
"Sebenar nya apa hubungan mu dengan ghost lion, berani-berani nya kau menyembunyi kan itu dari ku. Apa kau tidak menganggap ku sebagai sahabat mu, cih," ucap Clasy sambil melipat tangan nya pertanda kesal.
Anderson tersenyum kecil melihat tingkah kekanak-kanakan wanita yang ada di samping nya. "Aku tidak menyembunyi kan apa pun, aku hanya bergabung saja dengan klan itu, hanya untuk bisa melatih diri ku saja. Kau tau bukan ,aku dulu hanya karyawan sebuah perusahaan yang selalu fokus dengan angka uang yang bukan milik ku, jadi jika ingin bala reks Budi terhadap istri mafia harus mempunyai ilmu bela diri juga bukan?" jelas Anderson.
"Terserah, aku hanya kasihan melihat wajah jelek mu itu tambah jelek, kasihan sekali," seru Clasy. Hening sebentar Clasy kembali membuka percakapan diantara mereka.
"Jadi, bagaimana kau bisa berhubungan dengan mafia ghost lion?" tanya Clasy dengan serius.
"Baiklah, wanita memang selalu menang," jawab Anderson. Dia terlihat menatap tidak suka pada Clasy yang terlalu ingin tau. Dia tau itu menular dari siapa, tentu saja dari adik nya si Ella paling kepo.
"Waktu itu saat aku di biarkan keluar dari ruang penyiksaan, aku di berikan uang dan mencari perumahan kecil. Setelah beberapa bulan aku menenangkan diri, aku pergi mencari beberapa tempat-tempat belah diri, namun tidak ada yang cocok untuk ku,' terang Anderson.
Dia menarik napas sebentar. "Tiba-tiba saat aku berjalan ingin menyeberang, seseorang dengan pakaian tertutup, dia merekomendasikan kelompok mafia itu pada ku. Entah lah, mungkin dia sudah sering memasuki tempat tempat bela diri, dan berbalik hati merekomendasikan mafia ghost lion. Dia a...,"
"Siapa orang berpakaian tertutup itu, apakah wanita atau pria?" Clasy yang sejak tadi mendengar, tiba-tiba memotong cerita Anderson.
"CK, kau sebenar nya ingin mendengarkan cerita ku atau tidak sampai selesai?"
"Lanjut, lanjut!" pinta Clasy lagi. Dia tidak merasa bersalah sedikit pun.
"Dia adalah seorang pria, dari suara nya aku hanya bisa menebak bahwa dia sudah seorang paruh baya. Dia mengatakan bergabung dengan Ghost Lion saja, dia membantu ku sampai tahap masuk ke sana. Setidak nya aku bisa bela diri sekarang. Tapi dia meminta balasan pada ku setelah masuk ke sana. Dia meminta ku mencari tau pemimpin asli dari Ghost lion. Hanya itu," terang Anderson panjang lebar.
"Siapa pemimpin asli nya," tanya Clasy. Wajah itu semakin serius saja membuat Anderson tidak fokus dan melah menatap Clasy dengan lekat. Hening selama beberapa saat, dengan pelan Clasy menepuk kepala Anderson pelan, tentu saja karena Clasy sudah tidak nyaman dengan pandangan itu.
"Aku tidak tau, aku hanya bertahan di sana sebentar karena aku hanya ingin mengetahui bela diri saja," jawab Anderson.
"Aish, percuma aku mendengar cerita mu sejak tadi," seru Clasy sambil melempar kan tisu yang ada di tangan nya saat membersihkan luka Anderson tadi.
Dia mengambil tas nya dan hendak bepergian. "Sebaik nya jangan menyembunyikan apa pun dari tuan Rhadika, sedalam dan selama apa pun kau menyembunyikan nya, cepat atau lambat jika dia mengetahui nya dengan sendiri kau akan habis di tangan nya," ucap Clasy sambil berjalan.
"CK, justru dia yang akan di habisi jika aku tiada," batin Anderson. Kemudia dia beranjak dari sofa itu dan menggunakan Hoodie hitam nya. Bukan jas putih pakaian khas biasa nya.
__ADS_1
Setelah melihat Clasy sudah pergi, sekitar tiga puluh menit, dia melajukan mobil nya membelah jalanan kota. Mobil nya nampak memasuki sebuah mansion yang begitu luas. Siapa pun akan takjub melihat bagaimana bentuk dari mansion itu.
Hampir sama, dan bentuk dan hiasan nya juga sama dengan mansion milik Rhadika."Ck, orang kaya memang tidak ada tandingan nya," batin Anderson sambil keluar dari mobil nya dan berjalan menuju mansion.
Para pengawal yang sudah biasa melihat wajah pria tampan itu, bahkan mereka tau pekerjaan Anderson saat ini langsung menunduk hormat. "Tuan besar ada di dalam tuan," seru salah satu pengawal.
"CK, menjadi orang kaya memang menyenangkan," seru pria itu sambil berjalan-jalan ala-ala sombong nya.
"Cih, dasar pria tua yang tidak laku," seru seorang wanita berjalan melewati Anderson. Wanita itu tampak memegang memegang sebuah panah.
Anderson yang mendengar makian itu terdiam seketika. "Diam kau anak kecil, kau pikir kau sudah laku. Cih, tidak akan ada laki-laki yang mau dekat dengan mu, dasar tidak laku," ucap Anderson sambil berlari menghindari amarah kecil wanita yang di ejek nya balik.
Seorang pria paruh baya yang sedang membaca koran tersenyum lebar ketika melihat Anderson sedang di kejar oleh putri nya. "Kenap kalian berdua seperti kucin dan tikus hah, Ck, tapi sayang nya kucing yang takut pada tikus nya," seru pria paruh baya itu.
"Dad, aku membenci Anderson, dia mengatakan aku tidak laku. CK, candaan macam apa itu?" ucap gadis itu menatap tajam Anderson.
"Jaga mulut mu anak kecil, umur mu jauh di bawah ku. Setidak nya kau harus sopan pada ku," seru Anderson dengan marah.
"Cukup, bisakah kalian berdua akrab sedikit?" seru pria paruh baya itu.
"No," jawab ke dua manusia itu dengan serentak. Pria paruh baya itu menggeleng kan kepala nya pertanda dia tidak tau harus mengatakan apa lagi untuk dua orang di depan nya.
"Terserah kalian. Bagaimana dengan mu apa kau sudah mendapat kan apa yang kau ingin kan tadi?" tanya pria paruh baya itu sambil menatap ke arah gadis di depan nya.
"Belum dad, aku tadi tidak sempat, bom nya hanya meroboh kan tembok bagian luar. Seperti nya tidak sampai ke bagian dalam mansion," terang gadis itu.
"Bagaimana dengan mu?" tanya pria paruh baya itu ke arah Anderson.
"Aku? Bahkan dia hampir membunuh ku, nyawaku hampir saja Melayang. Jika aku bisa bela diri, aku bisa saja melayang kan nyawa si max sialan itu," terang Anderson.
"CK, rusa ingin menghabisi singa," ejek gadis di depan nya. Pria paruh baya itu hanya bisa menggeleng kan kepalanya.
__ADS_1
**
Ella nampak dengan ruang menuju ruang kerja Rhadika. Namun kali ini Ella berlaku lebih sopan di banding kan dengan sebelum nya. Rhadika juga melihat wanita itu sedang menuju ruang kerja nya.
Tok Tok Tok
"Permisi Tuan, apa boleh saya masuk," seru Ella dengan pelan sambil mengetuk pintu. Yah, dia sedang bersifat baik saat ini agar bisa mewujud kan permintaan Shine.
Rhadika yang berada di dalam ruangan itu tetap melanjut kan pekerjaan nya. Dia pura-pura abai dan tidak mendengarkan ketukan pintu itu. Dan dengan sengaja, Rhadika menyalakan kedap suara.
Rhadika saat ini melihat dari rekaman CCTV bahwa Ella sedang berputar-putar di depan pintu. Lagi dan lagi wanita itu terus mengetuk pintu hingga beberapa kali. Namun pada akhir nya Rhadika melihat Ella membuka pintu.
"Ternyata kau di sini tapi tidak mau membuka pintu atau hanya sekedar mengizin kan masuk?" Ella menarik napas dengan pelan. Dia mengingat tujuan nya untuk datang ke sini.
Rhadika memperlihatkan bahwa ruangan ini dalam mode kedap suara.
"Ah, maaf Tuan, aku tidak melihat nya," jawab Ella dengan senyum manis nya. Sifat dingin dan rasa tidak suka nya sebelum nya sudah hilang entah ke mana.
Hening selama beberapa saat, Ella memberanikan diri untuk mengajak Rhadika berbelanja. "Ah, aku harus melakukan sesuatu dulu," batin Ella.
"Tunggu sebentar Tuan, berikan aku waktu tiga puluh menit," ucap Ella lalu keluar dari ruangan itu.
"Dasar wanita aneh," batin Rhadika lalu melanjut kan pekerjaan nya.
Ella berlari kecil ke arah dapur mansion. Dia merekomendasikan sesuatu untuk di masak. Dia menemui paman Vill, dan untuk nya persediaan resep yang di berikan Ella ada di sana.
Paman Vill yang mendengar apa yang di katakan oleh wanita itu langsung memberika arahan pada bagian dapur. Namun saat bicara memberikan instruksi, Paman Vill terbengong. Sedangkan Ella sudah pergi dari sana.
"Resep itu???? Nyonya Rosaline," seru paman Vill membuat para koki merasa bingung dengan apa yang di katakan oleh paman Vill sebagia kepala pelayan mansion.
Jangan lupa like nya 😊👍👍
__ADS_1
horas ✋✋✋