
Max juga merasa heran apa yang sebenar nya terjadi. Tapi entah apa pun itu, dia langsung menunduk lama di depan Rhadika.
"Tuan, saya mohon maaf," ucap Max.
Satu hal yang harus di pegang oleh Max, baru kali ini seorang Rhadika berteriak begitu keras di depan Max, apa lagi depan sang nyonya.
Semua orang yang di sana pun menghenti kan kegiatan dan ocehan nya termasuk Shine.
"Kau telah melaku kan kesalahan besar. ikut ke ruangan ku sekarang!" perintah Rhadika, tapi seperti nya dia menahan sesuatu.
Max dengan langkah tegap nya mengikuti Rhadika, tidak ada rasa gentar sedikit pun. Sedang kan yang lain nya, berusaha menahan tangan nya agar tidak mengikuti sang pria. Perkiraan mereka sama dengan Max, jika tidak mati pasti patah tulang atau luka berat.
Tapi Max tidak peduli, dia lebih baik mati di tangan sang tuan, dari pada di pecat menjadi asisten nya dan keluar dari klan Black Sky.
Rhadika memasuki ruang kerja di ikuti dengan Max yang tepat berada di belakang nya. Rhadika duduk di sofa ruang kerja itu dan Max berdiri menunduk.
"Hah...hah...," seru Rhadika seperti orang yang ngos-ngosan seperti di kejar sesuatu.
"Tuan ada apa?" panik Max memegang bahu Rhadika.
"Sialan kamu Max, ini semua gara-gara kau," tunjuk Rhadika tepat di wajah Max semakin membuat pria itu semakin bingung.
"Maaf Tuan, tapi saya benar-benar tidak tau apa ke salahan saya," ucap Max.
"Bodoh, kau hampir saja tadi mengata kan Nyonya pada istri ku bodoh!" bentak Rhadika.
dengan kesal.
"Bang sat kau Rhadika, hanya masalah itu kau berlaku seperti itu. Sialan, ku pikir kesalahan apa yang ku lakukan." Kini gantian Max lah yang marah.
"Kau pikir itu bukan masalah besar?" tanya Rhadika tak kalah marah.
"Bodoh kau Rhadika sialan, tinggal bicara saja dengan kose apa pun, tapi tadi kau sungguh membuat ku takut sialan," seru Max dengan kesal keluar dari ruangan itu.
Belum lagi tadi langkah tegak nya membuat paha nya yang terkenal tembakan mulai terasa sakit. Dia turun kemudian langsung berjalan ke ruang penyiksaan melewati semua orang dengan wajah kesal nya.
Penghuni mansion yanga ada di sana heran melihat Max, bukan kah tadi seperti masalah besar? Kenapa cepat sekali turun? Bukan kah seharus nya persoalan itu lama di bahas? Itu lah isi pikiran dari para orang-orang yang ada di sana melihat wajah kesal Max.
Bergantian, Rhadika juga turun dari lantai atas dan menuju rumah makan, serentak semua orang melihat ke arah Rhadika. Pria itu berwajah sok cool seperti tidak terjadi apa-apa.
"Cepat lah Anderson, aku muak melihat wajah mu berada di mansion ini, kau juga Clasy. Jika bisa cepat lah angkat kaki," ucap Rhadika.
Tatapan Shine bertemu dengan sang Daddy mengisyarat kan permusuhan satu sama lain.
"Maksud ku, jika tidak ada maksud lain kalian boleh pergi," ucap Rhadika mengalah melihat tatapan tajam sang anak.
Biar bagaimana pun seharus nya dia harus berterima kasih bukan ke pada dua orang itu karena sudah merawat sang anak dari kecil.
"Ah, maaf Tuan. Kami masih ada perlu dengan Shine," ucap Anderson tak tau diri dan menarik Shine dan Clasy m njauh dari tempat itu. Dia takut jika terus berada dekat dengan Dika nyawa nya bisa melayang dari dunia ini.
Kembali, tinggal Rhadika dan Ella yang berada di sana. Perang dingin kembali di mulai.
Dika berjalan ke arah ruang penyiksaan, Ella yang tau ke mana tujuan Rhadika langsung menghenti kan pria itu.
"Jangan pergi ke ruang penyiksaan, luka mu akan terbuka kembali. Darren mengata kan jangan melaku kan hal berat dulu!" ucap Ella berdiri di hadapan Dika.
__ADS_1
Rahang Rhadika mengeras mendengar ucapan Ella.
"Baby, sekali lagi aku mendengar kau menyebut nama laki-laki, akan ku hukum kau sampai meminta ampun pada ku," ucap Rhadika berjalan melewati Ella yang bengong.
Tapi dia kembali sadar bahwa Rhadika tetap berjalan ke arah sana. "Kalau kamu pergi, aku akan keluar dari mansion ini,' balas Ella.
Rhadika tersenyum mendengar ancaman wanita itu. Ros yang dulu adalah orang yang selalu melarang nya ke sana ke mari, membuat ancaman agar tidak pergi ke markas atau yang lain nya. Saat ini juga watak nya sudah muncul kembali.
Wajah dingin nya pertama kali melihat Rhadika, sifat dingin itu sudah luruh dan di ganti kan Rosaline yang dulu.
Rhadika tersenyum smirk dan itu di lihat oleh Ella karena Rhadika sudah berbalik.
"Kau tau Baby, hanya kau yang berani mengancam ku setelah istri ku. Tapi, jika istri ku mengancam ku, atau melarang ku ada imbalan uang ku terima."
Rhadik mulai mendekat ke arah Ella. Bahkan saat ini dengan mulus nya sang pria menghembus napas hangat nya ke leher jenjang Ella yang mulus membuat wanita itu merinding seketika.
Dia juga wanita dewasa bukan?
"Kau tau apa imbalan uang ku terima Baby? Berkeringat bersama di atas ranjang," bisik Rhadika. Jadi apa yang ku akan ku terima Baby?" tanya Rhadika menarik pinggang kecil Ella.
Tubuh ke dua nya saling bersentuhan membuat sengatan dalam diri masingmasing yang sudah sangat lama tidak merasa kan adegan seperti ini.
"Aku... aku... tidak memiliki apa-apa," jawab Ella gugup.
"Jika begitu, aku harus pergi karena tidak ada keuntungan yang ku dapat kan," seru Rhadika melepas pinggang Ella.
"Ayolah Ella guna kan otak mu," batin Ella. Jika di kata kan berci nta, dia belum siap.
"Kiss," ucap Ella ketika Rhadika sudah lumayan jauh. Pria itu tidak mendengar nya dan terus saja berjalan, Ella berlari mengejar Rhadika.
"Aku akan memberi kan mu cium an," ucap Ella.
Rhadika tersenyum tipis.
"Baik, tapi aku tidak ingin sekali. Bukan kah nanti jika aku tidak bermain-main dengan tawanan ku itu akan membuat otot ku lemah? Dana kau harus melatih nya kembali dal jangka waktu yang cukup lama. So aku ingin ciuman itu setiap hari, aku sendiri yang menentu kan waktu nya," seru Rhadika. Pria itu memang penuh dengan tipu muslihat negosiasi.
"Issshh, kau selalu saja, jika membuat negosiasi pasti kau yang mendapat kan keuntungan paling banyak," kesal Ella.
Rhadika hanya mengedik kan bahu nya.
Ella terpaksa mengangguk, memang suami nya ini sangat keras kepala bukan, dia harus sabar sebagai istri nya.
Rhadika mendapat kan keuntungan besar kali ini, sebenar nya dia hanya ingin melihat Wesly dan Lily di ruang penyiksaan, tidak lebih tidak kurang hanya memastikan saja bahwa tawanan nya itu tidak mati sebelum dia memberi kan kesan mati segan hidup tak mau bagi mereka.
"Aku ingin sekarang, aku tidak punya kegiatan lain," putus Rhadika membuat mata nya membola.
Dia langsung mundur, Rhadika juga semakin mundur, karna pintu di belakang nya juga sedang terbuka, membuat Ella tidak punya pilihan lain.
"Baik, tapi di kamar saja. Aku malu jika ada orang yang melihat nya!" ucap Ella menunduk malu. Wajah nya mulai memerah karena menahan malu. Tentu saja, dari Kalimat nya tadi sekaan dia lah yang mengajak Rhadika berciuman.
"Seperti nya kau ingin hal lebih Baby mengajak ku ke kamar," bisik Rhadika membuat wajah Ella semakin memerah dan seperti kepiting rebus saja.
**
Di belahan bumi Spanyol, tepat nya di kota Granada, seorang pria sedang mengamuk ketika mendengar wanita incaran nya ternyata sudah mati lima tahun yang lalu.
__ADS_1
Sial, dia benar-benar sial. Dia belum memperjauh kan wanita itu tapi sudah terlebih dahulu mati.
Dia mengingat bertemu wanita idaman nya ketika di mall salah satu milik Rhadika Browns, dia sangat merindu kan senyuman manis wanita itu. Dan sial nya tidak akan dia lihat untuk yang ke dua kali nya.
Dia tidak bisa berbuat apa, dia tidak memiliki tujuan lagi datang ke Spantini, tapi setelah mengikuti setiap gerak gerik Rhadika, ada wanita yang juga menarik perhatian pria itu. Wanita yang berada di selalu berada di sisi putra nya.
Banyak foto-foto yang di dapat kan oleh pria itu saat wanita incaran nya saat ini berada di luar gerbang mansion, di mall dan paling banyak foto yang temukan adalah saat berada di luar negeri. "Kali ini aku tidak akan mengalami hal yang sama untuk kedua kali nya.
"Sisip kan mata-mata di mansion Browns. Jika tidak bisa menembus, perintah kan pengintai dari gedung terdekat!" seru pria itu pada asisten nya.
"Aku Selatan, akan mendapat kan mu Camella" batin pria itu setelah melihat data diri Camella.
Melihat wajah Camella yang begitu banyak dengan pakaian seksi itu, terutama saat berada di luar negeri membuat milik pria itu mengeras.
Dia mengirim pesan pada asisten nya agar menyiapa kan wanita untuk melemas kan milik nya. "Sial, melihat tubuh mu yang seksi saja tubuh ku menegang Sayang," batin pria itu.
Selang beberapa saat, dua wanita berdada besar datang dengan pakaian seksi nya membuat hasrat Selatan semakin meronta-ronta.
"Kalian berdua, puas kan aku," ucap Selatan langsung mer emas benda bulat milik salah satu wanita itu.
Satu nya lagi segera membuka celana selatan dan langsung menjilati milik pria itu membuat diri nya semakin melayang.
Tangan nya yang satu lagi tidak mengangur dan sudah memasuki milik wanita yang sedang di samping nya. Tiga jari sekaligus masuk keluar dari milik wanita itu. Dengan kasar dengan tempo yang tidak jelas, Selatan menyiksa wanita di samping nya.
Wanita itu sedang mere mas bahkan menjilati tangan nya sendiri karena merasa bagian bawah nya di permain kan, melihat wanita itu sudah lemas, Selatan langsung melesak kan milik nya ke dalam milik wanita itu dengan kasar tanpa aba-aba.
Wanita satu nya di lempar kan begitu saja saat meng umum milik Anderson. "Kau memang benar-benar seorang *** ***, milik mu sangat longgar," ucap Anderson memompa milik nya semakin cepat dan memasuk kan nya dalam-dalam.
Di pelepasan terkahir nya, pria itu menyebut nama Camella.
"Ahhhh... Camella sayang," erang pria itu.
Di sisi lain juga seorang wanita yang ingin membalas kan dendam nya sudah kembali ke negara Spanyol. Wanita yang dulu di patah kan tangan nya dan mengubah diri agar tak di kenal.
Satu benang nya sudah hilang, tinggal kepala nya saja. Sasaran empuk juga tersedia untuk nya, anak dari pria itu. Dia akan melaku kan apa pun asal kan pria itu bisa hancur seperti diri nya saat itu.
Sebelum sampai di negara Spanyol, wanita yang sudah candi berhubungan itu mulai berdiri dan masuk ke salah satu kamar yang ada di pesawat itu. Dia melihat seorang pria sedang bermain-main bersama salah satu pramugari pesawat ini.
Sejak masuk pesawat dia sudah melihat pria itu, terkesan kaya raya dan tangguh. Wanita itu sama sekali tidak melihat seberapa kaya pria itu, namun dia memperkira kan seberap besar milik pria itu dan apa kah bisa memuas kan nya? Itu lah yang di utama kan wanita itu. Dan yang terpenting pria itu sudah matang dan menguasai se x.
Nampak wanita itu sedang menyesap milik seorang pria. Melihat ada wanita seksi dan cantik masuk ke kamar nya, pria itu menghenti kan aktivitas nya dan mendorong sang pramugari.
Ella tersenyum melihat milik pria itu. "Lumayan," batin nya langsung membuka tank top yang menutup tubuh nya. Terlihat dua benda bulat yang menyembul dari bra wanita itu.
Dengan bertelanjang bulat, si pria mendekati si wanita dan langsung memegang dada wanita itu dan langsung di tepis.
"Berapa kau bisa membayar ku?" tanya wanita itu.
"Buka kah kau yang ingin di puas kan dan datang secara suka rela?" tanya pria itu mengelus bahu wanita itu.
Wanita itu dengan berani mengelus milik sang pria. "Jika murah, aku tidak mengingin kan nya," ucap wanita itu hendak berbalik
Milik si pria yang sudah tegang tidak bisa di tolerir lagi. "Baik, berapa pun. Sekarang kita bermain, dan kau keluar lah. Bayaran mu akan ku transfer," ucap pria itu langsung membawa wanita tadi ke atas ranjang nya.
jangan lupa like nya 😊👍👍
__ADS_1
Horas ✋✋✋