sejak tadi. Dia juga harus segera menemui Shine, pewaris kerajaan Browns.


Rhadika yang sudah sampai di depan pintu kamar Shine mengetik pintu. Setelah mendengar suara kecil dari dalam pertanda sudah membiarkannya masuk, dia tampak memasuki ruangan.


Rhadika tampak memasuki kamar Shine dan di sambut tidak baik oleh Shine. "Apa ada yang salah?" tanya Rhadika ketika melihat wajah shine yang tidak bersahabat.


Namun pertanyaan itu sama sekali tidak dijawab dan tidak ditanggapi oleh Shine. Anak itu tampak serius dengan iPad mini yang berada di tangannya


Radhika yang merasa diabaikan tentu merasa marah. "Setidaknya jika Daddy mau bertanya jawab! Apa kau tidak menghargai ku?"


Lagi-lagi Shine tetap fokus pada iPad mini yang berada di tangannya. Dia sama sekali tidak terganggu dengan suara bentakan dari Dad nya.


Tidak ada yang tau apa alasan Shine kembali bersikap dingin seperti pertama kali melihat dirinya.

__ADS_1


jangan lupa like nya 😊


Horas ✋


__ADS_2