Perjuangan Cinta Tuan Mafia

Perjuangan Cinta Tuan Mafia
Part 75


__ADS_3

Di mansion Zevano, seorang anak kecil menatap seorang pria paruh baya yang sangat mirip dengan dad nya.


Zevano yang melihat itu dengan santai duduk di salah satu sofa yang berada di sana. Dia sangat kesal melihat kehadiran pria paruh baya yang sama dengan diri nya.


"Who are you?" tanya Shine menatap pria itu.


"Grandpa, kenapa orang ini mirip dengan Dad?" tanya Shine.


Pria yang berada di depan Shine begitu terharu melihat seorang anak kecil yang sedang kebingungan melihat diri nya.


Dia langsung mengangkat anak kecil dan mengangkat nya ke dalam pelukan nya,


"Opa adalah ayah dad mu yang bodoh itu," ucap pria paruh baya itu dengan senyuman nya.


"Zarich, Jangan mengotori otak cucu ku pria tua!" ucap Zevano, mata nya menatap tajam pria seumuran nya itu.


"Kenapa opa tidak pernah melihat Shine saat Shine kembali ke Spanyol?" tanya anak kecil itu.


"Tunggu mommy mu datang ya cucu opa, Opa akan menjelas kan semua nya."


"Mommy? Mommy Ella?"


"No, Mommy Rosaline," jawab Zarich.


Shine terlihat gembira sejenak, namun selanjut nya wajah anak itu tertunduk lesu.


"Why?" tanya Zevano ketika melihat cucu nya sedih.


"Bagaimana dengan Mommy Ella? Dia sudah baik pada Shine selama ini," jelas anak kecil itu. Serentak Zevano dan Zarich tersenyum mendengar penjelasan anak itu.


**


Ternyata Ros


langsung bangun ketika Rhadika sudah pergi dari kamar utama. Ponsel nya sejak tadi berbunyi, lebih dari tiga kali hingga wanita itu terbangun kembali dan tidak melihat Rhadika di samping nya.


Ros dengan malas melihat ke arah ponsel nya. Awal nya Ros tidak tertarik melihat siapa pengirim pesan itu dalam jumlah yang banyak karena berasal dari nomor tak di kenal.

__ADS_1


Dengan malas Ros membuka pesan dari nomor itu. Ros langsung membola mata nya ketika melihat pesan itu. Pesan di mana ada suami nya dan wanita yang di kenal nya ada di sana.


Air mata lolos begitu saja dari mata jernih wanita itu. Ponsel itu terjatuh, dan yang paling membuat Ros meras sakit adalah ketika ada pesan di bawah semua foto itu.


"Saya hamil, saya berharap anda tidak mendekati calon suami saya lagi," itulah isi pesan dari si pengirim ponsel.


Ros menghapus air mata nya dengan kasar, pantas saja sikap Rhadika tiba-tiba berubah pada nya, ternyata ada sesuatu yang di sembunyi kan pria itu. Wanita itu mengambil ponsel yang jatuh dia tas kasur.


Ros langsung bangkit dari duduk nya dan keluar dari kamar itu. Dia harus meminta penjelasan tentang ini, jawaban Rhadika akan menentu kan keputusan nya nanti. Dengan tegar Ros berjalan melihat seisi mansion dan berkahir menanya keberadaan suami nya ke pada pelayan.


Dan lagi-lagi saat Ros ingin meminta penjelasan, dia kembali di kejut kan dengan berita bahwa suami nya lah yang membunuh bunda nya. Bah kan saat ini pria itu ingin kembali membunuh adik daddy nya.


Ros terjatuh di tempat nya dan melihat takut ke arah Rhadika. Ponsel yang ada di tangan nya terjatuh begitu saja entah ke mana. "Apa itu benar?" tanya Ros dengan takut. Dia melihat ke arah Wesly yang berlumuran darah dan pria itu tetap ingin menambah kan luka di tubuh pria itu.


Rhadika mendekat ingin membantu Ros yang saat ini sedang syok


"Baby, aku bisa jelas kan semua ini! Ini tidak seperti yang kamu pikir kan" ucap Rhadika sambil berjalan ke arah Ros.


Dika tau otak kecil wanita itu akan berlarian entah ke mana dan akan menimbul kan salah paham yang besar.


Rhadika memilih diam di tempat, dia tidak mau membuat wanita nya semakin takut pada nya. "God, kenapa semua nya menjadi rumit sendiri,' batin Dika.


Sedang kan Max, dia sangat tidak rela melihat atasan sekaligus sahabat nya itu seperti itu, namun dia juga mengikuti perintah tuan besar yang telah mempersilah kan nya besar bersama Rhadika dan yang terpenting ini adalah ini adalah usaha Max untuk mewujud kan keluarga kecil yang bahagia untuk sahabat nya itu.


Ros berdiri dan berlari meninggal kan ruangan itu dengan tergesa-gesa dan penuh ketakutan.


"Hahaha, sungguh menyedih kan," tiba-tiba Wesly tertawa di tengah kesakitan nya membuat Dika semakin memuncak emosi nya.


Sedang kan Ros, dia pergi ke kamar utama dan langsung mengunci pintu kamar itu. "Aku harus keluar dari sini," ucap Ros. Wajah nya sudah memerah menahan sakit di hati nya.


Dia baru saja mengingat bahwa mansion ini memiliki jalan terowongan menuju luar mansion.


Ros langsung membuka jendela. Dia menyambung kan satu persatu kain panjang yang ada di sana. Wanita itu memasti kan terlebih dahulu tidak ada ada pengawal di bawah.


Setelah itu secara perlahan Ros turun dari kamar dan langsung menuju terowongan itu. Yah dia berhasil dan keluar dari mansion itu, namun baru saja keluar, seseorang yang sudah menunggu Ros sejak tadi melihat wanita itu sudah keluar, langsung menutup mulut Ros dengan saput angan yang sudah di bumbui obat tidur ketika wanita itu melihat ke belakang.


Wanita itu langsung di masuk kan ke dalam salah satu mobil dan di bawa pergi dari area mansion itu.

__ADS_1


**


Di ruangan penyiksaan di mansion Rhadika, Ros hampir saja membunuh Wesly dengan beberapa temba kan, namun Max berhasil menghenti kan nya meski pun wajah nya lah yang menjadi taruhan pelampiasan pria itu.


"Apa kau ingin membunuh keluarga istri mu lagi? Apa kau benar-benar ingin di cap sebagai pembunuh? Berpikir lah bodoh!!!" ucap Max menahan tangan Rhadika yang memegang pistol


Rhadika berhenti, namun sesaat kemudian dia dengan membabi buta memukul Max, max yang belum siap dengan hadiah Rhadika hanya bisa melawan semampu nya. Beberapa wajah nya terlihat luka memar.


Setelah melihat Rhadika yang sudah tenang, Max buka suara. "Lihat dulu istri mu, beri kan penjelasan pada nya, bodoh. Apa semua ini lebih penting dari nya?" ucap Max.


Dika sadar dari kegilaan nya. Dia langsung berlari, namun saat di pintu kaki nya menendang sesuatu, dia mengambil benda itu dan yang pertama sekali di lihat Dika di ponsel itu adalah foto nya bersama dengan Rosa saat di Hotel De Luna.


"Wanita sialan, akan ku habisi kau!" ucap Dika mengepal kan ponsel itu di tangan nya.


"Max, kurung pria tua itu. Cari wanita yang mengirim foto ini!" perintah Dika.


Max melihat foto-foto yang berada di layar ponsel itu. Dia melihat siapa yang memiliki ponsel, " begitu malang nasib mu Dika. Kau benar-benar di siksa oleh Nyonya," batin Max.


Dika meninggal kan Max yang berada di sana masih melihat foto Yang ada di sana.


Dia berjalan menuju kamar utama, Dika membuka pintu namun terkunci dari dalam.


Rhadika ingin memasuk kan pin dari kunci, namun jari nya terhenti. Dia sadar, dia harus memberi kan waktu pada istri nya itu untuk menenang kan diri.


Tiba-tiba ponsel Rhadika berbunyi.


"Kata kan!" ujar Dika.


"Tuan, Ghost Lion menyerang markas utama, kelompok dunia bawah tanah dari Texas bahkan mafia dari Italia paling di segani ikut bersama mereka," ucap Max.


Dika langsung menutup ponsel nya.


"Baby, aku ada urusan sebentar, tunggu aku pulang aku akan memberi kan penjelasan pada mu!" ucap Rhadika agak meninggi kan suara nya agar di dengar Ros yang berada di kamar.


Jangan lupa like nya 😊👍👍


Horas ✋✋✋

__ADS_1


__ADS_2