Perjuangan Cinta Tuan Mafia

Perjuangan Cinta Tuan Mafia
Part 45


__ADS_3

Hening beberapa saat, akhir nya Max buka suara.


"Ternyata bukan hanya saya yang menemukan kejanggalan itu Tuan, saya juga menemukan kebiasaan nona Camella yang hampir sama dengan Nyonya Rosaline," ucap Max.


Rhadika berbalik dan melihat ke arah Camella dengan dalam membuat wanita itu yang di sebelah sana bingung sekaligus menatap tajam ke arah diri nya.


"Aku ingin hasil nya secepat nya Max," ucap Rhadika lalu menutup telepon nya.


Dia kembali ke perkumpulan Ella dan anggota lain nya.


Tidak beberapa lama terdengar suara ledakan besar dari tengah hutan itu, membuat sebagian anggota Ghost Lion yang tidak mengetahui rencana itu terkejut terutama Ella yang tidak mengetahui apa-apa.


Dia spontan memeluk Rhadika yang ada di depan nya. Pria itu tidak menolak sama sekali. Dia justru dengan segan mengangkat tangan nya ingin membalas pelukan Ella, namun entah mengapa tangan nya serasa di pegang erat oleh entah apa.


Ledakan itu terdengar begitu besar dan terasa goncangan nya di tanah. Itu menandakan bom yang terpasang begitu banyak dan besar.


Bahkan banyak burung-burung beterbangan meninggalkan tengah hutan itu. Hewan-hewan liar pun tampak berlari meninggal kan tengah hutan itu.


Setelah terdengar beberapa kali ledakan yang begitu besar, ponsel yang ada di tangan Rhadika berbunyi.


"Sudah Tuan, bom sudah di ledak kan," seru Max di seberang sana.


"Aku melihat nya, bagaimana dengan Thomas?" tanya Rhadika, karena selain markas Thomas adalah sasaran utama nya.


"Kita tidak menemukan jejak nya Tuan, tapi sedang dalam penyelidikan," jawab Max.


Hal ini membuat Rhadika sedikit kecewa akan tugas Max yang satu ini.


"Jangan membuat ku kecewa Max," ucap Rhadika lalu menutup telepon secara sepihak.


Dia kembali ke rombongan mereka dan melihat Camella yang sudah menggigil di sana. Dengan sigap Rhadika mendekat dan mengangkat tubuh Ella.


"Turun kan aku, aku bisa jalan sendiri," seru Ella sambil memukul dada Rhadika.


"Diamlah, atau kau ingin lebih dari ini?" Hal itu sukses membuat Ella terdiam. Dia akan sangat lebih malu lagi jika pria yang tiba-tiba seperti tidak waras di depan nya ini melakukan hal yang tidak waras lagi.


Selama perjalanan, Ella tetap berada dalam pelukan Rhadika. Ella tentu saja menolak,tapi sikap keras kepala Dika bukan lah tandingan nya.


"Siapa nama lengkap mu?". Tiba-tiba pertanyaan random itu keluar dari mulut Rhadika membuat Ella bingung ingin menjawab apa.


Rhadika memang sedang mencari siapa sebenar nya Camella. Tapi sangat sulit, seperti nya yang menyembunyi kan identitas Ella bukan lah ahli IT yang sembarangan.


""Camella" jawab Ella singkat.


"Nama belakang?"


"Tidak ada dan tidak perlu kau tau. Kau tidak perlu ikutt campur dalam urusan pribadi ku," jawab Ella dengan ketus.


Rhadika hanya diam dan tetap merangkul tubuh Ella. Lagi-lagi hati nya terasa nyaman jika berada di dekat wanita dalam gendongan nya.


"Jika benar kau adalah istri kecil ku, kenapa kau menyembunyi kan identitas mu dan datang sebagai orang lain ke dalam keluarga kita?" batin Rhadika. Yah, dia memikir kan apa yang sebenar nya terjadi dan alasan Ella menyembunyi kan identitas nya dan datang dengan wajah baru nya.

__ADS_1


***


Dimarkas Ghost Lion, Thomas yang sedang menunggu kabar dari para anak buah nya di kagetkan dengan ledakan bom yang bertubi-tubi di markas itu.


Dia berhasil meloloskan diri dari kobaran api dan ledakan-ledakan yang ada di markas nya sendiri. Dia berlari sekuat tenaga untuk menjauh dari arah markas.


Setelah berlari jauh, dia melihat markas itu sudah mulai rata karena ledakan bom yang bertubi-tubi.


Dia juga melihat para anak buah nya yang terkena ledakan itu, ada yang tidak sempat melarikan diri dan tubuh nya hancur di ledakkan oleh bom itu.


"Breng sek, sia lan ulah siapa ini semua," seru Thoma spada diri nya sendiri. Dia memukul pohon yang berada di sana. Dia melihat sekeliling nya dan hanya sedikit anak buah nya yang berhasil melolos kan diri.


Bahkan Senapan dan senjata lain nya habis terbakar di sana. Lagi-lagi dia mengecewakan pria tua yang selalu memaksa nya.


Hidup nya begitu menyedih kan saat ini. Posisi nya sebagai ketua ghost lion, ralat ketua bayangan ghost lion sangat terancam, belum lagi wanita nya sedang bersama musuh nya.


"Sial," ucap Thomas lagi sambil melihat markas nya yang sudah tidak berbentuk itu lagi. Tidak ada sisa dari semua hasil kerja keras nya selama ini.


**


Sesampai nya di mansion Browns, Rhadika tetap dengan hati-hati mengangkat Ella dalam pelukan nya. Feeling nya sangat kuat tentang identitas asli Ella bahwa dia adalah istri kecil nya.


Rhadika membawa Camella ke kamar pribadi nya atau kamar utama mansion ini setelah barang nya di pindah kan oleh Shine. Kamar utama menjadi berganti posisi.


"Kenapa kau membawa ku ke sini? Kamar ku di sebelah sana," tunjuk Ella ke arah kamar nya.


"Kamar mu sedang di renovasi, ada sesuatu yang salah di sana," jawab Rhadika.


"Kita akan tidur bersama."


"What, kau gila Rhadika. Tidak, aku tidak akan tidur bersama mu. Tidak Sudi aku seranjang dengan pria mesum seperti mu," jawab Ella berdiri dari sana.


"Aku lelah, aku hanya ingin ada orang yang menemani ku tidur. Istri ku sudah pergi beberapa tahun yang lalu. Aku hanya kesepian, jadi bisakah? Untuk kali ini saja." Rhadika terdengarlah tulus di barengi dengan rasa sedih. Siapa pun pasti tau sekarang keadaan bagaimana keadaan Rhadika.


Ella terbengong melihat sikap Rhadika yang satu ini. Ella jelas tau, Rhadika tidak akan terlihat lemah di depan siapa pun kecuali orang itu sudah dekat betul dengan diri nya.


"CK, apa secepat itu cinta untuk Rosaline menghilang dari hati mu?" batin Ella.


"Baik lah, hanya kali ini," jawab Ella dengan pelan. Meskipun dia sedikit sakit hati karena diri asli nya sangat mudah di lupa kan, tapi dia juga kasihan melihat sang suami.


Ellla hendak pergi ke kamar nya untuk mengganti pakaian nya yang basah.


"Kemana?" tanya Rhadika ketika melihat Ella berjalan menuju pintu kamar.


"Apa kepala mu terbentur sesuatu? Apa kah tidak melihat baju ku basah?" seru Ella dengan sinis.


"Di dalam lemari ada pakaian, itu saja gunakan, mandilah lebih dulu!" seru Rhadika. Dia berdiri dan mulai membuka kancing kameja nya satu persatu.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Ros sambil memalingkan wajah nya.


"Apakah otak mu sudah tidak berfungsi? Kau tidak melihat pakaian ku basah?" Rhadika membalik perkataan Ella tadi.

__ADS_1


"Ishhh," seru Ella dengan kesal menghentak kan kaki nya seperti anak kecil. Ella langsung menuju kamar mandi tanpa menoleh lagi ke arah Rhadika.


Ella kurang beruntung, dia tidak melihat bahwa tingkah nya berhasil membuat Rhadika tersenyum kecil. "I'm sure it's you baby," seru Rhadika setelah melihat Ella memasuki kamar mandi.



Rhadika yg tersenyum kecil🙂


**


"Apa benar markas di Spanyol terkena ledakan bom?" tanya pria tua yang sedang duduk di kursi roda itu.


"Benar Tuan, markas yang di Spanyol sudah tidak berbentuk lagi. Semua nya sudah rata dan tidak ada yang tersisa Tuan. Bahkan anak buah kita sudah tidak ada yang tersisa, hanya hitung jari saja." Asisten pribadi pria itu menjelas kan secara lengkap detail kejadian yang ada di sana.


BUG


Pria tua itu memukul gagang kursi roda nya dengan marah. "Siapa yang melakukan nya?" tanya pria tua itu lagi.


"Belum di ketahui Tuan, kita sedang menyelidiki nya."


"Bagaimana dengan anak bodoh itu?" Pria tua itu selalu kecewa dibuat oleh anak satu nya itu. Pada hal dia berharap bahwa anak itu bisa menjadi satu-satu nya penerus dari Ghost Lion.


Namun sampai saat ini, putra nya Thomas tidak menunjuk kan ciri-ciri pemimpin yang dia harap kan.


"Tuan Thomas, dia juga belum di temukan Tuan, tapi ada beberapa pengawal mengatakan bahwa tuan Thomas selamat dari kejadian itu," jelas sang pengawal.


"Dan satu lagi Tuan, seperti nya wilayah kita sudah mulai tercium oleh musuh, ada beberapa penyusup yang melarikan diri saat kita mendapat kan kejanggalan," seru sang asisten.


"Perketat penjagaan, kita hanya memiliki satu musuh yaitu Black Sky. Jangan sampai kita tumbang begitu saja." Pria tua itu mulai merasa khawatir akan keberadaan nya saat ini, karena dia tau lawan nya bukan lah mafia kaleng-kaleng yang sering di terjang nya.


Sang asisten menunduk dan undur diri dari sana. Sesuai perintah dari sang tuan, asisten itu bergerak ke perkumpulan pengawal dan setelah itu segera undur diri dari sana. Dia tampak pergi ke tempat sepi.


Dia mengambil ponsel nya, sebelum dia menekan tanda hijau di ponsel nya dia terlebih dahulu melihat sekeliling nya.


"Mereka lemah, tarik semua pasukan kita. Aku akan keluar dari sini, kita tidak bisa mengandal kan klan yang sudah hampir runtuh ini," seru pria muda yang adalah asisten pria tua itu.


"Baik Tuan," jawab pria di seberang telepon di sana.


"Tunggu, apa kau sudah mendapat kabar mommy ku?" tanya pria muda itu.


"Belum Tuan, perbudakan di Afrika tidak semudah itu untuk di tembus. Pengawalan di sana sangat ketat dan itu di bawah naungan orang yang berkuasa, kita tidak bisa begitu saja masuk ke sana," jawab seorang pria di seberang sana.


Pria muda alias asisten dari pria tua itu tampak marah dan meninju tembok yang berada di samping nya.


"Sial," dia merasa pada diri nya sendiri karena belum memiliki kekuasaan besar untuk melawan nya.


"Bagaimana cara nya aku menumukan dia jika seperti ini? Setidak nya aku harus bisa mengeluar kan dia dari neraka itu."


Jangan lupa like nya 😊👍👍


Horas

__ADS_1


__ADS_2