
"Apa? Zevano menemui cucu nya? Dari mana dia tau? CK, bagaimana bisa dia secepat itu dia mengetahui keberadaan cucu nya. Aku sudah membuat diri nya hancur sebanyak dua kali. Pertama Istri nya, kedua putri nya, boleh juga untuk ketiga kali nya, putra nya. Yah, akan ku buat dia menderita untuk ketiga kali nya," seru pria itu dengan tersenyum licik.
Pria yang sejak tadi berada di belakang pria tua yang sedang duduk di kursi roda itu tidak memberi kan tanggapan apa pun.
Namanya adalah Dark. Asisten baru dari pria tua itu yang di pilih secara langsung. Mengapa Dark bisa terpilih?
Pria itu datang sendiri ke markas Ghost Lion dan ingin menjadi bagian dari dunia bawah tanah ghost lion. Tidak memiliki maksud dan tujuan apa apa dan ingin menjadi kuat. Itu adalah alasan yang di berikan diri nya pada pemimpin tertinggi ghost lion yaitu pria tua yang ada di depan nya.
Tidak ada identitas sama sekali yang bisa di temukan oleh anggota Ghost Lion, karena dark sendiri juga tidak mengetahui jati diri nya sendiri. Dia sejak kecil berada di jalanan hingga saat ia memasuki kalangan ghost lion dia sudah memiliki bar sendiri.
Tentunya si pria tua ingin membantu untuk mencari tau identitas ghost lion, tapi di tolak mentah-mentah oleh Dark.
"Dark, bagaimana menurut mu? Apakah zkuta akan memburu langsung pemimpin black Sky atau keturunan nya terlebih dahulu?" tanya pria itu. Sejak Dark menjadi asisten si pria tua, pendapat Dark adalah salah satu yang paling penting.
"Jika anak itu adalah yang terpenting bagi hidup pria itu, kita bisa melumpuhkan nya terlebih dahulu. Dan bukan kah anak itu kelemahan Zevano juga, sekali mendayung terlampaui dua pulau bukan tuan?' jawab Dark. Namun wajah nya tidak menunjuk kan ekspresi apa pun.
Tap tap tap
Pria tua itu bertepuk tangan mendengar jawaban dari Dark. "Tidak salah aku menjadi kan mu sebagai asisten ku," seru pria tua itu merasa bangga akan jawaban dari bawahan nya.
"Baik, kita akan mulai dari sana." Sejenak tidak ada suara di ruangan itu.
"Bagaimana dengan diri mu? Apakah sudah mempunyai kekasih? Ayolah, kau masih muda, dan seperti nya aku tidak pernah melihat mu menikmati dunia malam bersama dengan wanita mana pun."
Pria itu beralih topik dan membahas tentang diri Dark. "Maaf Tuan, saya belum memiliki waktu untuk itu."
"Malam ini kau bebas, aku akan memberi kan mu waktu agar memiliki waktu bersama para wanita nanti nya." Pria tua itu tampak berbalik dan memberikan kode mendorong kursi roda nya.
"Terimakasih Tuan," jawab Dark di tengah ia mendorong kursi roda itu.
__ADS_1
Hayo tebak siapa Darkπ€
**
"Dia adalah kakek mu Shine, daddy dari mommy mu," jawab Rhadika setelah mengalihkan pandangan nya dari Ella yang sedang berdiri di tangga.
"Grandpa? Kenapa mommy tidak menulis kan nya di buku diary nya? Mommy sama sekali tidak memberitahu kan ku tentang keberadaan grandpa seperti ke beradaan daddy," jawab Shine.
Dia seperti orang dewasa yang waspada agar tidak di bohongi. Zevano kembali mendekat dan memeluk cucu nya. Dia juga kembali sedih ketika di ingat kan tentang putri nya.
Air matanya juga tumpah begitu saja.
"Wahhh, jadi dia adalah kakek mu Shine. Berarti kau memiliki keluarga baru lagi Shine. Akan tambah menyenangkan lagi nanti karena mansion ini akan bertambah masyarakat nya," seru Ella di tengah keadaan yang terjadi.
Semua orang yang awal nya fokus pada Shine dan Zevano kini beralih perhatian nya ke pada Ella yang tiba-tiba berbicara dengan ceria.
"Dan siapa kau?" tanya Zevano lagi.
"Ma... ma... af Tuan, saya adalah pengasuh dari Tuan kecil Shine," jawab Ella tergagap karena tatapan tajam yang di tujukan pada nya.
"Berhenti lah dad, aku bisa mengurus keluarga ku sendiri. Shine akan tetap tinggal di sini," jawab Rhadika.
"Tidak, apa pun yang kau katakan, mau atau tidak aku akan membawa Shine pergi dari sini. Jika kau memilih dengan cara kekerasan aka ku layani dengan senang hati," jawab Zevano dengan tegas.
Pengawal Zevano yang seakan mengerti dengan ucapan tuan nya langsung mengangkat senjata dan mengarah kan nya pada pengawal mansion yang sedang mereka tempati saat ini.
Tak kalah sigap, pengawal Rhadika juga mengeluar senjata mereka tanpa menunda waktu.
Rhadika juga berdir, namun pria itu tetap santai di bawah tekanan yang di berikan oleh ayah mertua nya. "Jika itu memang mau mu, akan ku layani dengan senang hati," jawab Rhadika.
__ADS_1
Keadaan semakin memanas, namun tidak ada yang berani untuk memulai pertempuran.
"CK, ada apa dengan kalian? Bukan kah kalian itu seorang jenius? Tapi sayang jalan otak kalian sangat lah minim. Kenapa kalian memutus kan sesuatu tanpa bertanya pada orang nya sendiri?"
Tiba-tiba suara tegas Ella memecah kan suasana yang ada di sana.
"Bukan kah sebaik nya kalian bertanya dulu pada orang nya? Apa dia tidak mempunyai hak atas diri nya sendiri? Apa dia tidak punya hak untuk memilih? Maaf saya lancang," seru Ella kemudian beranjak pergi dari sana. Namun wajah itu terlihat sudah memerah, entah itu karena rasa marah atau hal lain nya.
Ella terlihat berlari kecil ke arah kamar nya.
Setelah sampai di ruangan yang lumayan cukup b Dar untuk seorang pengasuh di mansion ini, dia langsung mengunci pintu dan terduduk di lantai.
Yah, lagi-lagi dia mendapat kan kejutan di saat dia sudah di kira tiada dari bumi. "Jadi, dad ku sendiri lah yang menikah kan aku. Kejutan yang luar biasa. Tapi bagaimana dengan mom ku? Apa kah aku memiliki seorang mommy? Tapi paman Zevano sama sekali tidak pernah membawa seorang wanita ke mana pun." Ella berbicara dengan diri nya sendiri.
Dia tidak sedih atau merasa seperti anak terbuang setelah mendapat kan kabar sebelum nya, dia ya kin dad Zevano bukan lah orang seperti itu.
Dia menarik napas sebentar dan menghirup udara dalam dalam. Dia kembali keluar dan menuju ruangan di mana kumpulan orang orang tadi masih di sana.
Saat Ella ingin memasuki ruangan itu, terdengar sebuah pertanyaan, pertanyaan itu keluar dari mulut Rhadika.
"Tergantung pada mu, kau memilih tetap di sini bersama daddy atau ikut grandpa mu?" Rhadika tidak punya pilihan lain, benar apa yang di katakan oleh Ella bahwa ini adalah hal si kecil.
Shine tampak diam sebentar. Kemudian dia berjalan ke arah pan Zevano dan minta di peluk.
Ella yang di atas sana tentu saja merasa sedih, bagaimana tidak dari reaksi Shien nampak anak itu akan ikut dengan tuan Zevano. Begitu juga dengan Rhadika, dia merasa kecewa dengan diri nya sendiri, ternyata anak nya sendiri lebih memilih orang lain dari pada diri nya sendiri.
Jangan lupa like nya πππ
Horas βββ
__ADS_1