
Max yang melihat tuan dan nyonya seperti itu, Max memilih keluar dan membantu Odion juga keluar dari sana.
Odion awal nya menolak untuk ikut keluar dari ruangan itu karena takut hukuman nya akan bertambah, tapi Max yang sudah paham keadaan mambawa paksa Odion, orang si paling tidak peka.
"Kenapa kau selalu melakukan kekerasan ketika ingin suara dan hati yang dingin bisa menyelesai kan masalah? Bagaimana jika Odion mati, bukan kah dia bawahan setia mu, kenapa...?" tanya Ella masih tetap di pelukan Rhadika.
"Aku...aku hanya tidak suka orang lain menyentuh mu." Rhadika menjawab pertanyaan Ella dari lubuk hati nya yang paling dalam.
Ella tiba-tiba melepas kan pelukan itu dengan tiba-tiba.
"Memang nya kau siapa yang cemburu pada Odion, aku juga bukan siapa-siapa bukan untuk mu. Jadi berhenti lah marah," jawab Ella apa ada nya.
"Belum mengakh rupa nya, baik lah aku akan menunggu mu baby," batin Rhadika.
"Ingat Baby, tanam baik-baik di otak mu bahwa kau adalah milik ku. Sampai kapan pun, tidak ada yang boleh menyentuh tubuh mu kecuali aku. Camkan itu!" tekan Dika pada Ella.
"Atas dasar apa hah? Atas dasar apa aku adalah milik mu?" tanya Ella dengan berani sambil menghapus air mata nya.
"Karena aku mencintai mu dan sebalik nya." Dika dengan tegas mengata kan itu membuat Ella mengernyit heran.
"Sebalik nya? Percaya diri sekali kau Tuan Rhadika. Kamu memang genius, tapi jika masalah hati orang aku pikir anda tidak tau apa-apa," jawab Ella. Dengan tegas Ella mengata kan itu.
"Baik, aku tau mulut dan hati mu berbeda. Aku yakin kau mencintai ku. Ah, dan satu lagi. Panggil aku seperti yang tadi Baby, jika tidak kepala Odion akan di depan mu saat itu juga," perintah Rhadika. Yah, seorang mafia selalu bisa mengambil keuntungan di situasi apa pun.
"Kau mengancam ku?" tanya Ella. Mata nya menatap tajam Rhadika tak terima.
"Jika itu menurut mu, aku boleh apa Baby?" jawab Rhadika santai
Ella mengepal kan tangan nya. Dia selalu bisa di tipu lebih mudah oleh pria itu.
"Kau memang licik."
"Licik pada wanita yang di cintai apakah salah" jawab Rhadika. Dia akan membuat istri kecil nya secara perlahan kembali pada nya.
"Lakukan mulai sekarang, jika tidak satu kali tidak memanggil ku seperti itu, satu cambu kan akan melayang di tubuh Odion," ucap Rhadika menyala kan Televisi yang ada di ruangan Max.
Di sana terlihat Odion sedang menunduk di lantai di mana satu pengawal yang memegang cambuk.
"Kesalahan pertama, cambuk!" perintah Rhadika. Odion di cambuk oleh pengawal dan langsung berbekas warna ungu. Di pasti kan jika sekali lagi terkena cambu kan akan keluar darah.
"Stop, jangan lagi Sayang kasihan Odion," pinta Ella sambil mendekat ke arah Rhadika. Wanita itu langsung memegang tangan Rhadika.
__ADS_1
Hati nurani wanita itu begitu lembut, bagaimana dia bisa melihat teman nya di siksa seperti itu apa lagi karena diri nya.
Rhadika mengambil kesempatan ketika Ella mendekat ke arah nya bahkan memegang tangan nya. Dia meraih pinggang Ella dan menduduk kan nya di paha nya.
"Sudah ku kata kan jangan melawan ku Baby, tapi kau selalu m mancing ku," bisik Rhadika dengan suara serak nya di leher Ella membuat wanita itu menggeliat karena merasa kan hembusan napas hangat di leher nya.
Ella yang sadar dengan keadaan langsung berdiri dari duduk nya. Dia merasa gugup karena dengan mudah nya tergoda oleh rang sangan yang di beri kan oleh Rhadika.
"Apa aku sudah boleh pulang?" tanya Ella setelah menghilang kan kegugupan nya.
"Boleh," jawab Rhadika ikut berdiri. Ella tidak berkomentar karena dia berpikir Rhadika akan mengantar kan nya hingga lift yahga da di lantai paling atas itu.
Namun aneh nya Rhadika ikut masuk ke dalam lift tanpa berkata sepatah kata pun.
"Kenapa ikut, mah kemana?" tanya Ella.
"Kita pulang bersama Baby, Max sudah pergi bersama Odion bukan?"
"Tapi jika kau Sibuk, aku bisa sendiri. Takut nya mengganggu pekerjaan mu," jawab Ella menatap polos Rhadika.
Ini lah yang membuat Rhadika jatuh sejatuh nya pada Ella. Sikap polos dan rasa sayang dan peduli wanita itu begitu tinggi.
Dika mendekat ke arah Ella, begitu juga mulai mundur ke sudut Lift. "Apa kah mengkhawatir kan ku Baby?" tanya Rhadika. Tubuh Dika saat ini mengukung tubuh Ella.
"Ba...baik Sayang," jawab Ella. Tepat saat itu pintu lift terbuka dan menampak kan posisi ke dua nya yang sangat intim membuat karyawan yang melihat itu langsung menunduk malu.
Ella yang baru sadar langsung mendorong Rhadika. Saat ini dia sangat malu, rasa nya ingin melompat ke jurang yang paling dalam.
Sedang kan Rhadika dia bersikap biasa saja, siapa yang berani menegur nya di perusahaan nya sendiri. Dia adalah penguasa nya di sini.
Rhadika hendak melangkah keluar dari lift, namun tiba-tiba dia merasa kan seseorang memeluk tubuh nya dan bersembunyi di dalam jas nya.
"CK, kebiasaan," batin Rhadika. Dia langsung mengangkat Ella ke dalam pelukan nya.
"Baby, kau mulai nakal rupa nya," bisik Rhadika.
Ella merasa terkejut ketika tubuh nya ternagkat ke atas. Namun dia juga merasa tenang karena dia bisa lebih mudah menutupi wajah nya.
Para karyawati yang ada di perusahaan itu berteriak histeris dalam hati. Siapa yang tidak mau di perlaku kan romantis seperti itu apalagi orang nya adalah pemilik perusahaan raksasa ini.
Yang mereka tau hanya Nyonya Rosaline yang pernah mendapat kan perlakuan romantis seperti ini. Bahkan lebih, saat itu terlihat bahwa CEO mereka selalu saja lengket pada istri nya seperti lem hantu.
__ADS_1
Mereka penasaran siapa wanita itu, sebagian tadi sudah ada yang melihat wajah nya, sebagian lagi yang belum melihat wajah cantik Ella begitu penasaran.
"Apa kah lebih cantik dan imut dari Nyonya Rosaline yang dulu?" itulah pertanyaan yang muncul di hati mereka.
Sesampai nya di mobil, Dika menurun kan Ella secara perlahan dan memasuk kan wanita itu ke dalam mobil.
Setelah itu Rhadika masuk ke kursi belakang yang pintu nya sudah di buka kan langsung oleh supir.
Baru saja Rhadika masuk, dia sudah langsung mendapat kan semburan dari wanita nya. Bahkan pukulan di lengan nya, hal biasa yang di laku kan oleh Rosaline dulu, kekerasan dalam rumah tangga.
Puk
Ella memukul lengan Rhadika.
"Kau membuat ku malu, sudah ku kata kan kau itu pria mesum. Otak mu hanya mesum dan mesum saja," ucap Ella dengan kesal. Rhadika dengan setia mendengar celotehan Ella, tapi pandangan nya tidak lepas dari bibir tipis itu.
"Baby, di bagian mana nya yang mesum. Ini baru nama nya mesum," ucap Rhadika setelah itu langsung menarik tengkuk Ella.
Dia menempel kan bibir nya ke bibir yang selalu berceloteh sejak tadi. Ella memukul Rhadika dan berusaha mendorong dada Rhadika, namun tenaga nya hanya seujung jari saja bagi Rhadika.
Lama kelamaan Ella menerima perbuatan Rhadika, kelembutan yang selalu di beri kan Dika pada istri nya membuat Ella hanyut dalam godaan pria itu.
Sang sopir yang melihat apa yang terjadi di belakang melalui kaca langsung menekan tombol di mobil yang memuncul kan dekat hitam pembatas antara kursi depan dan belakang.
Rhadika terus memperdalam Taufan bibir nya . Dia begitu Menikmati momen ini karena Ella dengan lihai juga membalas ciuman nya.
Dika merasa kan Ella memukul pelan dada nya, dengan tak rela Dika melepas kan tautan bibir nya. Itu adalah kode Rosaline jika sudah kehabisan oksigen ketika berciuman.
Rhadika menghapus bibir Ella yang basah karena perbuatan nya. "Kamu semakin lihai Baby," ucap Rhadika. Ella di buat semakin malu oleh Rhadika.
Dia membenam kan kepala nya ke dada Rhadika. Pria itu tersenyum melihat wanita nya sudah mulai menerima diri nya.
Beberapa menit, hati Rhadika ingin sekali meminta penjelasan ke pada Ella tentang siapa diri nya sebenar nya.
"Baby, aku ingin bertanya satu hal pada mu. Kenapa kau kau menyembunyi kan identitas mu dari ku. Jika aku ada kesalahan tolong beritahu aku agar aku bisa memperbaiki nya. Clasy mengata kan bahwa kau berubah itu semua karena kesalahan ku. Jadi tolong beritahu aku di mana kesalahan ku. Aku tau kau adalah Rosaline, istri...," Rhadika menjeda ucapan nya.
"Aku tau kau adalah istri kecil ku, mommy kandung dari Shine. Aku sudah melakukan tes DNA antara kau dan putra kita dan hasil nya sembilan puluh sembilan persen hasil nya cocok. Aku tau kau datang ke mansion dengan identitas mu sekarang untuk membalas sakit hati mu pada ku. Jadi tolong jelas kan di mana kesalahan ku!" pinta Rhadika.
Dia bercerita panjang lebar agar Ella bisa memahami apa yang sebenar nya terjadi agar juga tidak salah paham lagi akan diri nya.
Jangan lupa like nya 😊👍👍
__ADS_1
Horas ✋✋✋