
Ella yang awal nya sudah mulai lemas, mata nya membola ketika merasakan ada sesuatu yang menempel di bibir nya. Dia memukul dada Rhadika, namun si pria malah mempererat pelukan nya agar wanita di pelukan nya saat ini tidak menimbul kan kegaduhan yang akan membuat usaha mereka sia-sia bertahan di air sejak tadi.
Merasa tidak ada lagi bahaya di sekitar nya, Rhadika melepas kan tautan bibir mereka dan pelukan nya tadi dari wanita di depan nya.
Rhadika langsung membawa Ella berjalan ke daratan dan mengambil oksigen dengan sebanyak-banyak nya.
Sedangkan Rhadika dengan santai nya bersandar di pohon dan Manarik napas dengan santai. Dia melihat sikap wanita yang berlebihan di depan nya.
Meskipun tadi Ella mengguna kan pakaian tertutup, tapi sekarang tidak. Terlebih sebelum nya Ella menggunakan dress putih, kini sudah transparan tidak berbentuk lagi.
Dress itu sudah tembus pandang dan menampakkan bentuk tubuh nya. Rhadika sejak tadi sudah memperhati kan itu sejak dalam air, namun dia tidak memberi kan kode apa pun. Ada satu bagian tubuh sensitif wanita itu yang sejak tadi di lihat oleh Rhadika.
Dan itu, tahi lalat wanita itu mengingat kan dia akan seseorang yang paling penting dalam hidup nya.
Dia terlihat bersandar di batang pohon dan menutup dalam mata nya. Dia saat ini sedang dia ambang kebingungan.
BUG
"Dasar kau Rhadika sialan, otak mesum! Berani nya kau mengambil kesempatan dalam kesempitan!" teriak Ella.
Dengan sabar Rhadika membuka matanya dan lagi-lagi melihat pemandangan tubuh Ella yang transparan. Berbarengan dengan itu dia melihat anak buah nya sudah mendekat.
__ADS_1
Dia berdiri dan melepas jas yang masih setia melekat di tubuh nya. Ella tentu saja heran dengan sikap santai dari Rhadika, kemudian dia menunduk dan melihat ternyata baju nya sudah tembus dan menampak buah dada nya.
Ella bergerak cepat dan merapat kan jas itu di tubuh nya.
"Kenapa kau tidak memberi tahu ku sejak tadi?" teriak Ella dengan kesal. Meski pun tubuh nya sudah sering di lihat pria di depan nya, tapi itu kan dulu, bukan sekarang.
"Aku sudah melihat semua nya, tidak perlu di tutupi," seru Rhadika. Wajah Ella begitu pias mendengar penjelasan dari Rhadika.
Dari arah berlawanan sudah terlihat banyak anggota Black Sky datang untuk menjemput Rhadika.
**
Max yang berada di mansion Rhadika sedang angkat kaki dan menikmati pertunjukan di depan nya.
Max menelepon anak buah nya yang bersama Rhadika saat ini.
Ketika telepon berdering, anak buah Max langsung menyerah kan ponsel itu ke Rhadika dengan hormat.
"Bagaimana?" tanya Rhadika.
"Bom sudah disiap kan Tuan, beberapa anggota kita berhasil menyusup ke markas mereka," jawab Max.
__ADS_1
"Apa benar perkiraan ku markas mereka berada di Hutan ini?" tanya Rhadika lagi.
"Benar Tuan, markas mereka berada di tengah hutan itu, tapi itu belum markas inti Mereka, seperti nya pria tua itu memegang pimpinan markas inti mereka," jawab Max panjang lebar.
"Baik, apa sudah siap di ledak kan?" tanya Rhadika.
"Sudah Tuan, anggota kita sudah berhasil memasang beberap bom untuk menghancur kan markas itu," jawab Max.
"Ledak kan!" seru Rhadika dengan senyum devil nya.
Yah, itulah Rhadika. Bermain licin seperti ular, dia sejak awal sudah merencanakan itu semua. Feeling nya memang kuat, beberapa kali dia sudah melakukan peretasan dan tepat mengarah ke hutan ini lah sumber jaringan itu.
Dia lah yang di kejar, dia harus ikut dalam misi ini agar musuh terkecoh, dan benar saja dia mendapat kan cabang nya saat ini. Dia berpura-pura terjebak aam hutan ini, dibarengi dengan pencarian mereka oleh musuh, beberapa anggota Black Sky ikut menyusup pulang bersama mereka ke markas Ghost Lion dan inilah hasil nya.
"Max, tunggu," seru Rhadika lagi.
"Lakukan tes DNA antara Shine dan Camella. Aku menemukan beberapa kejanggalan dengan wanita itu," seru Rhadika.
Doakan ya gays bln 1 lancar up nya🙏🙂🙂
Jangan lupa like nya 😊👍👍
__ADS_1
Horas ✋✋✋