
Ella hari ini benar-benar melewati hari nya tanpa Rhadika. Dia sama sekali tidak memikir kan apa pun dan siapa pun kecil anak kecil yang di sedang di depan nya.
Anak itu saat ini sedang tidur di paha nya. Tiduran sambil memain kan iPad adalah kegiatan Shine saat ini. Sedang kan Ella tersenyum manis saat mengelus kepala Shine.
Ini adalah salah satu hal yang sangat di tunggu-tunggu oleh Ella sejak ia sudah memiliki bayi dan momen yang sudah di hadapan nya saat ini tentu saja sangat di nikmati oleh Ella.
Yah, Ella benar-benar ingin fokus pada Shine dulu, tentang siapa jati diri nya sendiri.
**
"Max, aku mau kau ambil alih untuk menggali informasi dari wanita ini!" ucap Rhadika melempar Clasy ke lantai kantor.
Max hanya mengangguk saja.
Clasy yang sudah di lepas kan menarik napas seperti orang yang baru saja di beri kan oksigen. Di dengan rakus menghirup oksigen sebanyak-banyak nya.
"Bawa dia Max, aku tidak ingin melihat wajah penipu nya," seru Rhadika dengan dingin. Pria itu juga berbalik seperti enggan melihat ke arah Clasy.
Dua orang pengawal datang hendak membawa Clasy. Clasy yang saat itu masih terduduk di lantai melawan dengan kesal penuh amarah.
__ADS_1
Kau lucu sekali Tuan Rhadika, anda menyalah kan orang lain di atas kesalahan anda sendiri," sinis Clasy ke arah Rhadika. Kemudian dia tersenyum smirk ke arah Max.
"Sekertaris Max, jangan bilang kau tidak mengerti dengan apa yang ku kata kan sama dengan tuan mu," ucap Clasy.
Rhadika kembali di hadir kan dengan teka teki baru. Rhadika mengambil ponsel nya, dia benar-benar rindu pada istri kecil nya. Sebelum dia menekan nomor wanita itu, dia memutar otak agar bisa memanggil wanita itu ke sini.
Otak jenius nya mendapat kan sebuah ide.
Kemudian dia menekan nomor Ella. Lama tidak mendapat respon, akhir nya wanita itu mengangkat telepon Rhadika.
"Apa? Mengganggu saja!" Bukan Rhadika sebagai penelepon yang menyapa pertama kali, namun Ella yang dengan kesal dan ketus menyapa Rhadika terlebih dahulu.
"Baby, apa kah kau bisa menolong ku kali ini? Ada file yang tertinggal, Max lupa membawa nya. Lima menit lagi kami akan melaksana kan meeting penting. Apa kah bisa?" tanya Rhadika di buat-buat panik.
"Aishh, merepot kan saja. File nya warna apa?" Meskipun dalam kekesalan namun Ella tetap melaksana kan permintaan Rhadika.
Shine yang sudah tertidur di gendong oleh salah Odion dan di bawa ke kamar tidur nya. Pada hal Ella masih ingin berlama-lama dengan putra nya.
"Warna merah, berada tepat di atas meja," ucap Rhadika. Ella langsung ke ruang kerja Rhadika, dia mengambil file itu dan segera berberws sebentar dan menuju kantor Rhadika. Dia di dampingi oleh sopir kepercayaan Rhadika bersama dengan Odion dan pengawal lain nya.
__ADS_1
Ella kesal melihat dia di kawal seperti itu.
"Odion, aku bisa sendiri. Jaga mansion saja, juga putra ku," pinta Ella.
"Maaf Nona, ini perintah langsung dari Tuan. Dan tentang mansion dan putra anda ada Mike yang akan menjaga nya.
Ella mengeluar kan ponsel nya dengan kesal dan menelepon Rhadika.
"Kenapa bukan Odion saja yang mengantar nya?" tanya Ella dengan kesal.
"Baby, cepat lah. Proyek ini adalah bisnis besar yang di miliki AX company, tapi jika kau tidak ingin mengantar nya, tidak apa-apa," ucap Rhadika. Nada suara nya terdengar lemas.
Ella tidak punya pilihan lain, dia segera menutup pintu mobil dengan kasar dan mobil Ella pun di jalan kan dengan iring-iringan mobil pengawal.
Seorang petugas penyapu jalan nampak dengan rajin membersih kan jalan itu. Setelah para rombongan mobil lewat dia berbicara melalui sambungan earphone nya.
Jangan lupa like nya 😊 👍👍
Horas ✋✋✋
__ADS_1