
"Kau terlalu lancang Nona," seru Max ketika melihat siapa yang dengan berani masuk dan mengganggu permainan nya.
"Kau yang keterlaluan Max. Apa yang kau lakukan pada kakak ku?" seru Ella dengan keras.
Rhadika yang melihat keberanian Ella memasuki ruang penyiksaan ini semakin yakin bahwa Ella bukan lah wanita biasa yang baru saja datang ke dalam mansion ini, ralat masuk dalam kehidupan putra nya.
Rhadika semakin dalam memikir siapa sebenar nya Ella. Bahkan, wanita itu bisa mengetahui ruang belakang penyiksaan ini.
"Kenapa kalian selalu menggunakan kekerasa hah? Kalian pikir nyawa bisa di permainnkan?" teriak Ella di depan wajah Max.
"Lepas, aku bilang lepas," seru Ella lagi dengan suara nya. Dia melepas kasar tangan para pengawal Black Sky dari tangan Anderson.
Wanita itu memapah Anderson yang sudah gemetaran sejak tadi.
"Nyali mu besar juga."
Terdengar suara khas bariton dari pria yang sejak tadi duduk dan memperhatikan tingkah seorang wanita yang begitu berani memasuki ruangan khusus untuk Duni bawah tanah milik nya.
"Tahan wanita itu, pisah kan dari pria itu," seru Rhadika. Dia tetap duduk di kursi milik nya. Tidak ada ekspresi apa pun di wajah itu.
Para anggota di sana dengan sigap menangkap tangan Ella dan memisah kan Ella dan Anderson.
"Biarkan dia pergi, jika ingin membunuh ku, cukup aku saja. Dia tidak tau apa-apa." Dengan lemas Anderson berusaha untuk menyelamat wanita yang sudah di anggap sebagai adik nya.
"Aku tidak terima," seru Ella. Kemudian dia langsung menghempas tangan pengawal sebelah kirinya dan bergerak cepat membanting pria di sebelah kanan nya.
"Cih, kau pikir akan semudah itu," seru Ella. Saat ini dia sudah memasang kuda-kuda nya untuk menghadapi para pria yang ada di sana.
Dia tau bahwa dia akan kalah dalam pertandingan ini, tapi dia tidak mau langsung terlihat kalah hanya karena tidak melawan.
Lima orang pria langsung berada di hadapan Ella.
Wanita itu tersenyum tipis. "Ternyata kalian adalah lelaki lemah yang hanya berani melawan seorang wanita dengan ramai?"
Para pengawal yang di anggap remeh tetap datar.
Perlahan satu per satu mereka terlihat mundur dan menyisakan satu orang di depan. Pria itu langsung menyerang Ella dengan kepalan tangan yang mengarah ke Ella.
__ADS_1
Dengan sigap wanita itu membelitkan tangan musuh nya dan memutar tangan itu seperti berusaha mematah kan nya. Pria itu langsung tumbang dan tidak bisa berdiri lagi.
Satu pria kemudian maju lagi dan menyerang Ella. Lagi-lagi anggota black Sky itu sangat mudah untuk di jatuh kan. Ella sama sekali tidak kewalahan.
Namuns atau yang membuat Ella merasa aneh, ini bukan lah anggota black Sky yang seperti dulu. Anggota black Sky adalah orang orang terlatih yang paling terkuat yang ia tau di berbagai kalangan mafia. Namun kenapa kali ini serasa sangat mudah melumpuh kan para manusia ini.
Tanpa di sadari Ella, Rhadika sudah berada di belakang nya dan memukul tengkuk wanita itu hingga pingsan.
"Bawa dia ke ruang kerja ku," seru Rhadika.
Para pengawal yang sebelum nya berada di lantai karena serangan Ella, kini langsung berdiri tegak seperti tidak ada yang terjadi sebelum nya.
Tanpa sepengetahuan Ella, sebelum para pengawal tadi mendekat ke arah nya, Rhadika sudah terlebih dahulu memberi kan kode ke pada anak buah nya agar tidak menyakiti Ella. Bukan karena dia kasihan pada wanita itu, tapi dia akan berhadapan nanti dengan si kecil yang sedang bersama grandpa nya di sana.
Kemudian Rhadika beralih ke arah Anderson.
"Lemah, bahkan kau kalah dari wanita." Setelah Rhadika mencibir Anderson, dia beralih ke tempat duduk nya semula.
Sejumlah kertas yang di satukan menjadi satu dokumen terlihat ada di meja itu. Dia membuka satu pera satu isi dari dokumen itu.
Sedangkan Max, di sana dia melihat Anderson sejenak. Anggota nya terlihat membersihkan luka yang ada di bibir dan wajah nya.
"Apa yang ingin kalian ketahui? Aku memang tidak tau banyak tentang kalain. Aku hanya fokus mencari keberadaan nyonya saat itu. Tentang kenapa akuasjk ke ghost lion, aku hanya ingin kuat saja ketika aku di butuh kan oleh Nyonya," ujar Anderson.
"Bahkan aku tidak tau siapa dan bagaimana sebenar nya ghost lion. Siapa pemimpin nya, siapa p milik nya, apakah dia klan tuan Rhadika dan klan mereka bermusuh, aku SMA sekali tidak ta...,"
"Kau mau pergi atau ku tendang sendiri," Max memotong pembicaraan itu membuat Anderson terdiam.
Dia menatap aneh ke arah Max.
"Tidak perlu berpikir jauh, kau yang sejak tadi meminta untuk di lepaskan," seru Max. Anderson kaget karna max tau apa isi pikiran nya.
Dia kemudian bergegas keluar dari ruangan itu. Namun tiba-tiba langkah nya berhenti dan hampir terjatuh karena kaki satu yang ingi. cepat keluar dari sana.
"Maaf, Bagaimana dengan adik saya?" tanya Anderson.
"Apa kau ingin menemani nya di ruang sempit dan dingin?" seru Rhadika membuat Anderson terdiam dan tidak melakukan perlawanan lagi.
__ADS_1
Andersen lagi-lagi terdiam oleh para Anggota mafia itu. Dia hanya bisa menerima setiap keputusan yang telah di buat oleh Max.
Setelah melihat Anderson pergi , Rhadika nampak berdiri dan menatap ke arah Max.
"Cari info kebenaran nya, hingga ke akar nya. Aku tua kau bisa Max,' seru Rhadika.
Dia bangkit berdiri dan berjalan ke arah ruang kerja nya yang berada di mansion belakang. Dia melihat Ella di sana di baring kan.
Selama beberapa saat, Ella terlihat bergerak dan mulai bangun. Dia dengan samar melihat ruangan yang berdesain unik tapi berwarna hitam pekat. Dia juga merasa leher nya begitu sakit.
"Perlahan, dia membiaskan mata nya untuk menerima cahaya yang ada di ruangan itu.
Samar tapi dia sudah bisa menebak siapa yang ada di kursi kerja di sana.
"Sialan, di mana kakak ku?" seru Ella. Kata kasar itu langsung keluar dari mulut wanita itu ketika dia melihat Rhadika berada di sana.
"Seperti nya kau terlalu di berikan kelonggaran hingga kau tidak mempunyai sopan santun," seru Rhadika sambil bangkit dari dudukn nya.
"Aku tidak butuh ocehan menjijik kan mu, jawab saja pertanyaan ku di mana Kakak ku?" tanya Ella lagi. Dia begitu sangat khawatir akan keberadaan kakak nya.
"Bagaimana jika aku mengatakan bahwa dia sudah ku jadikan sebagai santapan singa- singa ku?" jawab Dika tersenyum remeh.
Hal itu sukses memancing emosi Ella. Dia bergerak cepat dan berlari ke arah Rhadika. Dia ingin memberi kan pelajaran ke pada Rhadika, namun sayang yang di hadapi nya bukan lah tandingan nya.
Rhadika menangkap tangan Ella dan mencekik pelan leher wanita itu.
"Kau terlalu berani untuk bertingkah menjadi seorang ratu di kerajaan ku. Ingat meskipun kau dekat dengan putra ku, buka berarti kau adalah nyonya di mansion ini."
"Bunuh saja aku. Jika kau punya nyali bunuh saja aku. Buktikan kau adalah seorang pemimpin dari klan mafia Black Sky,." Dengan berani Ella m nantang Rhadika.
Tepat saat itu Max mendengar tantangan yang di berikan oleh Ella.
"CK, wanita itu benar-benar membangun kan singa yang lagi lapar. Apa di pikir karena dia cantik akan bisa meruntuh kan sisi iblis pria itu?" batin Max menggeleng kan kepala nya melihat tingkah Ella.
Max bisa memperkirakan apa yang akan terjadi. Terlihat wajah Rhadika sudah mulai menggelap ketika mendengar ucapan Ella.
Jangan lupa like nya 😊👍👍
__ADS_1
Horas ✋✋✋