
Sampai saat ini Wesly si pria tua belum mendapat kan kabar tentang Thomas. Dia sangat menyayang kan jika anak itu sudah tiada. Memang benar dilihat dari rekaman CCTV bahwa Thomas berhasil lolos dari leda kan itu, tapi sayang nya anggota dari musuh mengejar Thomas dan sisa anggota nya. Sejak itu tidak ada lagi kabar yang di terima nya.
Asisten nya juga saat ini hilang tanpa kabar. Bahkan tidak ada lagi yang tersisa yang bisa dia andal kan untuk rencana berikut nya. Terlebih lagi markas besar nya sudah mulai tercium oleh musuh.
Dia sendiri, seorang pria yang sudah tua harus memikir kan sendiri nasib klan nya dan juga rumah nya saat ini. Dia menggerak kan kursi rodanya ke arah balkon kamar nya.
Dengan susah payah dengan jarak yang sangat jauh dia berusaha menuju kamar nya tanpa bantuan siapa pun.
Dia melihat pemandangan hutan yang sangat rimbun dari balkon itu. Tapi, meski pun markas mereka di tengah hutan bukan berarti informasi di kita dan umum mereka tidak tau.
Wesly terlihat merenung sambil memikir kan sesuatu. Itulah seorang ketua mafia yang tidak memiliki keturunan yang jelas. Tidak akan ada yang akan melanjut kan klan itu. Terlebih lagi Wesly saat ini tidak memiliki orang kepercayaan yang bisa di andal kan.
Lama berdiam diri di sana, Wesly terlihat tersenyum smirk. Lama kelamaan dia menjadi tertawa sendiri seperti orang bodoh. Kemudian mata nya menatap tajam ke depan. Dia membalik kan kursi roda nya dan meninggal kan arah balkon. Entah apa yang di pikirkan Wesly si pria tua itu.
**
Ella yang merasakan ada sesuatu yang bergerak di bibir nya perlahan bangun dari tidur nya. Namun merasakan tidak ada lagi yang menggangu diri nya dia tidur kembali. Dia sudah sadar , namun memilih tidur kembali.
Pagi hari nya dia bangun dan langsung terduduk. "CK, konyol sekali, kenapa aku bermimpi di cium oleh pria mesum itu. Sial, bahkan ciuman itu sangat menggoda,' seru Ella bangun dari tempat tidur. Dia harus mengurus putra nya dan bayi besar nya yang akan bekerja.
Begitu juga dengan Shine, dia sejak tadi sudah bangun dari tempat tidur nya. Tapi, saat dia bangun tadi, dia menemu selembar kertas yang berisi tulisan yang di tempel kan di samping tempat tidur nya.
Setelah dia membaca isi nya, dia langsung mengambil ponsel nya dan menelepon si penulis surat. Setelah mendengar penjelasan singkat dan padat nya, Shine beranjak dari ranjang menuju kamar mandi.
Yah, si kecil sudah mandiri dan bisa melaku kan kegiatan bersih-bersih pagi sendiri.
Ella yang sudah selesai membersih kan kamar pergi menuju dapur untuk memberi kan request masakan ke pada paman Vill. Kebiasaan itu tidak berubah, sampai saat ini Ella belum tau memasak.
__ADS_1
Dia sudah pernah mencoba saat tinggal bersama dengan Clasy. Namun hasil nya Deri waktu ke waktu selalu sama, masakan itu tidak berada sama sekali dan itu membuat nya muak untuk menjadi seorang ibu rumah tangga yang pandai memasak.
Kali ini Ella memberi kan request yang simpel pada pihak dapur karena dia tidak suka makanan berat hari ini. Dia memesan makanan khas ala spanyol yang sudah umum di sana. Croquetas de pollo adalah sarapan pagi yang di request oleh Ella.
Croquetas de pollo adalah makanan khas Spanyol berupa kroket ayam. Hidangan ini terbuat dari saus béchamel yang sangat kental dan potongan daging, biasanya daging ham atau ayam. Tekstur renyah di luar dan lembut di dalam. Croquetas de pollo biasanya disajikan sebagai makanan pesta.
Setelah memberi kan request an, Ella pergi ke kamar Shine. Secara sekilas, Ella juga melihat ke kamar Rhadika yang sama sekali tidak ada pergera kan. Biasa nya pria itu sudah bangun dan akan pergi ke kantor.
Namun kali ini Ella sama sekali tidak melihat ada nya pergera kan. Ella berpikir akan membangun kan pria itu, namun berpikir lebih jauh, siapa diri nya bagi pria itu. Dia terus berjalan lurus ke arah kamar Shine.
"Shine, waktu nya sarapan pagi," seru Ella dari arah luar. Menunggu beberapa menit tidak ada sahutan, tiba-tiba pintu kamar Shine sudah terbuka dan menampak kan Shine yang masih mengguna kau singlet nya saja.
"Mom, aku ingin memakai baju berwarna hari ini," seru Shine. Ella langsung mengerti akan permintaan anak kecil itu. Dia langsung masuk dan menuju lemari Shine. Ella memilih kan baju berwarna berlogo Batman di bagian depan baju itu. Shine dengan patuh di pakai kan baju nya oleh mommy nya.
Setelah itu Ella dan Shine turun ke ruang makan, namun pintu kamar Rhadika juga belum terbuka.
"Ke mana dia," batin Ella.
"Shine, kenapa daddy mu belum turun? Bukan kah seharus nya dia bekerja hari ini? Ini sudah lewat jam makan biasa nya," Ella mulai buka suara.
"I don't no mom, Shine sudah lapar, apa boleh Shine makan terlebih dahulu?" tanya Shine memegang perut kecil nya. Dia pura-pura tidak tau di mana daddy nya. Ella dengan telaten menyiapa kan makanan Shine terlebih dahulu.
"Makan lah nak, Mommy akan ke. kamar Daddy dulu," seru Ella beranjak dari duduk nya.
Shine tersenyum tipis. "Sepert nya mommy sudah mulai menyukai daddy," batin Shine sambil makan.
Ella mengetuk pintu dari luar namun tidak ada sahutan sekali pun. Tidak ada pilihan lain selain masuk tanpa ijin. Dia mengedar kan pandangan nya ke sekitar kamar namun tidak menemu kan siapa pun. Dia menjamah ranjang Rhadika, sudah dingin.
__ADS_1
"Apa dia sudah pergi bekerja?" tanya Ella pada diri nya sendiri. Kemudian dia berjalan ke arah kamar mandi, kosong begitu juga dengan walk in closet tetap kosong juga.
Ella keluar dengan perasaan kosong di sana. Dia seperti merasa kan sesuatu akan terjadi, namun entah apa lah. Ella pergi menuju kamar nya, dia mengambil ponsel nya hendak menelepon Rhadika, namun niat nya tidak sampai ujung tanduk hanya sebatas pertengahan saja.
"Dia akan pulang malam nanti bukan? Sungguh berlebihan," batin Ella menutup ponsel nya. Dia pergi ke meja makan di mana ada Shine di sana yang sedang makan.
Shine melihat ke arah Ella seakan bertanya di mana daddy nya dan kenapa tidak datang bersama dengan Ella.
"Seperti nya Daddy mu sudah pergi bekerja subuh tadi," seru Ella duduk dan mengambil makanan nya sendiri. Shine hanya mengangguk mendengar pernyataan salah mommy nya.
**
Selama perjalanan Rhadika terus saja berkutat dengan laptop nya. Dia saat ini sedang berusaha untuk membobol kunci identitas Ella yang sebenar nya. Pertahanan identitas Ella begitu tinggi dan di lindungi secara berlapis. Hampir selesai, namun pesawat yang di tumpangi nya sudah lepas landas.
Dia sudah menguras begitu banyak tenaga dan pikiran nya hanya untuk menembus pertahanan orang yang melindungi identitas Ella. Tinggal menunggu loading saja, informasi itu akan tertera sebentar lagi. Namun dia sebagai pemimpin tidak boleh mencampur kan urusan pribadi di tengah urusan klan.
Pesawat lepas landas dan aneh nya ada orang yang mengguna kan mobil mengikuti arah lepas landas pesawat. Namun setelah pesawat berhenti, mobil itu segera pergi meninggal kan pesawat yang di tumpangi Rhadika.
Saat turun dari pesawat, Rhadika mengamati ke adaan sekitar dari pintu pesawat terutama mobil yang sudah menjauh dari pesawat itu.
Seseorang di sekitar bandara itu tersenyum tipis melihat siapa yang sedang berdiri di pintu pesawat itu. Dia melihat tombol yang ada di tangan nya.
"Good bye, sialan," ucap nya. Bersamaan dengan itu,
BOM
Pesawat yang sedang di tempati Rhadika melihat pandangan sekitar meledak hebat.
__ADS_1
Jangan lupa like nya 😊👍👍
Horas ✋✋✋