
Pagi hari nya, Ella terbangun karena malam telah diganti kan lagi yang cerah. Ella menggeliat pelan, tapi dia merasa kan perut nya sangat berat.
Ella juga mencium aroma yang sangat familiar. Sebentar Ella sadar, dia tau itu bau siapa. Spontan Ella menoleh ke arah samping. Dan benar tebakan nya, suami nya ada di sana.
Ella melihat ke arah cahaya matahari.
"Cerah, se cerah wajah mu Sayang," ucap Ella sambil mengusap rahang tegas suami nya. Melihat pria yang memeluk nya melaku kan pergera kan, Ella langsung berpura-pura tidur.
Rhadika tersenyum dalam hati, sejak tadi Rhadika sudah bangun tapi berpura-pura untuk tidur lagi.
"Baby bangun!" ucap Rhadika.
Dia berpura-pura bangun dan menguap.
Ella berpura-pura menggeliat dan bangun dari pelukan Rhadika.
"Kenapa aku di kamar mu?" tanya Ella membuat percakapan untuk mengurangi kejanggalan yang di antara mereka.
"Semalam kau tidur di mobil, aku menggendong mu," jawab Rhadika.
"Ah, aku lupa. Mmmm, aku harus menyiap kan makanan Shine. Aku harus pergi!" ucap Ella.
"Jangan lupa Baby, kau harus selalu memanggil ku Sayang di mana pun dan kapan pun," ucap Rhadika.
Ella hanya berhenti sebentar, dan kemudian berlari meninggal kan kamar utama itu. Dia sungguh malu jika harus mengata kan itu, pada hal sebenar nya sudah biasa.
Rhadika bersiap-siap untuk pergi ke kantor hari ini. Dia akan bekerja sendiri tanpa bantuan asisten sekaligus sekertaris nya karena pria itu sedang ada urusan di luar kota.
Max akan kembali di sore hari, sedang kan acara akan dia ada kan pada malam hari, jadi dia harus benar-benar ekstra untuk menyelesai kan tugas perusahaan hari ini. Tanpa di bantu oleh siapa pun Rhadika selesai mengguna kan jas formal nya.
Dia turun ke bawah, dia tersenyum melihat Ella dan Rhadika sedang bercanda tawa di meja makan bersama dengan Shine putra mereka.
Dika mengingat ucapan Max bahwa dia harus membawa pasangan. Sebuah ide licik muncul di otak pria mafia itu.
Dia turun dengan lamban dan memasang wajah tak bersahabat. Dia duduk dengan kasar tanpa menyapa Shine mau pun Ella.
Anak kecil itu tentu saja merasa ada yang salah, bias nya Daddy nya akan menyapa setidak nya salah satu di antara mereka.
"Apa ada masalah Dad?" tanya Shine ke Daddy nya. Mereka semua menunda acara makan karena rasa khwatir Shine. Rhadika tetap diam, "jika ada beritahu shine Dad, siapa tau Shine bisa membantu," ucap Shine.
Ella juga penasaran ada apa dengan wajah lesu Rhadika. "Tadi pagi baik-baik saja," batin Ella Hera. melihat Rhadika yang tiba-tiba bad mood.
"Tonight Dad harus ke sebuah acara pesta ta...," ucapan Rhadika terpotong Karana ulah si kecil yang suka memotong ucapan orang sama seperti mommy nya
"Aku mengizin kan nya Dad, jangan sungkan. Shine tidak keberatan sama sekali," jawab Shine dengan mata bulat cerah dan bening nya.
"Tunggu dulu Son, Dad belum selesai."
"Lanjut kan!"
Rhadika menghela napas mendengar nada perintah anak itu.
"Daddy tidak punya pasangan, Dad mengajak mommy mu tapi dia tidak mau. Terpaksa dad harus mencari wanita lain," ucap Rhadika.
Shine mengalih kan pandangan nya ke arah Ella. Dia juga syok mendengar Rhadika mengata kan itu. "Aku?" tunjuk Ea pada diri nya sendiri.
"Mom, benar kah. Apa Mommy tidak ingin ke pesta bersama Daddy?" tanya Shien juga terlihat lesu.
"Shine, Mommy tidak di ajak Dady mu sama sekali," jawab Ella dengan bingung. Dia memang merasa tidak pernah di ajak sama sekali.
"Lihat Shine, Mommy mu berpura-pura agar menolak daddy secara halus," ucap Rhadika. Karna dia tahu wanita itu tidak suka keramaian apa lagi pesta bisnis.
"Baiklah, cukup-cukup. Jadi jika dad mengajak mommy apa kah mommy akan mau pergi?" tanya Shine.
Mendengar itu Ella menjadi bingung. Jika menolak tentu saja Shine akan marah, terpaksa Ella mengangguk menyetujui pertanyaan Shine.
"Sudah Dad, Mommy mau. Dad tidak perlu mencari wanita lain sebagai pasangan Daddy," ucap Shine. Dia juga awal nya tidak setuju jika dad nya bersama wanita lain, karena itu akan mengancam posisi Ella sebagai Mommy nya.
"Ternyata kau bisa di andal kan anak kecil," batin Rhadika.
"Baiklah Baby, aku pergi," ucap Rhadika.
"Ingat Sayang Baby!" perintah Dika dengan berbisik.
Shine juga menatap kemesraan Dad dan Mommy nya. Seakan menunggu apa yang akan terjadi, pandangan Shine berpusat pada Ella.
"Baik Sa..Sayang," Jawab Ella juga tersenyum manis. Hal itu sukses membuat Rhadika berbunga-bunga. Shine juga tersenyum ceria di sana melihat ke romantisan mom dan dad nya.
Rhadika kini akan memimpin rapat penting hari ini. Dia memimpin rapat sendiri tanpa kehadiran Max. Kali ini dia tetap seperti biasa, tidak melaku kan presentasi seperti biasa untuk menarik perhatian klien.
Max sudah mempresentasi kan proyek yang akan mereka jalan kan melalui sebuah Vidio.
Ruangan itu bgitu hening, karena semua orang dalam keheningan dan serius dalam memperhati kan Vidio presentase yang ada di sana.
Setelah dari pihak Rhadika menyelesai kan Vidio presentase, kini giliran dari pihak partner perusahaan yaitu Jacob Coorperation.
Sang sekertaris dengan lihai menjelas kan strategi perusahaan mereka agar berhasil dari proyek ini. Keuntu pun di bagi dua dan lebih condong ke perusahaan Rhadika.
Melihat presentase dari sekertaris itu Rhadika mengangguk melihat ke profesionalan sang wanita.
Rhadika juga sakit, baru kali ini seorang sekertaris dari satu perusahaan yang bekerjasama dengan nya memiliki sekertaris yang profesional. Pakaian tertutup dari sekertaris itu membuat Rhadika semakin salut.
Biasa nya apa pun akan di laku kan pihak partner untuk menghasut nya termasuk menawar kan tubuh si sekertaris. Dan tentu nya si sekertaris akan melaku kan nya dengan cara apa pun.
Mereka bersalaman pertanda kerja sama akan di laksana kan. Jacob sebagai CEO dari perusahaan Jacob Coorperation memilih untuk pergi karena ada urusan.
Jacob pergi dan meninggal kan sekertaris nya di sana. Jacob menunduk dan melihat ke arah sang sekertaris. "Rosa, perlaku kan Tuan dengan baik!" ucap Jacob setelah itu dia pergi meninggal kan ke dua nya di sana.
__ADS_1
Dugaan Rhadika kali ini salah, biasa nya jika CEO meninggal kan sekertaris nya, itu adalah kode agar sang sekertaris melancar kan aksi nya untuk menghoda pihak yang di minta kerjasama.
Sayang nya, Rosa masih setia dengan sifat profesional nya. "Tuan, terimakasih telah bersedia bekerjasama dengan perusahaan kami. Silah kan saya akan mengantar kan anda," ucap Ella tersenyum manis.
Rhadika tidak memberi kan respon apa pun dan langsung berdiri meninggal kan ruang meeting itu.
Rosa dengan senang hati mengikuti Rhadika dari belakang. Dia tersenyum ketika melihat punggung kekar Rhadika.
Setelah sampai di mobil Rosa juga membungkuk memberi kan hormat ke pada Rhadika.
Rhadika salut melihat sekertaris Jacob yang profesional tidak seperti sekertaris-sekertaris pada umum nya.
Rosa tampak mulai menjauh dari mobil itu dan masuk ke arah perusahaan, seorang pria nampak mendekati Rosa dan wanita itu nampak memasang wajah dingin membuat Rhadika semakin salut.
Setelah menyelesai kan urusan kantor Rhadika langsung menuju mansion, dia sudah sangat rindu pada istri kecil nya.
Sesampai nya di mansion Rhadika melihat Ella dan Max bermain di taman belakang. Dia tersenyum melihat keluarga kecil nya sudah begitu bahagia.
Rhadika melihat jam nya, masih ada waktu untuk ikut bermain bersama dengan keluarga kecil nya. Ella di sana terlihat bermain air bersama dengan Shine.
Rhadika membuka kameja nya dan ikut bergabung dengan istri dan putra nya.Para pelayan di perintah kan untuk tetap di bagian dapur masing-masing.
"Boleh aku bergabung?" tanya Rhadika.
Shine dan Ella secara bersamaan berhenti ketika mendengar suara yang tak asing itu. Shine tersenyum senang.
"Why not Dad, benar kan mom?" tanya Shine pada Ella.
Ella merasa malu melihat Rhadika bertelanjang dada, perut sixpack pria itu membuat tubuh Ella meremang.
"Ten...tentu saja," jawab Ella gugup. Fokus nya adalah roti sobek milik pria itu.
"Air liur mu Baby!" ucap Rhadika membuat wanita itu semakin meras malu
"So permainan kita ap...," belum selesai Rhadika berbicara, Shine terlebih dahulu meyiram dad nya dengan pipa air yang ada di sana di susul dengan Rhadika yang menyirami Ella.
Keluarga kecil itu nampak begitu bahagia, seperti sebuah keluarga kecil yang utuh. Rhadika merasa saat ini dia menjadi orang biasa yang tidak memiliki musuh, hidup seperti keluarga biasa yang tidak mengejar apa pun.
Max yang melihat Rhadika tertawa bersama dengan anak dan istri nya, dia merasa lega. Setidak nya tuann nya yang dulu saat bersama dengan Rosaline sudah kembali meski pun belum sepenuh nya.
Dia lebih memilih duduk di sofa dan kembali bekerja untuk tugas malam ini.
"Baby, seperti nya kau akan kalah. CK, apalah daya putra kecil kita itu," ejek Rhadika ke pada dua orang lawan nya yang sudah siap menerjang nya dengan air.
Ella merasa bergetar hati nya mendengar ucapan Rhadika mengata kan putra kita. Dia merasa bercampur senang dan penuh haru.
"CK, Dad jangan sombong dulu! Ah, jika Dad berani kita taruhan" lawan Shine.
"Sayang, kau terlalu percaya diri. Dua orang melawan satu orang, siapa yang akan akan kalah. Lihat saja!" Secara tak sadar Ella mengguna kan panggilan yang dulu pada Rhadika.
Tentu saja hati Rhadika berbunga-bunga mendengar Ella mengakui nya. Di tangah rasa senang Rhadika Ella dan Shine sudah menyerang Rhadika.
Selang air yang di tangan nya entah di arah kan kemana-mana. Selama lima menit Rhadika di guyur air, Ella dan Shine tersenyum licik.
"Aku menyerah!" teriak Rhadika.
Para pengawal langsung menjauh dari sana atas perintah Ella.
Max yang mendengar suara Rhadika menyerah, dia terkejut bukan kepalang.
Dia berdiri dan melihat apa yang terjadi.
Ternyata Ella dan anak kecil itu curang.
"Cih, istri anak sama seperti suami nya, sama-sama licik," batin Max.
Baru kali ini seorang Rhadika mengata kan menyerah. Biasa nya pria itu lah yang paling terdepan dan selalu menang.
Ella dan Shine bersorak kegirangan.
"Yey kita menang!" ucap Ella sambil memeluk putra nya.
"Dad, sesuai janji. Kau dapat hukuman!" ucap Shine berlari ke arah Dad nya dan langsung di angkat Rhadika ke dalam pelukan nya
Ella juga berlari seperti anak kecil ke arah Rhadika.
"Benar, Sayang kau harus mendapat kan hukuman!" ucap Ella juga melompat ke punggung Rhadika.
"Tapi aku tidak mengiyakan nya!" Tolak Rhadika.
"Aku tidak peduli, kau harus mematuhi nya!" ucap Ella.
Sifat ke kanak-kanakan nya sudah muncul kembali. Rhadika merasa senang dengan keadaan ini, orang yang di sayangi nya berada di pelukan nya.
Rhadika berjalan masuk ke dalam mansion, di mana Ella ada di punggung nya dan Shine dalam dekapan nya. Satu tangan nya memeluk Shine dan satu tangan nya menahan bokong istri nya.
"Max, siap kan gaun istri ku nanti malam!" perintah Rhadika melewati Max.
"Ingat yang tertutup," teriak Ella.
"Aku sudah tau Nona," jawab Max melanjut kan pekerjaan nya. Ella hanya mengangguk saja.
Dika melangkah kan kaki nya terlebih dahulu ke kamar Shine dan meninggal kan ank kecil itu di sana. Kemudian Berjalan ke kamar utama, Ella masih setia di dalam gendongan Rhadika.
Wanita itu baru sadar ketika Rhadika buka suara, " mau mandi bersama Baby?" tanya Rhadika.
Ella langsung melompat dari gendongan Rhadika. Dia baru menyadari kebodohan nya.
__ADS_1
"Dasar otak mesum," ucap Ella lalu bergegas ke kamar mandi.
"Aish, kenap aku bodoh sekali? Bahkan apa, Sayang. Sial aku mengata kan itu sejak tadi. Bodoh...bodoh," ucap Ella sambil menjambak rambut nya karena kesal sendiri akan diri nya.
**
Seorang wanita sedang berdan-dan begitu cantik di depan sebuah cermin di bantu oleh seorang penata rias.
"Nona, jenis make up yang anda ingin kan seperti apa?" tanya penata rias itu.
"Rosa, panggil saya Rosa," jawab wanita itu dingin. Penata rias itu merasa tidak nyaman karena sifat dingin Rosa.
Ini lah diri nya sebenar nya, jika berkaitan dengan keprofesionalan, dia akan sangat ramah dan itu pun pada orang-orang tertentu.
"Buat senatural mungkin tapi menarik, jangan buat riasan seorang *** ***!" jawab Rosa lagi setelah itu dia mulai membuka ponsel nya.
Dia mencari identitas pria yang bekerja sama tadi siang. Dia melihat profil dari pria yang menurut nya sangat sempurna.
"Duda anak satu, istri nya sudah meninggal lima tahu lalu," baca Rosa.
"Menarik," batin wanita itu.
"Apakah Nona menyukai pria itu?" tanya wanita yang sedang Merapi kan rambut Rosa.
"Tuan Rhadika adalah Duda idaman sejuta umat, meski pun sudah duda tapi dia masih sangat tampan. Bahkan di beberapa artikel, banyak di sebut kan bahwa banyak wanita yang menawar kan diri secara gratis ke pria itu. Tapi sayang nya artikel itu sudah di hapus beberapa bulan yang lalu" jelas penata rias panjang lebar.
"Apa dia termasuk play boy?" tanya Rosa.
"Tidak, meski punistri nya sudah meninggal, dia tidak pernah bermain wanita, artikel menyebut kan hanya sebatas kebutuhan biologis saja!"
"Apa belakangan ini ada wanita yang di dekati nya?" tanya Rosa lagi. Dia menjadi banyak bicara dan mengorek secuil informasi dari salon ini.
"Tidak Nona. Hanya saja pangeran kecil dari pria itu selalu yang di bawa bersama nya." Rosa tersenyum tipis. Kali ini dia harus menjadi pasangan dari CEO mereka karena istri dari CEO perusahaan tempat nya bekerja harus merawat anak nya yang sakit.
Dia benar-benar di anugrahi kesempatan untuk bisa bertemu dengan pria yang mulai entah kapan menjadi pria incaran nya.
Malam pun tiba, Ella mengguna kan dress mewah, namun semua nya serba tertutup. Namun gaun itu terbelah menunjuk kan paha mulus nya, namu tidak terlalu tinggi hanya di atas lutut sedikit.
"Apa gaun nya sudah cocok Baby? Atau kau kurang nyaman dengan bagian bawah nya?" tanya Rhadik setelah melihat Ella turun dari tangga. Rhadika paling tau jika Ella tidak suka menampak kan tubuh nya.
"Tidak, aku nyaman memakai nya," jawab Ella.
"Mommy, kau seperti bidadari. Mommy sangat cantik," puji Shine. Saat itu anak itu berada di pelukan Mike. Ella merasa malu mendengar pujian putra nya.
"CK, diam lah anak kecil. Dia wanita ku. Hanya aku yang boleh memuji nya," kesal Rhadika. Pada ank nya saja dia cemburu.
Saat di tangga terkahir, Rhadika berjongkok dan menengadah kan tangan nya ke arah Ella. Wanita itu ragu namun akhir nya dia memberi kan tangan nya.
Rhadika mencium singkat tangan itu lalu berdiri dan merangkul posesif pinggan Ella membuat wanita itu kaget.
Mike yang tau apa yang di lakukan Rhadika langsung menutup mata anak kecil itu.
Tanpa jeda, Rhadika langsung meraup bibir seksi yang sudah menjadi candu nya. Singkat saja, Rhadika tidak membuat Ella ke habisan oksigen.
"Kau sangat cantik Baby Girl," bisik Rhadika di telinga Ella.
Blush
Wanita itu langsung merona wajah nya. Dia langsung masuk ke dalam pelu kan pria nya.
Shine dan Mike mengantar kan kepergian mommy dan Dad nya.
Rhadika merasa senang tidak di ganggu oleh iblis kecil itu. Sejak tadi dia meminta ikut, namun dengan berbagai cara dia menghasut sang istri untuk melarang si kecil ikut.
Memang benar, bahaya akan selalu mengintai nya di mana pun dan kapan pun,.oleh karena itu dia melarang Shine untuk ikut.
Tentang Ella, belum ada yang mengetahui nya kecuali dia adan Max. Jadi dia tidak terlalu khwatir karena dengan identitas itu istri nya tidak akan selalu dalam kejaran maut.
"Hmmm, di sana apa yang harus ku laku kan?" tanya Ella pada Rhadika.
"Jelas kan Max!" ucap Rhadika.
Max yang berada di samping kursi pengemudi langsung mulai bicara.
Perusahaan anda juga di undang Nona, adik anda Clasy pasti nya akan datang. Mungkin anda bisa bersama dengan Clasy nanti nya tapi tetap berada di sisi Tuan. Nona tidak perlu melaku kan apa pun, hanya berdiri di sisi tuan saja," jelas Max.
"Isss, membosan kan. Aku Rosaline hanya diam saja dan seperti patung berdiri terus? CK, bukan sifat ku," batin Ella.
"Baik lah Max," jawab Ella.
Sesampai nya di lokasi pesta, mobil yang di tumpangi Rhadika langsung berada tepat di depan karpet merah.
Tidak ada satu pun media yang berada di sana. Ini lah seorang Rhadika, jika memang diri nya di undang, maka keberadaan nya tidak boleh di ikuti oleh media, dan jika pun ada diri nya tidak boleh terlihat di lingkaran sosial media atau media apa pun itu.
Orang-orang begitu penasaran siapa pasangan tuan terkaya di Spanyol kali ini. Mengapa? Karena pria itu sudah kehilangan istri nya yang sangat cantik dan imut, oleh karena itu mereka menunggu siapa wanita beruntung Selanajut nya.
Rhadika terlihat turun dari mobil setelah max membuka kan pintu, di ikuti Rhadika berputar dan berhenti di depan pintu di samping Ella.
Dengan gaya o Nuh Kharisma dan gentle nya Rhadika membuat pintu untuk Ella. Dan tangan kiri nya tidak lupa menjaga kepala Ella agar tidak mengenai atap mobil.
Rosa yang berada di sana tersenyum sinis, hanya wanita itu yang tau apa rencana nya malam ini. Wajah dingin nya tidak menunjuk kan ekspresi apa pun. Pria yang seja tadi mendekati nya di tolak secara mentah-mentah.
Dia tidak tau siapa yang akan di hadapi wanita itu. Memang dari wajah Ella dia terlihat begitu sabar, tapi bukan tipe wanita itu jika di tindas apa lagi di kira lemah.
"Seperti nya mudah menyingkir kan wanita itu," batin Rosa menyesap wine yang ada di tangan nya.
Melihat Rhadika dan pasangan nya mulai mendekat, Rosa memasang wajah penuh senyum.
__ADS_1
Sepanjang samudra yah bab iniπ π
Mangat baca nyaππππβββ