
Paman Vill tetap melanjut kan pekerjaan nya meski pun Ella yang menyuruh nya, bukan hanya karena itu, paman Vill juga melakukan nya karena makanan itu untuk sang majikan juga.
Namun satu yang mengganjal di hati nya selama dia bekerja."Apa itu hanya sebuah kebetulan saja? Atau memang banyak orang yang mengetahui resep masakan itu? Atau wanita itu hanya ingin meniru Nyonya Rosaline?" Pertanyaan itu selalu muncul di hati paman Vill.
Paman Vill menyiap kan segala sesuatu nya di meja makan di bantu para pelayan. Semua nya lengkap dan sesuai dengan permintaan Ella. Ella juga di sana menata letak makanan nya.
Lagi-lagi paman Vill di buat terkejut. Tata letak makanan itu hampir sama dengan gaya Rosaline dulu. Apakah mata nya yang salah, atau ingatan nya sudah buruk hingga membayang kan wanita di depan nya adalah nyonya nya dulu?
"Aku akan memanggil Tuan dan Shine dulu, setelah itu kita akan bersama, oke. Ah, aku yakin kalian tidak akan mau, seperti biasanya," seru Ella sambil berlalu dari sana.
"Biasa nya," batin paman Vill.
"Wanita ini tidak pernah mengajak kami makan sebelum nya, biasa nya bagaimana?" batin paman Vill.
Tok Tok Tok
Ella mengetuk pintu dengan begitu sopan. Tapi tidak ada guna nya, sudah beberapa menit pintu itu tetap tidak terbuka. Dengan penuh sabar, Ella membuka pintu itu dengan pelan.
Setelah pintu terbuka, dia mengedar kan pandangan nya ke seluruh ruangan yang ada di sana. Pandangan nya jatuh pada seseorang yang tidur di sofa. Dengan pelan Ella menuju ke sana.
Dia melihat wajah tenang pria yang ada di sana. Ella menarik napas, yah dia sangat rindu akan wajah tenang ini, dia sangat rindu untuk menyentuh nya.
Perlahan, tapi pasti Ella berjongkok di depan wajah Dika dan mulai mengangkat tangan nya . Lambat laun tangan itu menuju wajah Rhadika, hampir sampai tapi Ella langsung menarik tangan nya ketika mata melihat mata itu sudah berkedip pertanda akan ada orang yang akan bangun dari tidur nya.
Ella langsung berdiri. "Tuan, makanan nya sudah siap, ayo. Spesial untuk Tuan," seru Ella. Ella tersenyum manis ke arah Rhadika.
Entah kenapa Rhadika merasa kan hati nya aman dan tentram melihat senyuman itu, tapi tentu saja sang ketua mafia gengsi untuk mengata kan nya.
"Aku tidak berminat, aku harus pergi bekerja," jawab Rhadika bangun dari sofa sambil melangkah menjauh dari Ella.
"Tuan, saya mohon hanya sebentar saja, setelah itu aku bisa membantu anda menyelesai kan tugas-tugas Tuan," seru Ella.
Di tengah pembicaraan mereka, ketukan pintu terdengar dari luar. Siapa pun sudah pasti tau dari bunyi ketukan itu.
"Tante, apa masakan nya sudah datang?" tany seorang anak kecil setelah pintu di buka kan oleh paman Vill.
Ella terbengong melihat cara berpakaian anak itu. "Shine, bukan itu milik mommy? Eh maksud nya Tante? Kenapa kau memakai nya, hahahahha. Kau sangat lucu," seru Ella sambil tertawa lepas.
__ADS_1
"Shiene, apa yang kau lakukan? Kenapa kau tiba-tiba seperti gembel?" tanya Rhadika. Wajah itu sama datar nya tadi ketika berbicara dengan Ella.
"Tante benar, anak anak seharus nya harus mempunyai baju berwarna seperti bat man dan spider man, tapi aku tidak punya,' seru Shine di buat selemas mungkin.
"What? Shine memberikan kode," batin Ella. Dia berhenti tertawa.
"Ah sayang, jangan sedih, kita membeli baju baru yang penuh warna bersama daddy oke? Jangan sedih," seru Ella sambil memeluk Shine dan mengusap kepala itu.
Shine nampak tidak menghindar dan malah memeluk balik Ella.
"Drama dua orang ini, apa mereka pikir bisa menipu ku?" batin Rhadika.
"Jangan pernah mengajari putra ku untuk menjadi bodoh Nona Camella atau anda akan saya pecat," ucap Rhadika tegas.
"Sudah ku katakan tidak akan berhasil Tante," bisik Shien di dalam pelukan Ella.
"Bisa kah kita makan dulu?" tanya Shine setelah Ella melerai peluang nya.
Dia akan mencoba segala cara agar bisa keluar rumah dan menikmati bagaimana rasanya berjalan dan berbelanja bersama dengan keluarga lengkap. Anggap saja ini adalah kesempatan untuk Shine, di saat dad nya tidak ingin menikah lagi.
Mau tidak mau Rhadika menerima tawaran itu, jika dari Ella dia bisa saja menolak, tapi jika putra nya, apa boleh buat?
Para pelayan yang berada di bawah yang sedang menunggu sang tuan untuk di layani, melihat cara berjalan ketiga orang itu merasa bahagia. Tapi ada yang merasa iri karena bisa berjalan bersama dengan pemilik mansion. Sedangkan mereka yang sudah bekerja bertahun-tahun, tidak semua di perbolehkan naik ke lantai atas.
Sebagian juga kagum akan kecantikan Ella. Sederhana, namun kali Ella terlihat berbeda karan menggunakan riasan, biasanya tidak.
Shine merasa bahagia di dalam hati nya, "Apa seperti ini rasa nya memiliki ayah dan mommy sekaligus," batin nya.
Setelah sampai di bawah, Rhadika melihat makanan yang ada di meja. Pandangan nya berhenti selama beberapa saat melihat makanan yang ada di meja.
"Aku sudah mengata kan bahwa Tuan akan sangat tertarik pada mpakanan ini. Silahkan duduk" seru Ella.
Sedangkan Shine dia merasa aneh dengan masakan ini.
"Tante, ini masakan apa? Aku baru pertama kali melihat nya," seru Shine sambil mengamati makanan di meja nya. Rhadika hanya diam saja dan terus memperhatikan tingkah laku ke dua orang di meja makan itu.
Yah, kali Rhadika tidak mengatakan apa pun ketika Ella menduduki tempat duduk sang istri. Ada Shine yang harus di jaga perasaan nya, dia juga tau Shine sudah merasa nyaman bersama dengan Ella.
__ADS_1
"Ini adalah masakan asal Indonesia sayang, naniarsik itu nama nya. Ini adalah salah satu makanan adat suku Batak di Indonesia. Shine akan menyukai nya," jawab Ella sambil menyiap kan makanan untuk Shine.
Anak kecil itu merasa aneh, namun dia tetap berniat mencoba nya. Shine nampak mengambil sendok dan pisau kecil yang ada di depan nya.
"No, saya, kau harus memakan nya dengan pakai tangan agar lebih nikmat," seru Ella. Rhadika yang mendengar ucapan Ella menatap wanita di samping nya dengan terkejut.
Kalimat itu, bukan kah itu sama dengan istri nya yang pertama kali memperkenal kan masakan khas Indonesia ini.
"Apa kau yang memasak ini?" tanya Rhadika.
"Tentu saja bukan ?" batin Rhadika. Karena dia ingat betul jawaban sang istri ketika di tanyai Levi adik nya, "Kak, apakah kau yang memasak ini?"
"Tentu saja bukan," jawab Ella.
Rhadika saat ini benar-benar di tengah ke bimbangan. Kenapa banyak kesamaan antara wanita di depan nya ini dengan istri kecil nya?
"Tante, Shien tidak tau cara makan nya," seru Shine karena dia melihat ada di piring nya ada benda putih kecil yang sangat banyak. Dia juga melihat ikan itu memiliki duri yang sangat tajam bahkan bercabang. Seumur-umur, dia tidak pernah memakan itu.
"Hadap ke Tante, aku akan mengurus mu anak kecil," seru Ella. Kini dia mengambil piring di depan Shine. Dia mulai menyuapi ank kecil itu dengan tengan nya.
Shine mau saja, karena dia memang menginginkan hal ini. Dari kecil dia tidak pernah di suapi oleh mommy nya.
"Bagaimana rasa nya?" tanya Ella penuh harap pada Shine.
"Rasa nya aneh, tapi enak,' jawab Shine jujur. Ella tersenyum manis dan melanjut kan Acra menyuap nya. Ella mengingat ada satu lagi bayi besar nya.
"Awas kena duri, pisah kan dulu baru di makan!" ucap Ella kemudian menghadap ke arah Shine.
Rhadika benar-benar menghentikan makan nya. Persis, ini persis seperti dulu. Dia lah yang di layani oleh istri, di suapi seperti Shine saat ini. Dan Levi yang iri ingin juga di perlaku kan seperti itu dan jawaban istri kecil nya dan Ella benar-benar sama.
"Sial, apa yang sebenar nya terjadi," batin Rhadika.
"Wanita sialan." Tiba-tiba seseorang berteriak-teriak dari arah pintu mansion. Bersamaan dengan itu para pengawal terlihat juga di belakang orang itu.
"Berani nya kau mengambil yang seharus itu adalah tempat ku!'"
Jangan lupa like nya 😊👍👍
__ADS_1
Horas