Perjuangan Cinta Tuan Mafia

Perjuangan Cinta Tuan Mafia
Part 23


__ADS_3

Clasy yang sudah sampai di depan pintu mansion Browns langsung turun dan berlari ke arah ruang tamu. Di sana dia juga melihat Max sedang duduk santai.


"Di mana Camella?" tanya Clasy.


"Di kamar ruang tamu, tuan juga masih di sana," jawab Max. Namun dia tidak melihat ke arah Clasy membuat wanita itu semakin kesal di buat oleh Max.


"Di mana tas Camella," tanya Clasy, karena itu adalah tujuan utamanya datang ke sini malam ini. Max hanya mengalihkan sebentar pandangannya ke arah tas Camella yang berada di sampingnya.


Clasy langsung mengambil tas itu dan langsung pergi meninggalkan max tanpa basa-basi.


"Ah, sial aku lupa melihat benda tadi," batin Max. Namun terlambat, Clasy sudah mengambil benda itu terlebih dahulu.


"Clasy, tunggu sebentar," seru Max.


"Aku tidak ada waktu untuk mu," jawab Clasy meninggalkan max sendirian di sana.


"Aku tidak meminta waktu mu, tapi tasnya," batin Max melihat kepergian Clasy.


"Ah sial, memang wanita ini hanyalah surga bagi mata tapi racun untuk hati," batin Max.


Dia pernah mengatakan itu sebelumnya dan terbukti sekarang ini ketika dia harus menghadapi Clasy.


**


Rhadika shock melihat cara Camella Duduk di ranjang sana. Mirip, tidak. Tapi persis sama dengan posisi almarhum istrinya jika sedang tidur.

__ADS_1


Salah satu kaki Camella di angkat ke atas guling dan wajahnya di sembunyikan di bantal tersebut.


Rhadika memegang jantung nya yang berdetak begitu cepat. "Tidak, tidak, banyak orang yang tidur seperti itu, tidak mungkin manusia bisa hidup untuk ke dua kalinya," batin Rhadika.


Rhadika juga mempertimbangkan hal lainnya. Rosaline istrinya tidak pernah menggunakan baju minim terutama dada, perut dan punggung terbuka. Itu adalah ciri khas dari istrinya dan sangat berbeda jauh dengan Camella wanita yang saat ini tidur di sana.


Dia menjadi lemah jika di ingatkan dengan istrinya. Jika di tanya apa dia merindukan istri kecilnya tentu saja, tapi apa boleh buat?


Rhadika memilih pergi dari ruangan itu dan menuju kamar pribadinya di mana ada shine di sana. Sebelumnya dia sudah bertemu dengan Clasy di pintu masuk dan menyerahkan Camella ke tangan wanita itu.


Clasy langsung masuk dan melihat bentuk baju dan perawakan Camella.


"Aish kakak, sudah tau tidak mampu minum malah di paksakan. Kan aku yang repot," seru Clasy sambil membangun kan Camella.


Dia sudah menganggap Camella sebagai kakaknya sendiri. Karena rasa bersalah dan juga sikap rendah hati Camella, Clasy sangat menghormati Camella.


Dia membalut sebentar tubuh Camella dan keluar dari kamar itu. Dia memanggil paman Vill untuk mengambil baju Rosaline dari kamar Shine untuk di gunakan Camella.


Setelah itu dia kembali lagi ke kamar di mana ada Camella ada di sana. Dia membawa Camella yang sedang mabuk dan memandikan nya untuk waktu yang cukup lama.


Clasy sempat kesusahan karena Camella terus saja bergerak ke sana kemari dengan tidak jelas.


**


Rhadika yang sudah berada di kamar Shine mendekat dan mengusap pelan kepala putranya. Dia tersenyum tipis melihat cara tidur putranya hampir sama dengan almarhum istri kecilnya.

__ADS_1


Rhadika mendengar pintu kamar terbuka dan melihat paman Vill sedang masuk ke ruangan Shine.


"Maaf Tuan, saya di perintahkan nona Clasy untuk mengambil salah satu baju nyonya Rosaline untuk di pakai kan nona Camella," lapor paman Vill.


"Ambil salah satu kameja ku dari kamar ku. Dia tidak ada hak untuk menggunakan baju Istri ku," seru Rhadika datar. Paman Vill undur diri setelah mendapatkan perintah.


Rhadika naik dan merebahkan diri di samping anaknya. Otomatis anak kecil itu langsung menaikkan kaki kecilnya ke perut sang Daddy. Rhadika tersenyum melihat tingkah putra nya yang sama dengan istrinya.


"CK, setidaknya ini bisa mengobati rasa rindu dan kehilangan ku Baby," batin Rhadika.


Clasy yang mendapatkan baju dari paman Vill hanya diam dan memakaikan kameja putih kebesaran itu pada tubuh Camella. Setelah itu dia pamit undur diri dan pulang dari mansion Rhadika. Dia juga membawa kalung itu bersamanya.


Kali ini dia tidak akan pulang, namun harus ke suatu tempat terlebih dahulu. Dia mendapatkan laporan dari bawahannya bahwa mereka sudah menemukan jejak dari Thomas sebelumnya.


Dia harus memastikan terlebih dahulu memastikan bahwa itu benar-benar adalah Thomas.


Dia menyetir mobilnya ke alamat yang di berikan oleh bawahannya. "Dia tidak turun dari mobil namun mengamati dari jauh. Clasy tersenyum tipis melihat pemandangan di depannya melalui teropong.


Clasy menyimpan dendam yang begitu besar pada Thomas. Dia kehilangan ayahnya dan di perbudak selama kurang lebih dua tahun.


"Thomas, ternyata kau benar-benar masih hidup," batin Clasy. "Seperti nya kau jatuh cinta pada Camella bukan? Kita lihat seberapa jauh langkah mu Thomas sialan," batin Clasy. Dia menurunkan teropong miliknya dan masuk ke dalam mobil.


Dia tidak boleh terlalu mencolok karena pohon pun bisa berbicara. Jadi dia harus ambil aman dan tidak boleh gegabah.


"Akan ku buat kau jatuh dalam pelukan Camella, kita lihat siapa yang lebih tersiksa. Aku atau kau," seru Clasy tersenyum smirk dan melajukan mobilnya.

__ADS_1


Jangan lupa like nya 😊👍👍


Horas ✋


__ADS_2