Perjuangan Cinta Tuan Mafia

Perjuangan Cinta Tuan Mafia
Part 25


__ADS_3

Clasy saat ini sudah berhasil membocorkan posisi Camella pada Thomas. Meskipun Thomas sudah melakukan penyamaran, namun Clasy bisa mengetahui Thomas karena dia sudah sejak lama mencari ke beradaan pria itu karena dia yakin pria itu masih hidup.


Clasy bisa menebak bagaimana ekspresi Thomas ketika mengetahui bahwa wanita yang ia sukai berada di wilayah musuhnya.


Sedangkan dirinya saja berada di tempat ini melakukan penyamaran karena akan beresiko tinggi jika diketahui penyamarannya oleh Radika


**


Di tempat persembunyiannya Thomas marah bukan main. Lagi-lagi dia harus berhadapan dengan orang yang paling dia benci yaitu musuh bubuyutannya Radhika.


Dulu saat masih sekolah Thomas harus bersaing dengan Rhadika untuk mendapatkan juara dalam kelas dan saat ini dia juga harus bersaing untuk mendapatkan wanita yang ia cintai.


"Kali ini aku tidak akan kalah dari mu Radika. Ella is mine," batin Thomas.


"Cari tahu apa pekerjaan Ella di sana. Ku berikan waktu hari ini. Aku ingin mendapatkan info itu secepatnya," seru Thomas.


Tiba-tiba ponsel dari Thomas berbunyi pertanda ada orang yang menelepon. Pria itu tampak menghela nafas ketika melihat siapa yang menghubunginya.


"Halo dad," seru Ros Thomas ketika menggeser tombol hijau di ponselnya


"Apa kau sudah mencari info tentang anak dari Radhika. Apa anak itu benar-benar anak dari pria itu?"


"Belum ku selidiki secara pasti tapi wajah dari anak kecil itu persis dengan wajah Radhika, sepertinya itu benar-benar keturunan dari Radika Browns.


"Bagaimana dengan keberadaan istrinya Apakah kau sudah mendapatkan info?"

__ADS_1


"Belum, tapi dari informasi yang kudapatkan sepertinya wanita itu tidak lagi hidup," jawab Thomas.


"Tidak ada kata sepertinya. Cari info nya dengan lengkap, dan satu lagi selalu pantau anaknya, jika ada peluang manfaatkan situasi dengan baik.


tanpa menunggu jawaban dari Thomas pria di seberang sana mematikan teleponnya.


**


Camella menatap tidak percaya pada anak gadis di depannya. Bagaimana bisa dia disuruh untuk membersihkan seluruh mansion yang begitu besar ini.


"Nona Aurora anda sedang bercanda bukan? Bagaimana bisa saya membersihkan satu mansion ini hanya sendiri? Dan tugas saya adalah seorang pengasuh bukan seorang pelayan," seru Camella tidak terima aka. pekerjaan yang di berikan padanya.


"Jika baru segini kamu sudah melawan, bagaimana kamu nanti ketika menghadapi sifat adikku yang begitu dingin dan keras Apakah kamu akan langsung keluar?


"Dua jam lagi aku akan datang ke sini dan melihat bagaimana cara kerjamu, kuharap wanita cantik sepertimu bukanlah pemalas seperti pada umumnya. Jangan hanya wajah saja yang cantik."


Camella di tinggalkan begitu saja di sana dimana sudah banyak peralatan untuk membersihkan mansion termasuk alat untuk mengepel dan lainnya.


"Gila, apa Aurora diajarkan seperti ini oleh Radhika. semoga Shine tidak seperti pria itu." Camella berbicara sendiri.


Mau tidak mau Camella harus melakukan tugas atau tantangan yang diberikan oleh Aurora.


Yah dia tidak perlu meratapi nasibnya, ini adalah pilihannya dan juga membersihkan rumah adalah hal yang mudah untuknya.


Aurora yang sudah sampai di ruang tamu langsung duduk di depan adiknya.

__ADS_1


"Kak Bukankah itu keterlaluan aku kasihan melihat tante Camella?"


"Itu hanya tantangan kecil. Akan ada tantangan yang lebih berat untuk hari kedepannya." Aurora dengan santai mengatakan itu.


"Terserah Kakak wanita memang sangat susah diberikan pengertian," seru Shine.


Aurora menatap aneh kepada adiknya. "Ucapan mu sangat jauh dengan topik yang kita bicarakan."


"Dan ini adalah inti yang kita bicarakan,"batin shine. Anak kecil itu nampak menahan nafas.


"Setelah tante camella menyelesaikan tantangan kakak sebaiknya dia segera menemui Shine karena ada yang ingin aku tanyakan terlebih dahulu."


Tidak sampai 3 jam Aurora sudah kembali melihat pekerjaan dari Camella, namun Aurora tidak langsung menampakan wajah dia terlebih dahulu memperhatikan bagaimana cara kerja wanita itu dan benar saja Camella telah melakukannya dengan baik rapi dan juga rajin.


Ketika Aurora akan melangkah dia melihat Camella berhenti ketika membersihkan satu foto besar yang berisikan foto Radika dan juga Rosaline.


"Apa yang dilakukan oleh wanita itu? Apa dia sebelumnya mengenal mami Rosaline dan Dady?


Selama 10 menit Aurora tetap berada di tempatnya dan memperhatikan apa yang dilakukan oleh Camella di sana dan yang membuatnya lebih heran lagi dia melihat Camella meneteskan air mata.


"Apa yang kamu lakukan dengan foto itu? Kenapa kamu menangis.," secara spontan Camella langsung berbalik dan menghapus air matanya.


Jangan lupa likenya πŸ˜ŠπŸ‘πŸ‘


Horasβœ‹

__ADS_1


__ADS_2