
Rhadika mulai naik ke atas tubuh sang istri. Bahkan tangan nya sudah berkeliaran ke mana-mana. Ros mulai terangsang dengan gerakan tangan sang suami.
"Baby, boleh kah?" tanya Rhadika dengan lembut. Yah, inilah seorang Rhadika, sebesar apa pun gairah nya dia akan selalu meminta izin ke pada sang istri.
Rosaline mengangguk mengiya kan permintaan sang suami. Dia juga sangat merindu kan sentuhan sang suami meski pun di dalam club mereka sudah melaku kan nya, tapi itu dalam keadaan tak sadar dia tidak tau bagaimana rasa nya.
Setelah mendapat kan izin dari sang istri, Dika memulia aksi nya. Dia kembali menyatu kan bibir nya dengan sang istri, menyesap dan mengabsen satu per satu isi mulut sang istri
Tangan Rhadika tidak tinggal diam, satu tangan nya sudah turun secara perlahan merobek penutup tubuh sang istri. Tangan itu kemudian memijat secara perlahan dada sang istri dari luar penutup nya.
Ros mulai mengeluar kan suara merdu nya membuat Rhadika semakin bersemangat.
Secara perlahan Rhadika mulai mengangkat tubuh sang istri ke dalam pangkuan nya, dan dengan mulus dan tanpa di rasa kan membuka benda yang menghalangi Rhadika menikmati gunung kembar sang istri nya.
Setelah terbuka, Dika membaring kan kembali tubuh sang istri. Bibir Rhadika secara perlahan menyusuri leher sang istri, menyesap lebih dalam dan meninggal kan cup pribadi milik nya.
Tangan satu nya sudah turun menyusuri bagian bawah sang istri dan mengelus dari luar membuat Ros menggeliat tak tentu.
Dika mulai menyesap benda favorit milik nya. Yah, terutama sebelah kanan di mana tanda tahi lalat itu. Mulut nya menyesap put ing sang istri dan tangan nya mengelus tahi lalat itu.
Ros merasa kan rasa nikmat yang sudah di rindukan nya, dia semakin menbenam kan kepala sang suami ke dada nya agar lebih dalam menyesap milik nya.
Rhadika sangat betah berlama-lama di sana. "Ahh..mmmm...ahhh, sayang jangan terus di sana, perih," ucap Ros di tengah rasa nikmat nya.
"Di terima Baby," jawab Dika mulai turun secara perlahan ke perut sang istri. Terkahir adalah tempat yang selalu memberi kan kenikmatan untuk diri nya. Dia mulai memain kan milik istri nya dengan lidah nya.
"Baby, kau sudah basah," ucap Rhadika.
"Ahh...ahhh...Sayang, aku tidak tahan. Cepat masuk kan!" ucap Ros.
"Perintah di terima Baby," jawab Rhadika.
Dengan senang hati Rhadika melakasana kan perintah sang istri.
Dia langsung memposisi kan milik nya di depan milik sang istri. Rhadika mulai mendorong pinggang nya agar milik nya masuk ke dalam lubang kenikmatan itu.
Milik Rhadika lolos dengan sukses dan terbenam di milik sang istri. "Baby, aku bergerak," ucap Dika memberi kan aba-aba.
Ros mengangguk.
__ADS_1
Dengan tempo yang lebih pelan, Rhadika memulai pertempuran panas itu. Sesuai dengan irama, Rhadika menyesuai kan ritme nya. Bunyi percintaan dan teria kan Ros bergema dalam ruangan itu.
Tiba-tiba, terdengar suara teriakan dari pintu.
"Sialan kau Rhadika, setidak nya nyala kan peredam suara ruangan sialan. Dasar tidak tau diri," teriak Anderson dari luar sana. Dia yang sedang lewat dari ruangan itu mendengar suara sang adik nya yang mendayu-dayu membuat nya sangat muak.
"Setidak nya berc inta di mansion mu sialan," ucap Anderson lagi menendang pintu itu dengan kasar berkali-kali.
Rhadika menghenti kan aktivitas nya sebentar. Sedang kan Ros dia merasa sangat malu. Tangan Rhadika menjulur ke sebelah kanan dan menggapai satu tombol. Dia menekan tombol peredam suara.
"Aku sangat malu," ucap Rosaline.
"Anggap saja angin lalu Baby," ucap Rhadika.
Dika yang sudah puas dengan gaya pertama membalik kan tubuh sang istri, Ros kaget karena saat ini tubuh nya menungging.
Dika kemudian mnyodok milik istri nya dari belakang, tangan nya memegang pinggul sang istri agar mengikuti ritme gerakan pinggang nya.
Banyak gaya yang di lakukan Rhadika. Bahkan menaik kan satu kaki sang istri agar bisa menusuk milik istri nya dengan bebas.
Rhadika memang selalu memiliki ide jika berada di atas sang istri. Bahkan meminta sang istri memimpin permainan itu.
Dia mencipta kan gaya baru yang membuat Ros merasa tak masuk akal namun tetap merasa kan kenikmatan yang tak pernah di rasakan nya selama lima tahun ini.
"Sayang, ahh...ahhh...emmm... aku sudah lelah. Kita sudahi saja ahhh...mmm...ahhh. di ronde ini," ucap Ros.
"Ohhh, tentu saja tidak Baby. Aku akan menghukum mu sepuas ku," ucap Rhadika mencabut milik nya setelah merasa kan pelepasan. Dia berbaring di samping sang istri sebentar, Ros merasa aman. Namun belum beberapa menit, tubuh nya sudah melayang.
"Kita akan bermain di ruangan baru Baby," ucap Dika tersenyum senang. Ros merasa kan tubuh nya sudah remuk namun dia tidak bisa menghenti kan aksi gila suami nya. Dika ternyata membawa sang istri ke bathroom.
Beberapa jam dengan gaya yang berbeda, sepasang suami istri itu terus memadu kasih di dalam mansion orang lain. Setelah mereka mwyelesai kan olahraga panas mereka, Ros sudah tertidur. Lagi-lagi Rhadika lah yang mebersih kan tubuh sang istri dan itu menjadi sebuah kesenangan bagi diri nya.
**
Besok hari nya, Max sudah sejak tadi menelepon tuan nya sejak subuh tadi. Ghost Lion bersama dengan rombongan nya sudah menunjuk kan tanda-tanda perang sejak pukul tujuh pagi ini.
Bahkan saat ini, pukul delapan malam, Max sudah menyaksi kan perang di depan nya, dia melihat dari lantai dua. Dia sedang mencari seseorang di antara musuh, namun tidak melihat nya sama sekali, sambil tangan kanan nya terus bolak balik menelepon tuan nya.
"Sial, pasti dia sedang menghabisi Nyonya," ucap Max.
__ADS_1
**
Ros bangun terlebih dahulu bangun dari tidur nya Karena terusik dengan suara ponsel yang sejak tadi berbunyi.
"Sayang ponsel mu," ucap Rosaline menggoyang kan lengan sang suami yang melingkar di perut nya.
"Baby, nanti saja. Aku masih ingin memeluk mu," jawab Rhadika. Dia masih ingin berlama-lama di dalam pelukan sang istri.
"Issss, cepat! Kuping ku sakit. Aku masih ingin beristrihat Karena tubuh ku remuk karena ulah mu. Jika kamu tetap keras kepala, aku yang akan berdiri dan mengambil ponsel nya tidak peduli tubuh ku masih sakit atau tidak," ucap Rosaline mengancam Rhadika
Pria itu mengalah, dia akan selalu kalah dengan ancaman wanita itu.
Dika menggeser tombol hijau yang berada di ponsel itu.
"Apa?" sentak Rhadika.
Max merasa lega di seberang sana.
"Tuan, Ghost Lion sudah menyerang markas, mereka memulia pernah lebih dulu," ucap Max.
"Baik, jaga markas dengan baik. Aku akan ke sana," ucap Rhadika membuat Ros yang tadi nya menutup mata Ki i membuka mata.
"Ke mana?" tanya Ros bersandar di tempat tidur.
Rhadika mengguna kan pakaian nya dengan cepat. "Klan Ghost Lion menyerang markas Baby, aku harus menyelesai kan nya terlebih dahulu," jawab Dika.
"Aku ikut! Rosa alias Selena berada di pihak mereka. Aku mendengar dari Dad Zarich," ucap Ros
"No, jangan membuat ku khwatir Baby. Aku bisa menyelesai kan nya. Tetap lah di mansion Anderson. Anggota Ayah Zevano dan Dad Zarich masih ada di sini," ucap Rhadika.
Ros hanya mengangguk. Rhadika mendekat dan mencium singkat dahi sang istri.
"Aku akan segera kembali," ucap Rhadika meninggal kan Rosaline.
Setelah melihat sang suami pergi, Ros langsung bangun dari tidur nya. "Aku tidak akan tinggal diam," ucap Rosaline sambil berdiri. Wanita itu berdiri, dia hampir saja terjatuh karena rasa sakit di pinggang nya.
"Dia memang benar-benar seekor banteng," ucap Ros berjalan dengan hati-hati.
Jangan lupa like nya 😊👍👍
__ADS_1
Horas ✋✋✋