Perjuangan Cinta Tuan Mafia

Perjuangan Cinta Tuan Mafia
Part 77


__ADS_3

Di sebuah Club seorang wanita sedang berada dalam pantauan anggota Black Sky. Mereka bukan memantau dalam hal mengintai dari jauh, namun salah satu dari mereka saat ini sedang berada di atas sofa di samping wanita itu


Pria itu terlihat datar saja, wajah nya sangat datar tidak menunjuk kan apa pun. Hal itu sukses membuat seorang Playgirl yang selalu sukses jika ingin berc inta dengan siapa pun tertantang untuk menakluk kan pria yang sedang berada di samping nya.


Dia sejak masuk ke dalam club melihat pria itu duduk sendiri dan selalu menatap tajam wanita yang selalu mendekati nya, termasuk diri nya yang ingin mendekati pria itu.


Wanita ini saat itu mengguna kan pakaian terbuka, tentu saja dia ingin bebas karena pria idaman nya tidak ada di sini. Dia menurun kan sedikit belahan dada nya yang sudah turun sejak tadi.


"Menjauh lah!" perintah pria itu ketika melihat wanita seksi mendekat ke pada nya. Namun dalam hati pria itu "tepat sasaran."


"Boleh aku bergabung?" tanya wanita itu. Pria itu hanya melihat sebentar ke arah wanita yang menyapa nya.


"Rosa!" ucap wanita itu menatap pria di samping nya.


"Mike," jawab pria itu setelah beberapa saat ke dua nya terdiam.


Seorang pria yang sejak tadi memantau dari ujung sana terbahak-bahak tertawa melihat teman datar dan dingin nya dekat dengan wanita dan yang terpenting adalah wanita yang harus mereka mata-mata i.


Rosa dengan berani menarik tangan Mike dan mengajak nya ke sofa lembut yang ada di sana. "Bang sat kau Odion," batin pria itu ketika bersentuhan dengan Rosa. Dia bukan tidak suka dengan wanita tapi Wanita di samping nya bukan lah tipe nya.


Rosa agak menunduk sambil agar buah dad Anya di lihat oleh Mike. Wanita itu menunduk sambil menuang kan wine untuk Mike.


Dengan perlahan, Rosa mulai naik ke pangkuan Mike, tidak tepat nya wanita itu memposisi kan bokong nya tepat di milik Mike.


Tangan wanita itu juga perlahan menyentuh leher Mike hingga turun ke kancing kameja Mike dan membuka dua buah kancing itu.


Rosa begitu terpesona dengan dada bidang pria itu.


Saat Rosa fokus membuka kancing kameja Mike, Mike melihat ke arah teman nya di sana. Yah, Odion saat ini memegang kamera untuk mengabadi kan momen bahagia nya Mike.


Odion yang mendapat kan tatapan tajam dari Mike justru tertawa sambil memukuli dinding club itu sambil tertawa memegang perut nya. Odion sungguh Menikmati momen ini.


Odion tau apa Ari tatapan itu, "aku akan membunuh setelah ini," yah Odion tau itu.


Setelah tertawa, Odion menunduk-nunduk berulang-ulang, namun setelah beberapa menit tertawa kembali.


Lalu Odion menunjuk kan ponsel nya ke arah Mike. Dia mengetik kan sesuatu di ponsel nya.


Mike melihat ponsel nya, dia yang memegang ponsel baru melihat ponsel nya menyala pertanda ada notifikasi. Mata nya melotot ketika melihat nama pengirim pesan itu.


"My Sweetie Heart."


"Sayang, kamu di mana?" Itu lah isi pesan dari Odion.


Rosa yang melihat Odion memegang ponsel nya, Rosa langsung mengambil ponsel ya g di pegang dan membaca nya. Rosa meletak kan ponsel nya, "mau menghabis kan malam dengan ku?" tanya Rosa dengan suara yang mendayu-dayu sambil mengelus dada Mike.


Mike mulai merasa risih dan tidak aman. Dia tidak mengkin bermain di atas ranjang bersama dengan wanita kotor di pangkuan nya. Tapi ia harus menahan diri agar bisa menahan wanita itu dalam jangkauan mereka.

__ADS_1


Mike sama sekali tidak menjawab pertanyaan Rosa sebelum nya, tangan wanita itu semakin berani saja membuka kancing kameja Mike, dengan kemampuan nya yang suka bermain bersama pria lain, Rosa merangsang Mike dengan tangan nya yang menyusuri roti sobek keras milik Mike.


Lalu kemudian perlahan dia turun pada bagian bawah Mike. Pria itu tetap dengan wajah datar nya, namun sebenar nya pria itu sudah mulai terangsang.


Tiba-tiba seorang pria jangkung berdiri di hadapan kedua nya. Mike berdiri dan langsung meninggal kan Rosa di sana.


Wanita itu ketika Mike tiba-tiba bangund Aru duduk nya dan terjatuh ke atas lantai. Dia benar-benar malu ketika tidak bisa mengalah kan seorang pria yang tidak berhasil di ajak nya menghabisi kan malam.


"Nona Rosa,tuan sedang menunggu anda di kamar x," ucap Max. Yah Max melihat Rosa akan turun pad inti Mike hingga dia segera bergegas sebelum pria itu benar-benar akan termakan oleh godaan betina itu.


Rosa yang mendengar suara Max langsung membenahi pakaian nya, namun tidak bisa menutupi belahan gunung milik nya karena memang bahan baju nya adalah minim.


"Mmmm, sekertaris Max, bukan kah kemaren kau mengata kan akan bertemu di kantor Browns?" tanya Rosa.


"Benar Nona, tapi Tuan ingin lebih cepat," jawab Max singkat


Pikiran Rosa langsung terbang ke sana kemari. Apa? Sabar?, mendengar ucapan pria itu, Rosa mengarti kan nya bahwa Dika tidak sabar untuk menikahi nya atau memadu kasih bersama nya seperti sebelum nya.


Rosa dengan cepat dan tidak sabar mengikuti langkah Max. Setelah berjalan beberapa saat, Max berhenti di salah satu kamar VVIP, membuat hati Rosa semakin senang saja.


"Silah kan masuk Nona, saya akan menjaga di luar," ucap Max membuka kan pintu untuk Rhadika.


Rosa dengan penuh percaya dir nya memasuki kamar VVIP di mana sudah ada Rhadika di sana.


"Tuan, maaf ada yang bisa saya bantu?" tanya Rosa. Dia semakin terpesona ketika melihat Dika merokok dan mengepul kan asap rokok itu. Terlebih lagi ketika melihat kancing kameja pria itu terbuka sebanyak tiga buah menunjuk kan otot dada yang begitu menggoda jiwa kewanitaan nya.


"Kenapa tiba-tiba banyak pria mengagum kan di tempat ini," batin Rosa sambil duduk di samping Rhadika.


Tangan wanita itu secara perlahan mendekat ke paha Rhadika.


"Apa Tuan lelah? Saya bisa menemani anda," tawar Rosa menunduk menunjuk kan dia bongkahan yang menonjol di bagian dada nya.


Rhadika melihat sebentar ke arah Rosa yang memikat nya, berbeda dengan dugaan Rosa yang menyangka bahwa Dika justru tertarik ke buah dada nya membuat Rosa semakin berani menjamah tangan Dika.


"Kenapa kau mengirim foto itu pada Camella, bukan kah aku sudah meminta mu untuk tidak membeberkan nya sebelum aku memanggil mu?" tanya Dika santai menghisap rokok nya yang membuat kesan Karisma pria itu semakin tinggi.


Rosa tidka tau bahwa ketika Dika sudah menghisap rokok nya itu tanda bahwa dia sedang banyak pikiran dan masalah. Salah satu sumber nya adalah Rosa sendiri yang dengan berani nya memancing kembali emosi nya.


"Aku hanya menjauh kan tikus itu dari hidup mu Tuan. Aku yakin Tuan hanya menyukai saya dan terganggu dengan kehadiran wani itu," ucap Rosa menempel kan dada nya ke dada bidang Dika yang masih terbungkus rapi.


Dika langsung bangkit berdiri dan menjatuh kan Rosa. "Berani nya kau memanggil wanita ku tikus, sialan," ucap Dika mengangkat wajah Rosa.


Lalu Dika memegang rahang Rosa dengan keras. "Justru wajah menjijik kan mu itu yang membuat ku muak dan ingin muntah," ucap Dika kasar dan melempar Rosa ke atas meja yang di penuhi botol hingga bersera kan.


Bahkan ada yang pecah dan menggores lengan Rosa yang terbuka.


"Tuan, apa maksud anda," tanya Rosa polos sambil menangis.

__ADS_1


Diam maju, dan menghadap Rosa. Tangan kanan nya mengeluar sebuah sapu tangan dan meraba pelan ke arah luka Rosa, wanita itu tidak menyadari apa pun dan hanya fokus pada Dika.


"Jangan muncul di hadapan ku sebelum aka menghabisi mu," ucap Dika memasuk kan sapu tangan itu ke dalam saku nya dan berjalan meninggal kan Rosa di sana.


"Bagaimana jika saya hamil?" tanya Rosa.


"Ku pasti kan itu bukan ank ku," jawab Dika santai.


"Tapi anda sudah merebut kehormatan ku," teriak Rosa seperti gadis yang baru saja ke hilangan kehormatan nya.


Rhadika tidak menanggapi hal itu, dan jujur pikiran nya juga berat jika itu sampai terjadi.


Dia menutup pintu dengan keras. Dika ke luar dari sana dan menunju basemen club itu.


Max dengan setia mengikuti dari belakang.


Setelah sampai di mobil, Dika melempar kan sesuatu ke pada Max.


"Laku kan uji coba pada sampel sebelum nya, apa kah sama dengan ini!" perintah Dika.


Yah, dia adalah pria yang tidak akan percaya dengan tipuan wanita licik di luaran sana, Dika juga mengambil sampel di ranjang di mana dia mendapati diri nya bersama dengan Rosa saat itu.


Max menunduk dan menyetir mobil meninggal kan club. Belum beberapa menit mobil berjalan, Max mendapat kan telepon dari paman Vill. Pria itu membuat speaker agar juga di dengar tuan nya


"Sekertaris Max, Nona tidak ada di kamar dan saya melihat ada beberapa kain yang di ikat di pagar balkon sampai ke bawah," ucap paman Vill dengan panik


Saat ingin memberi. makan, paman Vill turun tangan karena sejak pagi tadi Ros tidak makan. Paman Vill mendapat kan laporan bahwa Ros sama sekali tidak menyahut dan membuka pintu. Hal itu membuat paman Vill menjadi khawatir terjadi sesuatu.


Terpaksa mereka mendobrak dan benar saja memang tidak ada orang di sana. Vill melihat pintu balkon terbuka dan melihat tali itu.


Mendengar itu Rhadika mengeras rahang nya.


"Max, percepat laju nya!" ucap Dika dengan dingin.


Setelah sampai di mansion, Dika langsung menuju kamar utama dan melihat tali itu.


BRAK


Diam menghantam meja yang ada di sana.


"Tidak bisa kah kau mendengar kan penjelasan ku dulu?" tanya Dika pada diri nya sendiri. Pria itu berjongkok di atas lantai sambil menunduk.


Tidak ada yang tau apa pria itu sedang menangis atau tidak.


Jangan lupa like nya 😊👍👍


Horas ✋✋✋

__ADS_1


__ADS_2