
"Kak Anderson?" tanya Rosa dengan terkejut ketika mendengar suara pria di bawah nya sekali lagi.
"Anderson...Anderson... Cepat lepas kan tangan ku Rosaline. Kau membuat tangan ku patah," ujar Anderson dengan marah.
Anderson merasa kan kepala nya ingin pecah, belum lagi punggung nya terasa ngilu karena tendangan adik nya, di tambah tangan nya yang hampir patah. Dia mulai bangkit berdiri dan duduk di di ranjang dengan wajah pias nya.
Ros melihat Kakak nya babak belur begini menjadi merasa bersalah. Sebenar nya itu bukan salah dia, dia hanya menjaga diri bukan?
Tidak mungkin setelah kita mengetahui posisi kita sedang di culik kita tetap diam begitu saja dan bersikap lembut bukan? Dan itu lah yang di laku kan oleh Ros.
"Rosaline, memang kau dulu adalah bawahan ku, tapi sekarang aku adalah kakak mu. Mana mungkin seorang adik bahkan wanita seperti mu memikuli ku, sial. Harhad diri ku sudah terjun bebas," ucap Anderson menatap tajam adik nya.
"Yah, aku tidak tau kalau Kakak yang menculik ku, siap suruh. Kakak juga lemah, apa boleh buat?" ejek Ros dengan santai sambil melipat tangan nya.
Namu sesaat Ros sadar.
"Kenapa kakak menculik ku dengan cara tidak elegan? CK, murahan. Setidak nya jika sudah memiliki rumah sakit, gaya nya sedikit berbeda," ucap Ros.
Anderson melihat wajah Ros yang sama sekali tidak merasa bersalah. Dia sedang merasa kan sakit tapi pelaku nya entah bagaimana sekarang, tidak ada rasa bersalah sedikit pun.
"Kau, apa setidak nya tidak merasa bersalah atau memijat kepala ku?" tanya Anderson marah sambil memijat kepala nya.
"Tidak sedikit pun, maaf Tuan tangan Ku terlalu mahal untuk menyembuh kan luka seorang dokter," ejek Ros lagi.
Dia mengeluar kan lidah nya ke pada Anderson. "Kau pikir kau akan aman kali ini? Aku sudah susah payah menculik mu dan kau bebas seperti ini? Aku kan membalas perbuatan suami mu pada ku kala itu," ucap Anderson.
Wajah nya yang tadi merasa kan sakit tiba-tiba tersenyum licik. "Kamu tidak berpikir akan mudah bebas bukan?" tanya Anderson sambil menarik kan kaki nya sebelah. Kini wajah nya berubah serius.
Ros yang mendengar membalas perbuatan suami nya kala itu berbalik dan menatap wajah Anderson yang serius.
Ros juga mengingat perbuatan suami nya yang hampir membunuh Kakak nya Anderson.
Ros menjadi waspada.
"Putra mu juga sedang berada di tangan Ki, tapi tenang saja. Aku akan memulai nya dari diri mu?" ucap Anderson.
"Di mana putra ku?" tanya Ros dengan dingin
"Hahaha, Nona tenang dulu. Apa kau tidak bertahan terlebih dahulu bagaimana aku mengetahui identitas asli mu?" tanya Anderson tersenyum remeh.
"Jangan bermain-main dengan ku Anderson," teriak Ros dengan wajah garang nya.
"Aku sudah mengetahui identitas mu, sehari sebelum aku mengoperasi wajah cantik mu. Yah, dan dengan kehadiran mu sekarang aku akan mendapat kan keuntungan dari suami kurang ajar mu itu," ucap Anderson.
Ros tidak kaget lagi mendengar itu, tidak mungkin bukan Anderson tidak mengenal wajah nya, sedangkan saat dia Kana di bunuh Ros datang menolong nya dan akan membalas Budi ke pada nya, yah Ros sudah tau itu.
"Jangan...jangan...aku mohon jangan!" ucap Ros terkesan sedih.
Lalu wajah nya kembali santai seperti semula.
"Mansion besar juga kak, bagaimana kau sendiri betah tinggal di sini," ucap Ros lagi sambil berjalan keluar.
"Dasar wanita, tidak bisa kah kau waspada pada ku. Sudah ku kata kan aku akan balas dendam. Tapi aku malah dengan santai nya menjawab ku," ucap Anderson ikut bangkit berdiri.
"Candaan mu tidak berkualitas Kak, membalas dendam? Kenapa tidak sejak dari dulu. Kau harus pintar sedikit, dan setidak nya..." Ros maju dan memegang lengan kakak nya.
__ADS_1
"Setidak nya ini jangan hanya pintar membedah, tapi juga memukuli orang. Kalah dengan wanita, memalu kan!" ucap Ros berjalan cepat menghindari amu kan Kakak nya.
"Rosaline... Aku akan menghabisi mu," teriak Anderson menggelegar di mansion itu sambil mengejar Ros.
Zevano, Zarich yang bermain bersama dengan cucu nya kaget mendengar suara itu.
"CK, anak itu dengan siapa pun selalu bermasalah," ucap Zarich menggeleng ka. kepala nya.
Saat Ros berlari, tiba-tiba pintu di samping nya terbuka dan menampak kan wajah seorang wanita yang galak menatap marah ke arah Anderson. Di lihat dari wajah nya, seperti wanita di depan nya baru bangun dari hibernasi nya alias dari tidur nya.
"Bisakah kau tidak mengganggu tidur ku sebentar saja? Jangan sampai aku membanting mu" ucap wanita itu dengan dingin.
Anderson berhenti di tempat nya.
Tatapan wanita itu kini beralih ke arah Rosaline, "kau juga berani... ," ucapan wanita itu berhenti. Ros merasa negeri melihat tatapan wanita itu.
"Ka...kakak ipar?" ucap wanita itu langsung melompat ke dalam pelu kan Ros.
Ros merasa risih ketika di pelu oleh orang yang belum di kenal nya, namun tidak enak melepas kan pelulan itu. Ros melihat ke arah kakak nya seakan bertanya ," ini siapa,.kok sksd," kira-kira begitu lah Anderson melihat tatapan Rosaline.
"Kita ke bawah saja, seseorang di sana akan menjelas kan semua nya ke pada mu," ucap Max.
"Oh iya Kakak ipar, nama ku Beauty Browns," ucap wanita yang memeluk Ros tadi sambil berjalan.
"Nama nya sangat terbalik dengan wajah jelek nya yang tidak laku-laku," ucap Anderson tertawa terbahak-bahak. Beauty hanyan menatap tajam Anderson.
"Browns? Bukan kah hanya Clasy adik dari suami ku? Kenapa ada wanita lain lagi?" tanya Ros dalam hati nya.
Serentak tiga orang turun dari tangga, Shine yang tadi nya asik bermain bersama para tetua itu langsung berlari memeluk Ros.
Zevano juga berdiri dan memeluk putri nya.
"Kenapa menyembunyi kan identitas mu hah, putri ku tersayang," ucap Zevano memeluk Rosaline.
Namu perhatian Ros sejak tadi adalah pria yang seumuran dengan Ayah nya.
"CK, bisa kalian lepas kan menantu ku? Dia sedang bingung melihat wajah ku yang sangat mirip dengan suami bodoh nya," ucap Zarich yang tetap duduk di sofa.
"Mom, di adalah opa. Ayah nya Dad," ujar Shine.
Zarich yang awal nya ingin memberi kan kejutan justru di rusak oleh ponakan kecil nya. "Cucu opa..
Kau merusak segala nya," ucap Zarich dengan wajah tak terima nya.
"Beauty bawa ponakan mu melihat mansion!" perintah Zarich. Beauty hanya mengangguk kan kepala nya dan melihat malas ke arah Shine.
Hal itu membuat Ros tidak nyaman menitip kan putra nya pada Beauty karena tidak yakin dengan wajah wanita itu yang seperti nya tidak suka melihat Shine.
"Tenang saja nak, mereka berdua memang seperti itu. Tapi hanya di awal saja," ucap Zevano.
Beauty memang sangat menyukai Shine, tapi selalu saja ada permasalahn di antara ke dua nya, namun itu hanya berlangsung sementara. Akhir nya Ros membiar kan Shine pergi bersama beauty.
"Bagaimana?" tanya Rosa melihat semua orang yang ada di sana.
"Seperti yang kau dengar, aku adalah ayah suami mu. Cerita nya panjang. Saat i i yang terpenting, ada sesuatu yang harus Ayah tunjuk kan pada mu!" ucap Zarich memperlihat kan sebuah Vidio.
__ADS_1
Akhir nya Ros mengetahui detail kejadian itu, Zevano, Zarich dan Anderson memilih untuk menyingkir dari sana karena itu adalah urusan pribadi yang tidak pantas di ketahui oleh mereka.
Ros memperhati kan detail kejadian itu, dia menutup mulut nya ketika melihat diri nya di bawa oleh seorang pria bahkan dia merusak baju nya sendiri.
Dia mempause kan Vidio itu. "Ayah, aku...aku...aku apa aku sudah di nodai orang lain?" tanya Ros terbata-bata, pikiran nya sudah liar kemana-mana. Ternyata diri nya lebih kotor dari sang suami. Dia mulai sedih dan
"Tonton dulu sampai Habis, percuma pintar tapi tidak berotak," ucap Anderson mengejek Ros yang sudah mulai terlihat mengeluar kan air mata.
Ros yang mendengar itu menatap tajam kakak nya. "Aku ingin di bujuk kak, bukan di katakan tak berotak," kesal Ros melanjut kan Vidio itu.
Zarich dan Zevano hanya menggeleng kan kepala nya melihat anak muda di depan nya.
"Siapa pria ini?" tanya Ros.
"Dia adlah Orion, yang mengajak mu berdansa di pesta waktu itu. Dia sekarang berada di tangan ku," jawab Anderson lagi dengan sombong di depan adik nya itu.
Ros kemudian melanjut kan Vidio diri nya yang di bawa masuk oleh Orion ke dalam kamar. Namun sesaat kemudian, terlihat dia orang pria berseragam serba hitam masuk dan menyeret tubuh Orion yang sudah lemas tak berdaya.
Begitu juga dari kamar sebelah, nampak beberapa pria memapah Rhadika dan membawa pria itu ke dalam kamar nya.
Kemudian Ros melihat pagi hari yang cerah, seorang pria dan wanita berseragam pria memasuki kamar itu. Mereka mengguna kan seperti kacamata hitam di mata mereka. Pria itu memapah Rhadika dengan balutan selimut dan wanita satu lagi membawa sprei milik Ros.
Entah dari mana satu orang pria lagi, Ros melihat dua orang pria dan satu orang wanita keluar dari sana. "Kenapa bertambah?" batin Ros.
Yang terpenting Ros mengetahui bukan suami nya yang bermalam dengan Rosa, dan foto itu hanya diambil setelah Dika di pindah kan ke sana.
"Jika kau ingin mengetahui apa yang terjadi di kamar itu, Daddy punya Vidio nya," ucap Zarich ke pada menantu nya.
Wajah Ros tiba-tiba memerah, "tidak...tidak usah Dad, ini saja sudah cukup. Beri kan saja flashdisk nya," ucap Ros menahan malu.
Zarich dan Zevano tertawa melihat wajah malu Rosa.
"Bagaimana dengan suami ku, aku sudah kabur dari mansion tanpa mendengar jawaban nya, pada hal dia sudah meminga Ju untuk mendengar penjelasan nya," ucap Ros.
"Yah, dia harua mencari mu! Daddy selalu memperingat kan nya di segala situasi yang sulit, bahkan setiap saat. Tapi dia sangat bodoh," ejek Zarich pada anak nya sendiri.
"Bagiamana jika wanita itu memanfaat kan suami ku?" tanya Ros lagi.
"Jika suami mu masih bodoh, apa boleh buat?" jawab Anderson.
"Apa kau tau siapa wanita itu nak?" tanya Zevano. Ros menggeleng, dia hanya tau bahwa dia adalah sekertaris dari perusahaan Jacob Coorperation.
"Dia adalah wanita berbahaya, kau harus berhati-hati dengan nya! Tujuan dia mendekati suami mu adalah untuk menghancur kan keluarga mu, bahkan jika dia tau Rosaline masih hidup, dia akan memburu mu!" jelas Zarich.
"Siapa dia Dad?" tanya Rosaline penasaran. Zarich sudah bersiap akan menjelas kan segala sesuatu nya. Ada seorang Pengawal yang membawa beberapa dokumen.
"Wanita adalah orang yang pernah ingin di bunuh oleh suami mu, nama nya adalah...," Zarich menjeda ucapan nya dan menatap Ros. Ros Semakin di buat penasaran.
"Se....,"
"Ternyata kau di sini Baby. Seperti nya kau nyaman bersam dengan pria-pria bau tanah ini." Seorang pria berperawa kan tinggi nampak menjulang tinggi di belakang Ros. Wanita itu tersentak mendengar suara itu.
Jangan lupa like nya 😊👍👍
Horas ✋✋✋
__ADS_1