Perjuangan Cinta Tuan Mafia

Perjuangan Cinta Tuan Mafia
Part 43


__ADS_3

"Paman, bagaimana dengan dad dan mommy?" Shine sampai dengan selamat di mansion, tidak ada yang mengejar Shine karena keahlian Max mengelabui musuh.


"Tenang Shine, ini bukan lah diri mu yang sebenar nya. Bukan kah kau selalu bersikap tenang di atas masalah apa pun?" Dengan hati yang sabar dan nada yang selembut mungkin Max berusaha membuat Shine mengerti akan keadaan.


Max juga sebenar nya tau tuan nya bisa menjaga diri, tapi jika di suruh untuk menenang kan orang, dia tidak akan bisa, apa lagi orang yang di depan nya adalah seorang anak kecil yang biasa nya bersikap dewasa kini benar-benar bertingkah di luar nalar Max.


Apalagi anak itu, terlihat menahan tangis nya saat ini membuat Max bingung harus menghadapi nya bagaimana. Max tidak ada pilihan lain, dia harus meminta bantuan pada wanita yang sudah mulai di hindari nya sejak lama.


Dia mengambil ponsel nya dari saku dan langsung menelepon Clasy. Satu, dia kali, ponsel di seberang sana terus saja berdering.


Clasy melihat siapa yang menelepon nya dan dia abai saja. Dia tetap me lanjut kan pekerjaan nya di depan laptop milik nya.


Begitu terdengar deringan ponsel yang ke tiga, Clasy nampak mulai tertarik dengan ponsel itu.

__ADS_1


"Apa ada sesuatu yang sangat penting?" batin Clasy kemudian mengambil ponsel nya.


"Ha...,"


"Cepat datang ke mansion Browns, ada masalah," jawab pria di seberang sana langsung memotong pembicaraan Clasy.


Tanpa banyak bicara, Clasy langsung berdiri dari duduk nya dan membiarkan pekerjaan nya yang belum selesai tergeletak begitu saja di meja itu. Dia juga tadi seperti nya mendengar suara menangis anak ke mcil dan ya suara itu adalah suara si kecil Shine.


Sesampai nya di masion Browns, Clasy memarkir kan begitu saja mobil nya di pintu mansion itu. Dia terlihat tergesa-gesa sambil berlari melewati para penjaga yang menunduk ke pada nya.


"Di mana? Di mana Shine dan Ella?" tanya Clasy sambil ngos-ngosan dan melihat sekitaran ruang tamu yang ada di sana.


Ternyata Shine sedang duduk dan sudah mulai sibuk dengan iPad mini nya.

__ADS_1


"Berhenti lah panik Bunda, panik mu tidak akan bisa menyelesaikan masalah Bunda. Kita tunggu saja kabar dari Daddy dan anggota nya," jawab Shine tapi tidak mengalih kan pandangan nya dari gadget yang ada di tangan nya.


Clasy menjadi bingung, dia menggaruk kepala nya yang tidak gatal sama sekali. Dia terlihat bodoh dan ikut duduk di sofa.


"Apa aku saja yang berlebihan atau bagaimana? Jelas-jelas tadi aku mendengar suara di Max sialan ini begitu datar dan benar-benar serius, aku juga mendengar suara Shine yang menangis tadi," batin Clasy sambil melihat ke arah Max dan Shine. Dia terlihat seperti orang bodoh yang hilang arah.


"Cih, tadi saja tangis nya paling keras, sekarang sok-sok menasehati orang dewasa. Anak zaman sekarang," batin Max sambil menggeleng-geleng kan kepala nya kecil.


Jangan lupa like nya 😊👍👍👍


Singkat dulu teh 🙏🙏


Horas ✋✋✋

__ADS_1


__ADS_2