
"Mmmm, bisa kah kau berhenti. Ah...ahh, pekerjaan mu selalu membuat tubuh ku remuk," kesal Ros ketika suami nya mulai menciumi tengkuk nya.
"Baby, itu adalah hal menyenang kan. Kenapa harus di lewat kan?" ucap Dika menggoda sang istri.
"Kaki mu saja belum sembuh, kau memang pria banteng yang selalu menjelajahi tubuh ku," kesal Ros.
Dika membalik kan tubuh Ros ke atas meja yang berada di sana.
Saat ini mereka berada di dalam walk in closet, mereka harus menghadiri acara yang telah di persiap kan oleh ayah Dika untuk menyambut kedatangan diri nya dan sang putra, sebagai ucapan syukur kebahagiaan mereka.
Entah mengapa melihat wajah kesal Ros saja sudah, Dika sudah bergairah. Apa lagi ketika mengganti pakaian nya dengan dress nya saat ini.
Ros mendorong sang suami dan turun dari meja. Perlahan dia membuka satu persatu pakaian nya. Wanita itu sengaja menggoda sang suami, tapi di barengi dengan perintah nya.
"Sekali saja kau menyentuh ku, aku akan marah dan pernah dingin dengan mu. Jaga jarak tiga meter," perintah Ros.
Diam tersenyum smirk.
"Otak kecil mu memang tidak berfungsi Baby," batin Dika.
"Di terima Baby, sebalik nya jika kau meminta ku mendekat sebanyak satu meter, kau harus berserah pada ku. Deal," tanya Dika tersenyum.
Jelas saja Ros tidak mau kalah, untuk apa dia akan meminta sang suami mendekat. "Bodoh!" batin Ros.
"Of course Deal!" seru Ros dengan lantang membuat Dika tersenyum licik. Hal itu membuat Ros waspada. Tapi itu urusan belakangan.
Perlahan, Ros membuka kaos over size nya hingga menolak kan dua bongkahan milik nya. Ros sangka membuka nya dengan sensual.
Rhadika semakin merasa panas di sana, dia mengepal kan tangan nya untuk menahan hasrat nya.
"Sayang, tahan diri mu," ucap Ros tersenyum mengejek.
Dia kemudian menunduk ke arah Rhadika membuat tonjolan di dada Rosaline mengejek ke arah Rhadika.
Pria itu melihat tahi lalat yang sangat menggoda iman Rhadika.
"Baby, jangan menyiks aku selagi aku masih baik," suara serak itu terdengar sudah mulai berat.
"Benar kah, tapi imbalan nya kita akan pernah dingin Sayang jika kau mendekat. Kah mau?" ucap Ros sambil membuka celana hot pans nya hingga menampak kan paha mulus nya.
__ADS_1
"Ahhh, kenapa sulit sekali," ucap Ros sedikit mengeluar kan suara pemersatu bangsa.
visual yg cocok dengan kelakuan pemersatu bangsa Rosaline.
Rhadika sudah mulai gelisah, keringat di dahi nya sudah mulai terlihat karena dia merasa kan sesak di milik nya.
Ros berdiri tegak dan berpose pasarah ke arah Rhadika.
S
"Seperti nya aku menang sayang," ucap Ros mengejek ke arah Rhadika.
Ros keluar dari walk in closet dengan santai, Rhadika mengikuti nya. Dia mengunci walk in closet dengan mengguna kan pin yang sudah baru. Kemudia dia mengunci pintu kamar dengan pin baru juga. laku duduk di sofa menjaga jarak dari Rhadika
Ros heran melihat itu, tapi dia tidak terlalu peduli.
Dia naik ke atas ranjang dan melakukan pose bermain di atas sambil menggoyang kan pinggul nya. "Ah..ahh, apa seperti ini biasa nya pose itu Sayang?" tanya Ros tersenyum cerah ke arah suami nya.
"Waktu kita lima menit lagi Baby," kita akan terlambat," ucap Dika.
Bersamaan dengan itu ponsel Ros mendapatkan bebrapa pesan dari ayah mertua nya.
Dia langsung menggunakan dress nya.
"Sayang tolong ikat," pinta Ros.
"Apakah kau yakin? Ku rasa itu membutuhkan waktu satu jam," kini giliran Rhadika yang akan menggoda istri nya.
Mata jernih Ros membulat, dia masuk ke dalam permainan nya sendiri. Dia lupa bahwa dress nya adalah warp dress yang harus di ikat bagain belakang nya, namun catat bukan wrap dress biasa yang terbuka, itu sengaja di buat tertutup.
Dika tersenyum smirk melihat wajah Ros yang syok.
Dengan perlahan Ros mendekat ke arah Rhadika. Dia sudah memikirkan cara yang matang untuk menghindari sang suami.
Dia sudah berpikir akan mengganti dress nya, namun dia sudah mencoba pin walk in closet, pun nya sudah di ganti begitu juga pintu kamar. Dia harus mencari cara lain.
"Sayang, aku sudah lapar. Kau sendiri tau bukan, kira belum makan sejak pagi tadi. Aku sudah lapar. Jadi tolong ikat," pinta Ros membelakangi sang suami. Berharap akting nya berhasil.
Dika bangkit dari duduk nya dan berdiri di belakang suami nya.
__ADS_1
Dia meraih tali dress milik ang istri, Ros tersenyum gembira.
Diam mendekat kan kepalanya ke ceruk leher sang istri, "tidak ada negosiasi Baby, kau sudah menyiksaku. Giliran ku kali ini. Pilih, gaun mu rusak atau kau buka baik-baik," ujar Dika dengan suara berat nya sambil menghembuskan nafas panas nya membuat Ros mengerang.
Tangan Dika tidak tinggal diam, tangan nya sudah memain kan bukit istri nya dengan lembut membuat Ros tidak bisa menahan suara pemersatu bangsa.
Ros tidak ada pilihan lain, dia melepas kan dress-nya sendiri. Dia masuk dalam permainan bodoh nya. Ternyata sang suami bukan lah lawan yang mudah.
Dika juga dengan cepat membuka pakaian nya hingga tidak tersisa satu pun.
ARos diangkat ke meja yang berada di sana.
"Jangan menantang ku Baby, otak kecil mu belum sanggup bersaing dengan ku," ucap Dika.
Ros yang menatap ke arah sang suami yang sudah telanjang bulat.
Mulut nya menganga melihat benda tumpul yangs selalu membuat sudah berjalan.
"Ternyata masih sama, besar dan berurat," batin Ros.
Melihat pandangan istri nya, Dika langsung mengarah kan tangan Ros ke benda tumpul milik nya. "Besar bukan?" tanya Dika. Wajah Ros langsung memerah.
"kau ingin pemanasan agar kita lama dan terlambat atau langsung saja baby?" tanya Dika. Dia juga sebenar nya sudah tegang dan tidak bisa menahan, tapi pendapat istri nya lebih penting dari segala nya.
Ros terlihat berpikir sebentar. Dia akan mengecewakan ayah mertuanya nanti.
"Langsung saja sayang," ucap Ros. Dia juga sudah di penuhi gairah.
"Di terima Baby," ucap Dika. Dia langsung mmeras keringat di sana. Suara pemersatu bangsa memenuhi ruangan itu.
Bah kan Ros merasa diri nya di siksa habis-habisan dengan tapi waktu yang singkat.
Inilah seorang Rhadika, banteng yang siap menerjang di waktu sulit dan waktu yang singkat. Dia sengaja tidak meninggal kan bekas apa pun agar tidak membuat sang istri malu Karan jejak nya. Dia tau istri kecil nya ini sangat tidak nyaman menjadi pusat perhatian.
Akhirnya mereka pergi ke pesta dan merayakan kembali nya Rosaline dan Shine. Semua bertepuk tangan ria, dia perusahaan raksasa di satu kan dengan pewaris yang tak kalah kuat dari Dad nya.
Hidup Dika dan Ros bersama putra tunggal mereka mengalir seperti air tanpa musuh besar yangs selalu mengincar nyawa Mereka.
Bonus Part nya yah ges
__ADS_1
Cemungut baca novel berikut nya 😊