Perjuangan Cinta Tuan Mafia

Perjuangan Cinta Tuan Mafia
Part 46


__ADS_3

Rhadika duduk di ranjang dan menunggu Ella ke luar dari kamar mandi. Sudah lama Rhadika menunggu di sana namun Ella belum menunjukkan batang hidung nya sama sekali.


"Apa yang di lakukan wanita itu di sana. Kenapa begitu lama sekali?" batin Rhadika. Dia menunggu hingga beberapa saat lagi namun Ella tetap tidak muncul.


Rhadika bimbang, dia khwatir jika terjadi sesuatu dengan Ella namun dia juga enggan untuk memasuki kamar mandi.


Dia sudah di cap mesum oleh Ella, jika dia masuk ke sana entah apa lagi yang di katakan oleh wanita itu.


Tidak ada pilihan lain, Rhadika mendekat ke arah kamar mandi, namun sayang pintu itu di kunci dari dalam.


"Sial," ucap Rhadika. Dia mengambil ponsel nya. Itu kamar mandi nya bukan? Tentu saja dia bisa membuka nya dengan menggunakan kunci cadangan.


"Antar kan kunci cadangan kamar mandi ku!" seru Rhadika melalui sambungan telepon dan setelah berbicara langsung menutup nya.


Dalam waktu lima menit, terdengar suara paman Vill dari luar kamar Rhadika yang mengetuk dari luar.


Rhadika langsung menuju pintu kamar dan meminta kunci cadangan itu. Kenapa bukan paman Vill saja yang masuk dan membuka pintu kamar mandi. Jawaban nya jelas, Dika bukan lah pria yang ingin berbagi pemandangan akan wanita nya.


Dengan cepat Dika menerima kunci itu dan langsung menutup pintu tanpa mengatakan apa pun ke pada paman Vill. Ia langsung menuju kamar mandi pribadi nya.


Dia langsung memutar kunci itu. Pintu terbuka, namun Rhadika enggan untuk masuk. Dia merasa tidak enak jika sesuatu di kamar mandi di luar ekspektasi nya.


Namun rasa khwatir Nya mengalah kan rasa tidak enak nya. Dengan pelan tapi pasti, Rhadika membuka pintu kamar mandi.


Dia masuk dan melihat kiri kanan dan ke depan. Tidak ada tanda-tanda orang yang mandi di tempat itu.


"Ke mana dia," batin Rhadika. Rhadika mengalih kan pandangan nya ke arah buth- up. Dia melihat satu kepala yang bersandar di sana.


Rhadika mengingat istri kecil nya juga yang sering ketiduran ketika di buth-up. Dia tersenyum tipis hingga siapa pun tidak bisa melihat nya.


"CK, wanita ini kebiasaan nya tidak berubah," ucap Rhadika lalu mendekat ke arah buth-up tersebut.


Tangan nya terulur hendak mengangkat Ella dari sana. Tapi dia merasa enggan lagi. Tangan nya berhenti di udara. Dia takut merasa di cup mesum lagi oleh Ella.


Ini adalah masa percobaan. Dia tidak boleh membuat wanita Nya semakin membenci nya. Tapi jika di biar kan di dalam buth-up, Ella akan sakit juga.


Tanpa pikir panjang Rhadika mengulur kan tangan nya ke dalam buth-up. Pertama kali dia mengangkat Ella, dua bongkahan milik wanita itu langsung nampak dan tanda tahi lalat itu tercetak jelas di sana.


Rhadika menarik napas. Bagaimana pun juga dia adalah seorang pria yang normal, terlebih lagi dia sudah sangat merindu kan wanita yang ada di depan nya ini. Dia meletak kan kembali Ella ke dalam buth-up, dan mengambil salah satu handuk yang panjang.


Dengan pelan Rhadika terlebih dahulu menutup tubuh Ella dari atas hingga handuk itu basah. Berhasil, tubuh Ella tertutupi meskipun belum semua nya, hanya area tertentu saja yang tertutupi.


Rhadika tetap tergoda meskipun hanya melihat bagian tubuh Ella yang biasa nya memang tidak tertutupi oleh pakaian.


Kemaren dengan sekarang sangat lah berbeda, Dika sebelum nya belum mengetahui Jati diri Ella meskipun saat ini identitas wanita yang ada di dalam dekapan nya belum jelas. Saat ini Rhadika sudah mengklaim bahwa Ella adalah istri kecil nya.


Dengan hati-hati Rhadika mengangkat Ella, berusaha agar tidak membangun kan wanita nya. Setelah sampai di dekat ranjang, Rhadika menarik handuk di tubuh Ella. Namun dia menutup mata nya, dia takut jika mata nya terbuka dia tidak bisa menahan diri dan menerkam wanita yang sedang telanjang bulat di depan nya.


Rhadika meletak kan tubuh Ella ke atas ranjang dan kembali ke bathroom mengambil handuk. Dengan memaling kan wajah nya, Rhadika melap tubuh Ella dengan pelan. Dia bukan lah pria baj ingan yang mengambil kesempatan dalam kesempitan.

__ADS_1


Namun ketika melap bagian dada Ella tidak sengaja tangan nya bersentuhan dengan bongkahan kenyal milik wanita nya. Tubuh nya mulai merinding merasakan sensasi yang dulu di rasakan nya ketika bersama istri kecil nya.


Setelah pekerjaan sulit sekaligus berat itu selesai, Rhadika merasa lega. Dia langsung menutup tubuh Ella dengan selimut. Ternyata tubuh nya bereaksi, dia langsung bergerak cepat ke arah kamar mandi.


Selama satu jam Rhadika berada di kamar mandi. Suhu tubuh nya yang panas tadi belum turun karena mengingat tubuh Ella. Tidak ada yang berubah, semua nya semakin menarik saja bagi Rhadika.


"Aku akan membalas nya suatu saat nanti baby girl. Akan ku habisi kau sampai lemas tak berdaya," batin Rhadika sambil mendingin kan milik nya.


Hampir satu setengah jam Rhadika berada di bathroom, akhir nya dia keluar dengan keadaan yang lebih baik dari sebelum nya.


Dia menuju walk in closet terlebih dahulu untuk memakai baju tidur nya. Saat ingin keluar dari sana, dia mengingat Ella belum mengguna kan pakaian juga, dia mengambil setelan baju tidur milik Rosaline.


Setelah itu, Rhadika keluar dari walk in closet dan berjalan ke arah ranjang. Belum sampai di dekat ranjang, lagi-lagi jiwa nya sebagai laki-laki di uji kembali.


Selimut itu sudah turun dan menampak kan bongkahan kenyal milik Ella di mana sebelah kanan bongkahan itu terlihat jelas ada tahi lalat yang sama seperti Rosaline. Dengan gentle Rhadika maju dan membenar kan selimut itu. Dia harus kuat dan harus bisa mengontrol diri meski pun itu terhadap wanita nya.


Dengan tegap Rhadika menutup tubuh Rosaline, bahkan kali ini lebih ketat melilit kan selimut itu.


Namun sayang, dia kalah. Dia tidak bisa menahan gai rah nya sendiri jika di hadap kan dengan wanita yang sudah ia rindu kan selama lima tahun.


Celana yang di gunakan Rhadika serasa sesak tapi tidak ada bagian yang tambah. Hanya sesuatu yang tidur saja baru saja bangun dari tidur nya meminta untuk di puas kan. Tapi sayang, tidak ada yang bisa memuas kan nya sekarang. Wanita lain? Tentu saja bukan tipe Rhadika, dia tidak akan mengkhianati istri kecil nya kecuali waktu di mana jiwa laki-laki nya memang harus di puas kan dan hal itu wajar bukan?


Rhadika memilih tidur di ranjang saja dari pada ke kamar mandi. Dia harus melatih diri nya sendiri untuk meredam gai rah nya.


Yah mereka berdua mengguna kan selimut yang berbeda.


Rhadika juga sejak tadi sudah menyiap kan bantal guling di samping Ella. Rhadika ingat betul cara tidur wanita nya yang jika tidur akan menaik kan kaki nya ke orang yang berada di samping nya dan menelusup kan kepala nya ke dada orang yang di samping nya.


Dan benar saja Ella sudah melakukan seperti yang di perkira kan oleh Rhadika ke bantal guling yang ada di samping nya. Dika juga terlihat memiring kan tubuh nya dan melihat wajah pulas Ella.


"Sebenar nya apa yang kau sembunyi kan Baby, kanapa kau lari dari ku selama lima tahun ini?" batin Rhadika.


Tangan nya terulur untuk menyentuh wajah Ella. Tidak ada bekas make up lagi, meskipun seperti itu wajah mulus dan bulu mata lentik nya tetap tercetak jelas di sana.


Tangan Rhadika turun hingga ke bibir Ella. Daging kenyal itu terasa menarik dan menantang Rhadika untuk di sesap. Rhadika bertahan namun hanya berlangsung sesaat.


Rhadika langsung bangkit dan mengungkung tuhu Ella yang sedang tidur. Dia melurus kan tubuh Ella agar menghadap nya. "Kau yang memancing ku baby girl," batin Rhadika langsung mendekat kan wajah nya ke bibir tipis milik Ella.


Esok pagi nya, matahari yang cerah terlihat memasuki kamar Rhadika. Jendela transparan yang terbuka otomatis itu terlihat di tembus cahaya nya yang begitu terang. Terpaan sinar matahari itu mengenai punggung telanjang seorang wanita yang sedang tidur di pelukan seorang pria.


Dengan perlahan bulu mata yang lentik itu berkedip ingin terbuka. Dengan samar Ella melihat dada bidang seorang pria berada tepat di depan wajah nya. Perut nya juga terasa berat seperti tertimpa sesuatu. Mata Ella yang tadi nya enggan berkedip dan terbuka kini langsung terbelalak kaget.


Dia langsung bangkit dan duduk di ranjang, namun satu hal lagi yang membuat nya lebih kaget, tubuh nya tidak tertutupi sehelai benang pun. Baju juga berserakan di lantai. Di bagian dada nya banyak tanda merah. "A..ap..apa yang terjadi?" ucap Ella sambil menutup mulut nya.


"Bisa kah tidur sebentar lagi? Ini hari libur," seru Rhadika sambil menarik selimut untuk menutupi tubuh nya.


"Apa kau sengaja menarik selimut itu agar melihat lagi milik ku?" tanya Rhadika. Saat ini dia sudah bangun dengan malas dan bersandar di tempat tidur dan melihat wanita yang di pelukan nya saat subuh tadi sedang syok di depan nya.


Tiba-tiba wajah itu sudah berubah garang dan dingin membuat Rhadika semakin tertarik dengan bagaimana proses wanita nya bisa mengendali kan emosi nya seperti ini mengingat dulu wajah Rosaline selalu ramah dan lembut.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan pada ku?" tanya Ella dengan dingin.


"Apa aku perlu menjelas kan nya pada mu Nona? Dua orang dewasa yang tidur bersama tanpa sehelai benang pun," seru Rhadika


"Baj ing an, apa kau memper ko saku?" tanya Ella dengan marah. Wajah nya terlihat memerah saat ini.


"Di kamar ini ada CCTV, apa perlu aku menunjuk kan bagaimana kau menggoda ku?" tanya Rhadika. Ella terdiam, dia tidak bisa mengata apa-apa lagi. Namun dia berusaha memutar otak nya, tapi dia tidak bisa mengingat apa pun.


Rhadika tersenyum tipis melihat kebingungan Ella. Dia menyibak kan selimut itu begitu saja hingga menampak kan tubuh telanjang nya, bahkan bagian bawah nya saja tidak di tutupi apa pun.


"Kau tetap lah wanita polos Baby. Aku tau selama lima tahun ini tidak ada yang menyentuh mu, sampai kau lupa bagaimana yang sudah di masuki atau tidak," batin Rhadika.


Dia berdiri dan mengambil handuk yang ada di samping tempat tidur yang tergeletak begitu saja di lantai.


Ella merasa malu melihat tingkah pria mesum di depan nya. Dia memalingkan wajah nya agar tidak melihat tingkah konyol pria di depan nya. Milik pria nya itu sama seperti dulu, besar dan berurat dan yang paling penting kuat dan sangat memuas kan.


"Menjijik kan," ucap Ella sok merasa tidak suka pada tubuh Rhadika.


"Tapi kau memuji nya sangat kuat semalam, bahkan kau memasuk kan nya kedalam mulut hangat mu dan menjilati nya. Kenapa sekarang berubah?" tanya Rhadika. Di sela ucapan nya dia memancing sifat Rosaline yang dulu yang tidak mau memasuk kan milik nya ke dalam mulut nya seperti wanita pada umum nya.


Ella tiba-tiba berdiri hingga selimut itu terlepas dari tubuh nya menampak kan kembali tubuh polos nya.


"Memasuk kan ke mulut ku? CK, jangan bercanda Rhadika, sejak kapan aku ketika ber- cin ta mau memasuk kan milik mu yang kecil itu ke dalam mulut ku. Dulu saja saat bersama suami ku aku tidak melakukan nya, apa lagi bersama pria mesum seperti mu. Catat, jika aku ber cinta, sampai kapan pun aku tidak akan pernah melakukan nya. Dan satu lagi, semalam aku mengingat bahwa kau sangat lemah di ranjang, tidak seperti pria ku yang dulu" ucap Ella sambil melipat tangan nya seperti menyombong kan pria nya yang dulu.


Ella sebenar nya merasa menyesal tidak mengingat apa pun semalam. Dia ingin merasakan kembali bagaimana rasa nya di bawah Kungkungan suami nya dan berkeringat bersama, sudah sangat lama dia tidak menikmati nya dan semalam dia lupa proses kejadian nya. Dia meras sangat sial.


"Bahkan aku tadi mengatakan milik nya kecil. CK, aku memang bodoh. Bahkan aku mengatakan suami ku lemah di ranjang? Aku menarik kata-kata ku, tapi dalam hati saja. Dia itu seperti banteng yang melihat kain merah sebagai target amarah nya," batin Ella


Rhadika awal nya merasa tersinggung dengan perkataan Ella tentang milik nya yang kecil dan apa? Lemah di ranjang? Itu benar-benar melukai harga diri nya sebagai seorang pria dewasa yang sudah matang. Namun dia berusaha meredam amarah nya, karna dia sudah bisa menebak identitas wanita di depan nya yang bukan lah orang lain.


"lihat, itu benar-benar kau Baby," batin Rhadika. "Jangan menggoda ku dengan tubuh mu untuk yang kedua kali nya Ella. Seperti nya kau ingin mengulangi kegiatan panas kita semalam" seru Rhadika. Mata nya nampak fokus melihat ke arah dua gunung kembar milik Ella.


Ella melihat arah mata Rhadika yang fokus ke diri nya. "Dasar pria mesum!" ucap Ella melempar kan bantal yang ada di sana ke arah Rhadika. Namun lemparan itu dengan mudah di hindari oleh Rhadika.


Dengan cepat Ella mengambil selimut dan menutup tubuh nya agar tidak di lihat pria mesum di depan nya. Mata nya sudah seperti elang yang siap mencabik-cabik mangsa nya.


Tit Tit Tit


Tiba-tiba terdengar suara ketikan PIN pintu kamar Rhadika dari arah luar. Bola mata Ella membola. "Siapa?" tanya Ella dengan panik. Sedang kan Rhadika, dia tetap santai meski pun sebenar nya dia juga panik.


Rhadika sudah tau siapa yang ada di luar. Karena hanya dia dan satu orang lagi yang tau pin pintu masuk ke kamar nya. "Iblis kecil, kenapa kau selalu mengganggu kesenangan ku," batin Rhadika.


"Aku bilang siapa?" tanya Ella sekali lagi. Suara nya sudah semakin meninggi dan wajah panik nya semakin tercetak jelas. Rhadika mendekat ke arah ranjang dan mengambil bantal yang di lempar kan tadi pada nya.


"Shine," jawab Rhadika santai. Ella semakin membola mata nya. Bagaimana jika Shine melihat nya seperti ini? Bagaimana jika diri nya sendiri lah yang mengotori otak anak kecil itu? Ella berpikir keras apa yang di lakukan nya, di tambah lagi pintu terdengar akan terbuka karena pin nya sudah selesai di tekan.


Jangan lupa like nya 😊👍👍


Horas

__ADS_1


__ADS_2