Perjuangan Cinta Tuan Mafia

Perjuangan Cinta Tuan Mafia
Part 60


__ADS_3

niDengan langkah gontai dan merasa takut Ella berjalan di belakang Rhadika. Sedang kan Rhadika yang berada di depan tertawa senang dalam hati. Dia akan mendapat kan Jackpot yang lumayan kali ini.


Sesampai nya di kamar Ella merasa kan kikuk yang luar biasa. Rhadika duduk di ranjang dan menunjuk kan bibir nya ke arah Ella.


Wajah Ella sudah seperti kepiting rebus saja. Dia mendekat kan wajah nya dan dengan cepat mendarat kan kec upan singkat di bibir Rhadika, namun sayang gerakan itu bisa di baca oleh si pria mesum.


Rhadika langsung menahan tengkuk nya dan membaring kan Ella di bawah nya. Ella tentu saja memberontak ingin menendang perut Rhadika.


"Hati-hati Baby, bukan kah di sana ada luka?" ucap Rhadika kembali mendarat kan bibir seksi nya ke bibir Ella. Ella tidak bisa melawan dengan keras karena dia takut luka Rhadika akan terganggu nanti nya.


Ella menolak dan terus mendorong dada Rhadika, namu sama sekali tidak berpengaruh pada pria itu. Ella pasrah, awal nya dia memang menolak total, namun merasakan luma Tan yang begitu lembut itu, Ella membalas secara perlahan.


Dia juga tidak munafik, dia begitu merindu kan ciuman pria nya. Kekosongan di hati nya seakan terisi kembali eh kelembutan sang pria.


Rhadika mengobrak-abrik isi mulut Ella, mengabsen satu persatu isi mulut nya. Tanpa sadar Ella mende sah membuat Rhadika semakin bersemangat untuk memperdalam ciuman nya.


Namun kegiatan panas itu terhenti begitu saja, Rhadika merasa kan cairan bening mengenai wajah nya. Memang Ella membalas nya bahkan sama, Ella juga menikmati cium an itu. Tapi dia menyayang kan sifat suami nya itu.


"Baby, ada apa? Aku tidak memukul mu. Apa aku menyakiti mu, aku benar-benar minta maaf," ucap Rhadika.


Ella semakin terisak mendengar ucapan Rhadika. "Aku membenci mu," ucap Ella kemudian meninggal kan Rhadika di sana.


"Sial," batin Rhadika. Dia berusaha memutar otak nya di mana letak kesalahan nya.


Sesampai nya di kamar nya, Ella menangis tersedu-sedu. Dia sangat sedih ternyata cinta nya yang kuat untuk Rhadika terhempas begitu saja ketika ada orang lain dalam hidup pria itu. Cinta mereka yang dulu terhapus begitu saja dengan kehadiran diri nya yang baru yaitu sebagai Ella.


Ella meratapi nasib nya di dalam kamar. Setelah beberapa saat Ella lebih memilih melaku kan kegiatan lain, dia tidak mau selalu dalam kesedihan. Tapi dia sebenar juga merasa bersalah karena sudah menyembunyi kan identitas nya, dia sudah di beri kan kesempatan untuk bersama suami nya kembali, tapi dia tidak tau harus memulai dari mana, sedang kan Rhadika sudah mulai membuka hati untuk Ella.


Sebagai pelampiasan untuk menghilang kan beban nya, Ella mengingat Lily masih dalam genggaman nya. Dia berjalan ke arah ruang penyiksaan mengendap-endap. Paman Vill yang baru saja keluar dari taman untuk melaku kan pemeriksaaan, ingin memanggil Ella. Tapi sudah lah, dia masih punya banyak pekerjaan.


Sedang kan Rhadika, dia berjalan ke arah balkon sebentar. Dia menyesap rokok nya di tangah kehidupan nya yang mulai di uji kembali.


Dia belum membongkar identitas Ella karena masih banyak musuh yang berkeliaran di Mana-mana, dia tidak mau kecolongan untuk ke dua kali nya.


Dia penasaran dengan identitas istri nya yang di sembunyi kan dengan rapat oleh Shine, dia bermaksud untuk memperjelas hal ini, apa kah Shine sebenar nya tau siapa Ella selama ini? Apa ank itu tau bahwa Ella adalah mommy nya?


Dia terlihat membuka ponsel nya dan melihat apa kah shine masih bersama dengan Anderson dan Clasy, dan ternyata hanya Anderson dan Clasy lah yang bicara satu sama lain. Sedang kan Shine, anak itu sudah berada di kamar nya sejak tadi.


Dika langsung bergegas ke kamar Shine. Feeling Rhadika mengata kan tidak, tidak mungkin seorang anak kecil yang tidak tau apa-apa itu bisa berbohong begitu besar seperti ini.


Dan jika benar dugaan dan Feeling Rhadika salah, dia benar-benar menjadi orang terbodoh yang pernah ada di dunia.


Rhadika mengetik pintu dan mendapat kan izin dari orang yang ada di dalam kamar itu.


"CK, apa kauasih memiliki muka dad setelah mengusir bunda dan ayah?" sinis Shien pada daddy nya.


"CK, tapi mereka tetap di mansion ku bukan?" elak Rhadika. Pria itu tidak mau di tuduh bersalah. Dia ikut duduk di ranjang kecil Shine.


"Apa ada sesuatu yang ingin kau sampai kan Dad?" tanya Shine melihat wajah serius Daddy yang secara tiba-tiba.


"Ah tidak, hanya saja kemaren Daddy menyimpan salah satu identitas teman daddy karena beberapa hal, komputer daddy sedang bermasalah, Daddy boleh meminjam iPad mu sebentar? Hanya memasti kan apakah itu masih aman atau tidak." Rhadika mencoba tidak pada inti nya. Dia harus mencari terlebih dahulu.


Jika Max yang dia perintah kan, dia yakin tidak akan berhasil karena.pria itu akan mengalah menghadapi iblis kecil yang adalah keturunan nya.


"Bukan kah Daddy kaya?" tanya Shine sambil memberi kan iPad nya. Rhadika hanya mengambil iPad itu tanpa menjawab pertanyaan putra nya.

__ADS_1


Rhadika berjalan menjauh ke arah jendela kamar itu, sedang kan Shine dia tidak tidak terlalu curiga dengan hal apa yang di lakukan Dad nya, dia fokus pada ponsel nya.


Rhadika sudah membuka satu persatu file Shiene namun tidak menemu kan apa yang di cari nya. Dia menutup semua file yang sudah di buka nya dan mengembali kan iPad Shine.


"Tidak jadi, seperti nya data nya sudah tidak aman. Kode nya juga Dad lupa" jelas Rhadika mengarang berpura-pura sedih. Hal ini dia laku kan untuk memancing jiwa IT Shine.


"Bagaimana bisa Dad, hanya ada satu kemungkinan," terang Shine. Ternyata Rhadika berhasil mengorek informasi dari Shine.


"Daddy tidak akan menerima informasi apa pun jika Dad sudah memberi kan data itu pada orang lain," ternag Shine.


"Misal nya," Rhadika pura-pura bingung.


"Kemaren Bunda mengata kan ingin Shine menyembunyi kan identitas sahabat nya. Sahabat nya di kejar oleh penjahat dan sahabat bunda ingin di bunuh oleh orang. Jadi Shine m ngaman kan data nya dan Shine memberi kan data nya pada Bunda. Bunda mengata kan dia saja yang menyimpan," jelas Shine panjang lebar.


"Apa Shine pernah melihat data nya? Seharus nya Shine melihat nya bukan?"


"Tidak Dad. Bunda sudah melengkapi data sahabat nya, Shine hanya memberi kan kunci berlapis saja," jawab Shine.


BRAK


Rhadika menggebrak meja yang ada di samping tempat tidur Shine.


"Ada apa Dad?" tanya Shine heran melihat Dad nya yang marah. Bahkan wajah nya saat ini semakin dingin.


"Tidak ada," ucap Rhadika kemudian pergi dari sana.


"Cih aku tau, Dad pasti merasa malu karena di ajari oleh anak kecil," batin Shine mencekik kan bibir nya lalu melanjut kan bermain iPad mini nya.


Rhadika memang benar-benar marah, selama ini ternyata diri nya telah di bodoh-bodohi oleh Clasy. "Sh it, satu lagi yang belum ku dapat kan, rumah sakit mana yang melaku kan itu," batin Rhadika


Dia mengusap rambut nya kasar, dia turun dari kamar nya dan mencari Ella. Pria itu sedikit panik mencari keberadaan sang wanita. Dia benar-benar takut jika kehilangan untuk yang ke dua kali nya.


"Apa kau melihat istri ku?"


Paman Vill di buat bingung. Namun jika tentang istri Rhadika, paman Vill dan seisi mansion akan langsung menunduk dan tidak berani bicara.


"Maksud ku Ella, sejak tadi aku tidak melihat nya," Ucap Rhadika.


"Ah, Nona Ella tadi pergi ke ruang belakang. Saya melihat Nona mengendap-endap pergi ke sana," jelas Paman Vill.


"Ruang belakang?"


Rhadika Langsung berjalan cepat ke sana.


"Bukan kah wanita itu melarang ku ke sana? Tapi dia sendiri yang pergi ke sana," Rhadika bingung apa maksud dari wanita itu.


"Apa ada sesuatu yang lain yang terjadi mansion," batin Dika.


Sesampai nya di ruang belakang tepat nya di ruang penyiksaan, Rhadika melihat Ella menampar seseorang di sana. Bahkan begitu brutal.


Rhadika berjalan cepat ke sana, dia melihat seorang wanita yang memiliki luka kering di bagian wajah nya, dari belakang Rhadika seperti mengenal siapa wanita itu.


Setelah mendekat, Rhadika kaget melihat siapa wanita itu, bahkan Rhadika melihat luka di kaki si wanita, luka tembak yang sudah bolong dan sudah bernanah.


Ella tidak mempeduli kan siapa yang mendekat pada nya, dia terus menampar wajah wanita yang sudah berani macam-macam pada nya.

__ADS_1


Ella kembali mengangkat tangan nya namun terhenti karena di tahan oleh seseorang.


"Lepas kan!" banyak Ella tanpa melihat siapa yang menahan tangan nya, tatapan tajam Ella tetap menuju tawanan nya saat ini.


"Apa yang kau lakukan pada Lily Baby? Tahan emosi mu," ucap Rhadika pelan.


"Kau masih mencintai nya?" seru Ella.


"Tentu saja, kau pikir siapa diri mu wanita sial an," ucap Lily tersenyum di tengah rasa sakit nya.


"Kenapa kau bertindak di luar batas? Memang nya kau siapa?" ucap Rhadika TKA kalah dingin. Rhadika menarik tangan Ella ke ruangan khusus milik nya yang berada di sana.


Ella menatap tajam Rhadika.


"Kau membela nya?" tanya Ella dengan dingin. Air mata nya secara perlahan turun membasahi pipi nya. Sifat cengeng itu runtuh seketika di depan Rhadika. Mendengar ucapan sang suami tadi membuat hati nya sakit, bisa-bisa nya di depan nya sendiri sang suami membela wanita lain.


Rhadika tidak tega melihat wanita nya menangis seperti itu.


"Hei Baby, lihat aku," ucap Rhadika menangkup wajah Ella yang sudah di banjiri air mata.


"Kau tau siapa Lily bukan?" tanya Rhadika.


"Yah, dia adalah cinta pertama mu bukan?" jawab Ella.


"Dari mana kau tau? Apakah kau sudah mencari informasi tentang ku Baby, apa itu tanda nya kau menerima ku," ucap Rhadika tersenyum mengalih kan suasana yang berat tadi.


Ella dengan asal menghapus air mata nya.


"Kau, aku sedang marah. Jawab saja pertanyaan ku, jangan bertele-tele," ucap Ella sebenar nya dia merasa malu.


"Benar apa yang kau katakan Baby, tapi dia adalah mommy dari Aurora, dia juga Puteri ku bukan? Berarti putri mu juga, karena kau turut merawat nya selam di sini. Bagiamana tadi jika kau membunuh nya, apa yang akan kau katakan pada Rora?" jelas Rhadika.


"Hiks...Hiks... , Maaf, aku hanya emosi tadi karena ocehan wanita itu," ucap Ros tersedu-sedu. Rhadika mengambil kesempatan dan memberi kan dada nya untuk wanita itu menumpah kan air mata nya.


Perlahan Ella melepas kan pelukan Rhadika.


Mereka meninggal kan ruang penyiksaan selema beberapa waktu. Namun Rhadika belum bisa mendapat kan hati Ella hingga saat ini karena Rhadika pun belum fokus ke sana.


Selama satu Minggu beristirahat, Rhadika memilih pergi ke kantor nya. Seperti biasa, Ella akan menyiap kan pakaian Rhadika, tapi tidak dengan membantu pria itu bersiap.


Rhadika pergi tanpa berpamitan dengan Ella, tapi hanya dengan Shine. Ella juga merasa biasa saja, dia tidak terlalu tersinggung, karena jika seperti itu nanti nya dia akan menjadi bahan gosip di mansion nanti nya.


Sesampai nya di kantor, Rhadika sudah mendapati seorang wanita di sana, di mana wanita itu juga di kenal oleh Max.


Rahang Rhadika mengeras Melihat wanita itu.


Dengan langkah dingin nya Rhadika melangkah dengan begitu tegap dan langsung mencekik wanita itu.


"Clasy, berani nya kau membohongi ku selama ini. Kata kan apa motif mu!" tanya Rhadika dengan dingin. Ini menyangkut istri kecil nya jadi dia harus lebih berhati-hati.


Clasy yang mendapat kan perlakuan kasar secara tiba-tiba ini menjadi syok. Dia tidak tau apa kesalahan nya. Pertanyaan Rhadika pun dia tidak mengerti sama sekali. Dia melihat ke arah Max seakan meminta pertolongan.


Namun tidak ada pergera kan. Clasy semakin susah untuk bernapas, dia pasrah kalo ini, dia pasrah jika hari mati di tempat itu.


Max yang ada di sana tetap berdiri dan menatap tuan nya. Tidak ada pergera kan sedikit pun, tetap berdiri dengan tegak. Tidak ada rasa kasihan yang tersirat di wajah pria itu seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

__ADS_1


Jangan lupa like nya 😊👍👍👍


Horas ✋✋✋


__ADS_2