Perjuangan Cinta Tuan Mafia

Perjuangan Cinta Tuan Mafia
Part 58


__ADS_3

Max bersama dengan Clasy sudah mendarat di negara Spanyol. Mereka segera menuju markas utama di mana Darren sudah berada di sana untuk mengobati Max.


Yah hari ini full day Darren harus mengurus iblis-iblis yang tidak tau diri itu sama sekali. Dan yang paling membuat nya kesal adalah dia tidak bisa keluar dari rumah sakit itu karena gelar nya sebagai dokter akan menjadi pengangguran.


Clasy juga ikut ke sana untuk melihat Max di obati, namun sejak tadi mereka berdua tetap diam tidak saling bicara.


Saat tadi nya di pesawat, Clasy melihat Max di samping nya dia tidak buka suara atau berkomentar dan semacam nya, dia tetap diam dan bersandar di tempat tidur sambil memain kan ponsel nya.


Begitu juga Max, dia abai dan tidak peduli saat melihat Clasy sedang duduk bersandar di sana. Pada hal Clasy berharap penjelasan dari Max.


Sesampai nya di markas tetap begitu juga, Darren yang banyak bicara mulai bercanda ria dengan Clasy dan di tanggapi Clasy juga dengan baik. Namun aneh nya saat Max di obati oleh Darren, Clasy hanya diam terus tanpa bertanya atau pun atau membantu Max ketika membuka kameja nya.


Setelah dari markas dan sudah di obati, Max dan Clasy menuju mansion Browns. Tetap tidak ada yang buka suara dan saling diam satu sama lain.


Shine lah yang pertama kali menyambut kedatangan Clasy dan Max di ikuti seorang pria asing bukan penghuni mansion membuat langkah Max sempat terhenti saat akan masuk ke mansion Browns.


"Anderson? Apa yang kau laku kan di sini?" tanya Clasy dengan heran melihat kedatangan pria itu. Pria yang ikut merawat Shine sejak kecil.


"Ayah datang ingin melihat bunda, ada sesuatu yang ingin di tanyakan kata nya," bukan Anderson yang menjawab melain kan Shine. Anak itu sekarang sudah mulai terbuka dengan orang-orang dekat nya sejak Ella menjadi pengasuh nya.


"Apa kau baik-baik saja Clasy? Apa ada yang sakit?" tanya Anderson berjalan menuju Clasy yang masih di luar pintu mansion di mana Max juga ada di sana. Tatapan nya lebih dingin dari sebelum nya.


Clasy tersenyum pada Anderson karena dia juga sudah rindu pada pria itu teman seperjuangan nya.


"Hmmm, apa kau baik-baik saja?" tanya Anderson menarik tangan Clasy dan meninggal kan Shine dan Max di sana.


"Ishh, ayah Shine juga rindu pada Bunda," malas Shine mengikuti langkah dua orang dewasa yang ada di depan.


Max yang ada di sana tidak jadi masuk ke dalam mansion dan malah pergi menuju lobi. Dia menaiki salah satu mobil yang ada di sana dan pulang ke apartemen milik nya.


Dia bersikeras menaiki mobil ketika mendengar pengawal seti nya biar di supiri saja, tapi pria itu begitu keras kepala dan menolak nya.

__ADS_1


Sesampai nya di apartemen Max, dia mengambil sesuatu dari ruangan khusus. Ternyata itu adalah wine yang ingin di sesap nya. Dia menyang kan wine itu untuk diri nya sendiri. Hanya dia yang berada di tempat itu, cleaning service akan datang sekali seminggu hanya untuk membersih kan apartemen yang jarang di tempat itu.


Dia melihat pemandangan dari apartemen nya. Di sesap nya wine itu secara perlahan, mata nya tajam menatap ke arah depan.


"Tidak ada wanita dalam proses pria," seru. Kemudian dia tidur sebentar sebelum pekerjaan kembali menyerang nya.


**


"Anak kecil, pergilah ke daddy dan mommy mu. Aku malas melihat wajah mu," ucap Anderson dengan kesal karena selalu di ikuti ke mana pun dia pergi membawa Clasy.


Ke ruang tamu, ke ruang keluarga, ke dapur dan terakhir adalah meja makan. Dia sangat kesal melihat iblis kecil itu.


Shine, tentu saja dia masa bodoh dan terus mengikuti mereka. Apa salah nya jika berbicara di hadapan diri nya?


Rhadika dan Ella yang sebelum nya bersikap dingin kini biasa saja di depan Clasy dan Shine.


"Kakak, apa kau baik-baik saja? Kenapa banyak perban?" tanya Clasy yang tidak mengetahui permasalahan yang terjadi di mansion.


"Ada perang kemaren di mansion bunda, da sayang nya bunda harus melawan salah satu pria bertopeng," jawab Shine santai sambil memakan cemilan. yang ada di meja makan itu.


Ella spontan melihat ke arah Shine, si iblis kecil yang selalu menjadi sumber masalah di tenga ketegangan.


"Benar kah? Kenapa tidak memberi tahu Clasy?" tanya Clasy dengan shock. Bagaimana diri nya tidak di ajak dalam hal ini?


Clasy menjadi sedih.


"Apa aku bukan keluarga mu?" tanya Clasy pada Ella.


"Bunda, Shine saja menangis tapi tidak di peluk mommy. Apa menurut bunda Mommy masih sempat menghubungi mu? Aneh!!" seru Max juga dengan santai membuat Clasy skakmat.


Serempak orang yang di sana melihat ke arah Clasy yang secara perlahan menjauh dari Ella dan menahan malu yang amat sangat.

__ADS_1


"Mmm, apa kah anda luka yang dalam. Biar Anderson yang mengobati" saran Clasy pada akhir nya.


"Apa menurut mu dokter ku tidak cukup pintar menangani Ella?" tanya Rhadika dengan dingin.


Karena menurut nya Clasy seperti mengata kan bahwa Dokter yang di minta Rhadika untuk mengobati nya tidak lah sebaik Anderson pria penipu yang ada di depan nya. Ralat, Clasy juga adalah seorang penipu bagi Rhadika.


"Bukan... bukan begitu maksud saya Tuan. Siapa tau Kakak tiba-tiba merasakan sakit," ucap Clasy serba salah. Rhadika tidak menjawab apa-apa lagi dan hanya tatapan sinis yang di dapat kan Clasy.


"Apa yang kau di lakukan datang ke mansion ini? tanya Rhadika dengan dingin menatap Anderson. Mata nya yang tajam sukses membuat Anderson tergagap.


"Aku...aku ingin melihat Shine. Begitu bukan Shine?" tanya Anderson memain kan Maya nya sebelah.


"Hmmm, tapi kalo tidak salah Ayah mengata kan ingin melihat Bunda bukan?" tanya Shine seolah berpikir, namun cemilan itu tidak pernah lepas dari mulut nya.


"Ku mohon tutup mulut mu anak kecil mu anak kecil," batin Ella yang berhasil membongkar kebohongan mereka masing-masing.


"Cih, menjijik kan. Aku tidak menerima mu di sini, pergilah!" ucap Rhadika.


"Kakak, silah kan makan dulu," seru Ella melihat ke arah Rhadika dengan tersenyum manis.


Anderson memiliki peluang saat ini, dia tersenyum manis dan duduk di sana dengan tenang meski hati nya tetap bergetar.


Selang beberapa jam setelah acara makan yang di penuhi aura dingin dari pemilik mansion, Max tiba-tiba datang


Max langsung menunduk, bukan ke arah Rhadika melain kan ke arah Ella.


"Nyo...,"


"Max," teriak Rhadika tiba-tiba bangkit dari duduk nya membuat seisi mansion kaget mendengar teriakan yang begitu keras itu.


Jangan lupa like nya 😊👍👍

__ADS_1


Horas ✋✋✋


__ADS_2