Perjuangan Cinta Tuan Mafia

Perjuangan Cinta Tuan Mafia
Part 81


__ADS_3

Rhadika sudah sampai di markas Black Sky. Dia melihat semua anggota Ghost Lion sudah tidak ada yang menghembus kan napas, markas sudah hening dan dah hanya api besar tempat membakar par mayat lah yang di lihat Rhadika.


Max yang berada di dalam markas sebelum nya keluar dari sana setelah melihat mobil tuan nya sudah datang.


"Apa ini?" tanya Rhadika datar melihat tidak ada lagi masalah di sini.


"Seperti nya mereka ingin mengetahui seberapa besar kekuatan kita Tuan, atau mereka memancing kita untuk di jamu di markas mereka," ucap Max.


"Siap kan pasukan, kita akan memenuhi permintaan mereka," seru Dika mulai berjalan ke markas.


Semua pasukan Black Sky sudah bersiap-siap termasuk pemimpin yaitu Rhadika dan bawahan utama yaitu Max dan Mike. Sedang kan Odion dia bertugas untuk menjaga mansion.


Inilah mereka saat ini sudah siap bertempur. Berkumpul di depan markas Black Sky. Max memimpin pemberangkatan saat ini.


"Tidak ada yang bisa menjamin kalian hidup saat kembali ke tempat ini nanti. Jika ada yang memilih mundur silahkan."


Dengan lantang Max mengata kan itu, tidak ada ekspresi di wajah nya. Hanya wajah datar dan dingin seperti kutub es.


Anderson yang baru saja sampai menjadi perhatian semua orang. Sebagian ada yang mengenal dan sebagian lagi tidak, yang mengenal Anderson begitu heran karena melihat tawanan sang tuan yang dulu kini berada di depan mereka bahkan sangat santai tidak takut apa pun.


"Apa yang kau laku kan di sini?" tanya Dika dengan dingin. Dia tau kakak istri nya itu adalah seorang banci Karena tidak bisa melaku kan bela diri.


"CK, seharus nya kau lebih sopan lagi pada kakak mu," decak Anderson jengah melihat jiwa penguasa Rhadika.


Para anggota Black Sky semakin heran di buat Anderson.


Dika yang mendengar itu menatap tajam ke arah Anderson. "CK, jika bukan karena Adik ku yang meminta ku, tidak Sudi aku datang ke sini," ujar Anderson melempar kan rompi anti peluru pada Rhadika.


Setelah itu Anderson pergi dan meninggal kan markas Black Sky.


Rhadika tersenyum melihat rompi itu. Dia langsung menggunakan nya.


"Ingat, kita yang memasuki wilayah mereka. Jebakan pasti di sedia kan untuk menjamu kita," Rhadika buka suara dan memperingat kan anggota nya dengan singkat.


Max yang selalu menyusun strategi perang sudah mempersiap kan segala nya. Anggota nya sudah di latih semaksimal mungkin.


Pihak Thomas yang sudah mengetahui kedatangan mereka mempersiap kan segala nya untuk membalas dendam pada Rhadika.


Sekejam-kejam nya seorang anak, melihat ayah kandung nya di perlaku kan seperti mayat hidup tentu saja tidak terima. Terlebih lagi pria itu selalu menjadi musuh yang selalu membuat nya sengsara.


Bahkan Markas yang sejak dulu di tempati dan di bangun sudah tidak ada jejak lagi.


Yah, Thomas mati-matian membangun kembali markas Ghost lion di bawah dukungan mafia paling di takuti di Italia.


Pria itu sedang berada di lantai atas markas dengan Dia menatap jauh ke arah depan, seorang wanita tiba-tiba memeluk nya dari belakang dan mengelus milik Anderson.


"Honey, mau bermain dengan ku sebelum melawan musuh bebuyutan mu?"


Thomas berbalik dan melihat wanita di depan nya sudah setengah telanjang. Hanya mengguna kan dalaman saja.

__ADS_1


"Rosa, kau memang seorang *** ***," seru Thomas langsung melahap Rosa. Yah, kedua nya sama-sama budak **** dengan pemikiran dangkal.


"Pasangan gabag cocok," seru Rhadika setelah meletak kan teropong nya. Sial, dia mengingin kan istri kecil nya saat ini.


"Andai kan kau di sini Baby, di tengah peperangan pun aku sempat nya mengingin kan mu," batin Rhadika.


Dia mulai memakai seragam yang sama dengan bawahan nya, begitu juga dengan Max.


Salah satu pengawal melempar kan bom ke arah halaman markas Ghost Lion, pertanda pertempuran akan di mulai.


Anggota Black Sky mulai bergerak mendekat sambil memegang kuat senjata di tangan nya.


"Perhati kan langkah kalian!" perintah Max melalui earphone nya.


Track


Seorang pengawal tiba-tiba melangkah dan menimbul kan sebuah ledakan. Spk Tan semua orang berhenti dan mengarah kan senjata ke sana.


Max maju dan memeriksa apa yang terjadi.


"Hati-hati, mereka menanam ranjau di tempat ini!" peringat Max.


Semua anggota Black Sky menjadi lebih waspada. Masih seratus meter menuju markas Ghost Lion, segerombolan binatang buas bermunculan dari berbagai arah mengelilingi anggota Black Sky.


"Tembak!" perintah Max ketika para binatang itu mulai bergerak.


"Sial, jumlah nya sangat banyak!" ucap Dika.


Benar saja, semua hewan yang berada di sana mulai mendekat ke arah lingkaran yang di bentuk oleh mereka. Ketika para binatang itu mendekat, serempak anggota yang ikut membentuk lingkaran berguling dan melempar kan bom ke arah lingkaran itu.


Bom


Bom menyentuh tanah dan meledak menghancur kan tubuh binatang-binatang liar itu. Semua teratasi, mereka mulai melanjut kan perjalanan, penembak jitu pihak klan Ghost Lion mulai menumbangkan satu persatu anggota Black Sky.


Tentu saja mereka tidak tinggal di, anggota Black Sky juga langsung membalas tembakan itu. Penembak jitu black Sky juga menembaki markas Ghost Lion.


Pertempuran sebenar nya pun di mulai, markas Ghost Lion di sedang dari berbagai arah, tidak semudah sebelum nya melimpuh kan lawan, Rhadika bisa melihat itu. Mungkin karena ikut campur dari mafia Italia itu.


Rhadika menyelip berguling, melompati dan menembaki beberapa orang yang menghalangi nya. Semua nya di basmi tanpa ampun.


Dika yang sudah mengetahui di mana posisi Thomas langsung menjadi kan tempat sasaran utama nya.


Dika berhasil masuk ke dalam ruangan markas utama. Rhadika melihat sekeliling, tidak ada pergerakan. Tiba-tiba peluru dari berbagai arah mulai datang.


Dika mengeluar kan senjata nya dan memanfaat kan dinding kaca di depan nya.


Dia melihat pantulan wajah dan posisi mereka di pantulan dinding kaca, Rhadika langsung berdiri dan mulai menembaki musuh dengan berputar.


Mereka langsung bersih, namu tak terduga peluru menembus paha Rhadika.

__ADS_1


Tepuk tangan tiba-tiba terdengar dari lantai atas.


"Rhadika merasa ka. perih dengan kaki nya, namu. dia tidak bergerak sama sekali seperti merasakan kesakitan dan membalut luka nya. Wajah datar nya pun tetap bertahan.


Thomas meletak kan pistol yang berada di tangan nya, begitu pun dengan Rhadika. Mereka mulai fight satu lawan satu.


Meski pun Dika sudah memiliki satu lubang peluru di kaki nya, itu bukan menjadi kelemahan nya.


Bukti nya saat ini Rhadika berhasil mengunci pergera kan Thomas yang ingin menendang kaki nya yang terkuka.


"CK, lemah!" ujar Rhadika.


Tiba-tiba satu tendangan mendarat di punggung Rhadika menbuat Rjoams lepas dari genggaman nya.


Dika berbalik dan melihat wajah orang yang berani mengotori punggung nya.


"Benar, aku sangat menyukai keperkasaan mu. Dan sial nya aku belum mendapat kan nya, tapi setidak nya aku harus menghabisi mu karna sudah mematah kan tangan ku."


"Selena," ucap Dika menatap tajam wanita itu.


Melihat ada Selena yang menghalangi Dika, dia langsung naik ke atas.


Dika yang ingin mengejar nya di hadang oleh Selena.


Wanita itu sudah memiliki ilmu bela diri yang baik, dia yakin bisa mengalah kan Rhadika.


Sial, ini benar-benar bukan tipe Rhadika. Dia memang sangat senang membunuh wanita Jiak itu tawanan nya, tapi jika bertarung seperti ini dia benar-benar merasa seperti seorang banci.


Selena mulai maju dan melawan Dika. Dengan santai pria itu mulai melayani Selena. Memang ilmu wanita itu sudah termasuk bagus, namu d Engan tidak memberi kan perlawanan seperti ini akan membuang-buang waktu nya.


Dika.mjlai memberi kan perlawanan, namjn dia merasa Janggal ketika akan meninju dada Selena. Tangan Dia terhenti Karena merasa seperti pengecut, Selena tersenyum smirk dan mengeluar kan belati dari pinggang nya dan menyayat tangan Rhadika.


Selena berhasil melukai Dika sang ketua mafia. Dika melihat ke arah pintu berharap Max datang dan mengganti kan posisi nya sebagi pengecut.


Selena kembali maju dan menyerang Dika, dia berhasil menahan tangan wanita itu. Dia ingin meretakkan tangan Selena, namun membuat hukuman pria dan wanita sama itu bukan lah tipe nya.


KRETAK


Tangan Selena tiba-tiba saja patah.


Bukan Rhadika yang melakukan nya, ternyata seseorang melompat dan menyiku tangan itu. Bahka orang tersebut berguling-guling setelah meretak kan tangan Selena.


DIka melihat siapa yang melakukan nya. Mata nya melotot tak percaya.


"Dia bagian ku Sayang, aku akan menghabisi nya. Pergilah, cari musuh utama mu. Selesai kan hari ini, jika tidak kau tidur di luar!" perintah orang itu.


Dika mengangguk bodoh, dia masih tidak percaya dengan apa yang di lihat nya. Dia naik dengan segala kebodohan nya dan hampir tersandung di tangga terutama ketika melihat orang itu membuka Jaket yang menutupi tubuh ramping nya membuat darah nya mendidih.


Jangan lupa like nya 😊👍👍👍

__ADS_1


Horas ✋✋✋


__ADS_2