
Rhadika langsung memeluk posesif pinggang ramping Ella. "Tersenyum lah Baby, jangan pasang wajah tertekan mu," bisik Rhadika. Ella tersenyum kikuk pada awal nya, namun lama kelamaan Ella bisa memasang senyum manis nya.
Ella yang di beri kan peringatan juga berjinjit dan merendah kan tubuh Rhadika. Dika yang mengerti kode yang di beri kan Ella ikut juga menunduk agar tinggi nya sama dengan Ella.
"Bukan kah anda juga sudah punya anak Sayang, saya pikir tebar pesona anda sudah berlebihan dan paling utama sudah berumur," bisik Ella.
Para hadirin di buat menjerit karena kedekatan dua sejoli yang menjadi pusat perhatian di acara malam itu.
Rhadika tentu saja tak mau kalah dari Rhadika. "Tua kata mu Baby, jangan salah bahkan aku bisa menghabisi mu di ranjang sampai pagi!" balas Rhadika sukses membuat Ella skakmat dan memerah wajah nya.
Dia hanya membalas pria itu dengan cubitan di perut Rhadika kemudian tersenyum untuk menyembunyi kan wajah malu nya.
Pandangan Ella tertuju pada kue rasa stroberi yang berada di salah satu meja di sana. Rhadika menyadari arah pandangan istri kecil nya. Dia langsung menarik Ella ke arah sana.
Tiba-tiba seorang wanita berdada besar datang dan mendekat ke arah mereka. Wanita itu memakai pakaian minim dan hanya memakai bera yang menutupi seperempat dari buah dada nya di lapisi dengan kain tipis mewah. Perut rata wanita itu pun di biar kan terbuka. Rok span panjang wanita itu memperlihat kan paha wanita itu hampir menunjuk kan milik nya.
Ella sungguh ingin muntah melihat wanita itu. Dia habis pikir bagaimana seorang wanita bisa mengguna kan segala hal hanya untuk bisa menarik perhatian seorang pria.
"CK, aku juga punya perut rata, hanya saja milik ku tidak sebesar punya nya," batin Ella.
"Tuan, apa anda butuh di temani?" tanya wanita dengan genit sambil memandang remeh ke arah Ella yang sama sekali tidak menunjuk kan kemolekan tubuh nya.
Rhadika diam, dia menunggu seseorang untuk membalas ucapan wanita di depan nya. Namun sayang, Ella Sama sekali tidak berbicara dan hanya melihat tajam wanita itu.
Terpaksa Rhadika yang buka suara.
"Menyingkir lah dari hadapan ku jika masih ingin hidup bit ch," sentak Rhadika dengan dingin. Tatapan itu membuat wanita berdada besar merinding, tatapan dari kedua orang di depan nya sama-sama menyeramkan kan.
Setelah wanita berdada besar itu pergi, dengan kesal Ella berjalan ke arah meja di mana kue itu ada di sana. Ella memotong kue itu dengan kesal dan memasuk kan nya ke dalam mulut dengan asal.
Rhadika dengan Abar mengikuti wanita nya dan membersih kan mulut Ella yang belepotan. "Baby, di lanjut kan nanti saja yah, kita harus mengucap kan selamat dulu pada pemilik pesta," ucap Rhadik sambil mengelus rambut nya.
Dengan patuh Ella mengikuti permintaan Rhadika. Sedang kan sejak tadi Max harus menyingkir kan para anjing penjilat yang ingin dekat dengan tuan nya, dia harus selalu berdiri di dekat pria itu.
Setelah Rhadika memberi kan salam ke pada pemilik pesta, Rhadika kembali membawa Ella ke tempat kue sebelum nya, namun wajah wanita itu tetap sama terlihat gelap. Hanya saja ketika mengata kan selamat tadi, wanita itu tersenyum dan sangat berbeda dengan saat ini yang penuh dengan kekesalan.
"Ada apa Baby?" tanya Dika bingung melihat wajah Ella yang tidak menyenang kan sejak tadi.
"Tidak ada!" jawab Ella.
Rhadika memilih untuk diam dan memotong kue untuk Ella. Wanita itu lagi-lagi memakan kue itu dangan asal membuat Rhadika menghela napas.
"Kamu juga makan!" bentak Ella membuat Rhadika kaget. Max juga memandang Rhadika, "CK, suami di bawah komando istri," batin Max.
Terpaksa Rhadika ikut memakan kue stroberi yang di depan nya. Dia tidak terlalu suka, tapi melihat wajah istri nya dia tidak ingin membuat mood nya lebih buruk lagi.
Seorang wanita lagi-lagi datang ke tempat di mana Rhadika dan Ella duduk di sana.
"Selamat malam Tuan Rhadika," sapa seorang wanita yang membuat mood Ella semakin buruk.
Rhadika yang melihat siapa wanita yang menyapa nya hanya menatap datar wanita yang sedang tersenyum ke pada nya.
"Selamat malam Nyonya Browns," sapa wanita itu lagi. Ella menatap ke arah Rhadika ketika mendapat panggilan Nyonya. Namun Ella malas menjelas kan siapa diri nya saat ini, Toh juga dia adalah memang Nyonya Browns.
Ella menatap penampilan wanita yang memasang senyum manis nya sejak tadi.
"Perkenal kan Nyonya, saya Rosa. Sekertaris dari partner bisnis tuan Rhadika," Rosa memperkenal kan diri nya.
Tiba-tiba suara dari panggung terdengar suara host yang mengumum kan bahwa sudah waktu nya sesi dansa. Dan yang lebih membuat Rhadika mals adalah, diri nya di panggil untuk berdansa karena dia adalah undangan utama di pesta itu.
"Aku tidak bisa berdansa!" ucap Ella ketus sebelum Rhadika mengajak nya. Max tertawa dalam hati. "Hidup mu memang di persulit mulai dari sekarang Rhadika," batin Max.
"Tuan, jika berkenan saya bisa menjadi pasangan dansa anda," ucap Rosa di dengan penuh harapa. Dari wajah nya saja Ella bisa melihat wajah penuh damba akan suami nya.
Mau tak mau Rhadika menwrima ajakan Rosa. Mata Ella membulat, Max yang berada di samping Ella bingung melihat ekspresi wanita itu.
"Max apa aku tidak salah lihat, pria mesum itu menerima aja kan si Rusa itu?" tanya Ella berkacak pinggang.
__ADS_1
"Nona, tadi anda sudah ingin di ajak Tuan, tapi Nona terlebih dahulu menolak," jawab Max sabar.
"Masih ingin bukan? Dia tidak mengajak sama sekali kan. Tidak memaksa atau membujuk ku bukan? Dasar tidak peka!" kesal Ella.
Max menghela napas. "Astaga, serba salah," batin Max.
Ella memilih pergi dari sana, dia malas melihat dua orang yang sedang menari cantik di panggung sana. Ella memilih pergi ke taman belakang di mana tidak ada satu orang pun di sana.
"Jangan mengikuti Max!" perintah Ella kemudian bepergian. Setelah sampai di sana Ella menghirup oksigen dengan dalam. Dia merasa penat berada di balkon party tadi.
Tiba-tiba Ella mendengar suara mende sah dari seorang wanita.
"Aaahhh, emmm, enakk, lebih cepat," suara seorang wanita di balik tembok yang berada di sana.
Ella merasa ngeri mendengar itu, semakin Ella tidak mempeduli kan suara itu semakin suara itu mendayu-dayu.
"Ahk sial," batin Ella.
"Pergilah, aku sudah selesai memakai mu," tiba-tiba Ella mendengar suara wanita yang seperti nya pernah di dengar nya.
Seorang pria muda keluar dari tembok itu di ikuti seorang wanita berdada besar.
"CK, dia rupanya, tepat sekali sebagai pelampiasan" batin Ella.
Wanita itu menatap Ella dengan datar.
"Cih bit ch. Apa kau sudah di buang Tuan Rhadika!" ucap wanita berdada besar itu meremeh kan Ella.
Ella melihat sekitar nya, tidak ada orang sama sekali. Dia tidak perlu Manahan diri nya sama sekali.
Max yang melihat dari jauh memilih diam di tempat, itu urusan sesama wanita buka? Dan jika ada sesuatu yang janggal nanti nya dia akan cepat bergerak.
Ella tersenyum smirk melihat wanita berdada besar di depan nya.
PLAK
"Jaga mulut mu, wanita murahan. Jangan *** *** teriak *** ***," ucap Ella tersenyum smirk.
Wanita berdada besar mengangkat tangan nya hendak membalas tamparan Ella namun tangan itu segera di tahan Ella.
Dengan kasar Ella menghempas kan tangan itu. "Kau bukan lah tandingan ku, cih, kau hanya mengandal kan dada besar hasil operasi mu untuk menjadi seorang *** ***," ejek Ella.
"Tutup mulut mu sialan, setidak nya aku bisa tidur dengan orang kaya," jawab wanita itu sambil memegang pipi nya yang sudah memerah.
"CK, mengaku juga kau seorang *** ***!" ucap Ella.
"Cih, kau juga hanya seorang budak ranjang bukan? Aku tau tuan Rhadika sangat mencintai istri nya, kau hanya lah pelampiasan ranjang nya. Itu saja kau sudah bangga," Wanita berdada besar itu juga tidak mau kalah.
Ella tersenyum mendengar diri nya di puji. "Terimakasih!" ucap Ella. Mood nya menjadi bagus. Dia pergi meninggal kan wanita berdada besar itu.
Saat Ella berjalan, wanita berdada besar berlari sambil membawa batu untuk memukul kepala Ella.
Max tangan ada di sana berlari. "Nona, awas!" teriak Max.
Ella berbalik dan langsung menendang perut wanita berdada besar itu. Dia sudah tau bahwa wanita berdada besar itu tidak akan berhenti berbuat bodoh.
Wanita berdada besar itu masih berdiri dan memeluk perut nya.
BUG
Ella kembali menendang wajah wanita berdada besar itu.
"ini sebagai tanda terimakasih ku untuk wajah *** *** mu," ucap Ella.
Max hampir jatuh tadi saat berlari karena melihat Ella bisa mengangkat kaki nya hingga menampak kan paha mulus itu. Jika Rhadika mengetahui diri nya melihat tubuh wanita nya bisa di congkel kedua mata nya.
Max melihat wanita berdada besar itu terpental ke rimbunan bunga-bunga.
__ADS_1
"Kau salah melawan singa yang sedang lapar bit ch," batin Max.
"CK, sudah ku katakan jangan mengikuti ku," kesal Ella. Dia kembali ke balkon tempat yang membuat mood nya kembali buruk, apa lagi ketika melihat sepasang manusi yang berada di panggung sana.
"Nona itu kesalahan anda yang langsung menolak Tuan," ucap Max agar mengurangi panas hati Ella.
"Diam lah Max, suara mu membuat ku ingin muntah," ucap Ella ketus membuat Max terdiam tanpa berkata-kata lagi.
Seorang pria nampak memperhati Ella sejak tadi. Wajah wanita itu terlihat kesal membuat diri nya serasa ingin mendekat dan merangkul wanita itu.
Hati nya berdesir melihat kecanti kan Ella. Sama seperti wanita yang di sukai nya dulu, selalu memakai pakaian tertutup. Meski bawahan nya memiliki span, tpi tidak terlalu tinggi.
Dia melihat tatapan wanita itu fokus ke pada pria yang akan menjadi saingan nya. Dia juga melihat siapa wanita yang menjadi pasangan dansa pria itu.
"Rosa? Bagaimana bisa dia sampai di sini? Bahkan dia bersama pria itu," batin pria yang heran melihat wanita yang pernah menjadi bawahan nya sudah berdiri di salah satu panggung party.
Pria itu tersenyum, "akan lebih mudah jika berpartner dengan wanita itu," batin pria itu.
Kemudian dia mencoba untuk mendekat kan diri ke arah Ella, jika di tolak tidak masalah bukan? Hanya mencoba lagi, di tambah sekertaris dingin yang berada di sana, pria itu terlihat tetap berusaha.
"Permisi Nona," ucap pria itu.
Max langsung menghalangi pria itu. Ella melihat ke arah pria yang menyapa nya.
"Seperti nya aku pernah melihat pria ini," batin Ella sambil mengingat ingat wajah pria itu.
"Ah, di mall," batin Ella setelah beberapa saat menginga siapa pria itu.
"Silah kan pergi Tuan, anda tidak di perboleh kan mendekat ke arah sini," jawab Max
Rahang Rhadika mengeras di sana melihat Ella di dekati oleh seorang pria. Dika tidak bis melihat wajah pria itu karena membelakangi panggung.
"Diamlah Max, apa aku juga tidak boleh berbicara kecuali dengan mu? Kau saja seperti pocong yang jarang berbicara," ucap Ella.
Pria yang menyapa Ella hampir tertawa mendengar ocehan wanita incaran nya.
"Ada apa Tuan?" tanya Ella.
"Mau beranda dengan saya?" tanya pria itu
Ella berpikir sejenak. Dia tersenyum dalam hati " Dia pikir hanya dia yang bisa membuat hati ku panas?" batin Ella.
Ella mengangguk mengiya kan permintaan pria itu. Dengan gaya ala Romeo dan Juliet, pria itu menengadah kan tangan nya dan membawa Ella ke panggung.
Saat sampai di panggung tepat di samping Rhadika dan pasangan nya, pria itu mulai memegang pinggang Ella. Ella mendekat dan berbisik ke arah pasangan danza nya.
"Sebenar nya aku tidak bisa berdansa Tuan," bisik Ella.
Rhadika semakin panas hati nya ketika melihat sang istri berdekatan dengan pria lain. Bahkan dia menyangka saat Ella berbisik mereka melaku kan ciuman.
Terlebih ketika Dika melihat wajah pria itu.
"Breng sek sialan," batin Dika melepas kan tangan Rosa yang memegang tangan nya.
Max yang melihat itu merasa was-was.
"Habis lah kau!" batin Max kasihan melihat pria itu.
Para tamu undangan yang melihat Rhadika mengehenti kan acara dansa nya merasa heran. Apa lagi tatapan menyeram kan itu. Mereka berpikir apa ada kesalahan dalam pesta ini?
Rosa yang dengan tiba-tiba di lepas kan tangan nya merasa malu. Wajah nya terlihat sedih karena merasa di permalu kan.
Para hadirin merasa iba melihat Rosa yang di permalu kan seperti itu.
Jangan lupa like nya 😊👍👍
Horas ✋✋✋
__ADS_1