
Seorang pria sedang mengamuk di tempat nya, dia sangat marah karena mendapati ayah nya yang hampir mati di jalanan umum yang ada di Spanyol. Dia benar-benar mengutuk Dika yang telah melaku kan hal konyol itu.
Dia adalah Thomas, musuh bebuyutan Dika. Sebenar nya adalah mereka termasuk satu keluarga karena ayah mereka Kakak beradik, namun sifat iri dari Thomas selalu membuat jarak di antara mereka hingga saat ini.
"Kita akan menyerang markas mereka sehari sebelum perjanjian," ucap Thomas tersenyum licik. Ini lah dai, seorang Thomas yang sangat licik dan selalu mengambil kesempatan dalam kesempitan.
"Apa kah kalian mengetahui siapa wanita yang bersama dengan nya?" tanya Thomas pada asisten nya.
"Sudah Tuan, seperti nya dia sudah di buang. Kami sudah mengajak kerjasama dengan nya," ucap asisten Thomas.
"Bagus, kita akan memanfaat kan wanita itu. Bawa dia bertemu dengan ku!" perintah Thomas.
Dalam bebrapa jam ke depan Rosa sudah sampai di markas baru Ghost Lion. Para pengawal langsung membawa Rosa ke hadapan Thomas.
Rosa yang melihat pria tampan, namun tak setampan pria idaman nya.
"Siapa kamu?" tanya Rosa dengan dingin.
Dia sudah tau ini adalah sebuah proyek baru bagi nya bukan permainan di atas ranjang.
"Aku tau kau adalah Selena bukan? Tidak perlu mengubah identitas mu. Identitas mu sudah tersebar, mungkin sekarang kau adalah buruan dari Rhadika," ucap Thomas mulai menyala kan benda kecil yang mengandung rokok itu.
"Apa maksud mu?" tanya Selena.
Thomas melempar kan bebrapa foto dan satu dokumen ke hadapan Selena, di mana dia adalah seorang pekerja budak nafsu saat berada di Afrika, dia juga memberi kan data Selena yang melaku kan operasi plastik.
"Aku mengajak mu kerja sama. Bukan kah kau ingin membalas dendam? ah ralat seperti kau sudah jatuh cinta dalam pelukan pria itu," ucap Thomas sambil mendekat ke arah Selena.
Tangan nya sudah mulai terulur mengelus paha terbuka Selena. Bahkan payudara wanita itu yang menyembul membuat Thomas ingin merasa kan tubuh wanita itu.
"Aku yakin kau sudah mengetahui bahwa kau tidak akan bisa mengalah kan pria iblis itu. Bergabung lah dengan ku, aku sudah mengundang mafia Itali bersama ku."
Tangan Tomas sudah mulai masuk ke dalam paha Selena dan mempermainkan kan milik wanita itu dari luar penutup nya.
Selena yang dulu hingga sekarang sangat palyer dalam dunia pernajangan mulai terang sang.
"Ahhh...mmm, apa kau bisa menjamin hidup ku?" tanya Selena mulai mengeluar kan suara desa hannya.
"Tentu saja, bah kan aku akan memuas kan mu sekarang," ucap Thomas. Dia sudah berhasil menarik penutup milik Selena. Tangan itu sudah mejau mundur saat ini membuat Selena mengerang kenikmatan.
Selena mendorong Thomas dan membuka baju nya sendiri, nampak bra Selena yang hanya menahan milik nya hanya seperempat saja.
Selena dengan rakus menempel kan bibir nya ke bibir Thomas. Thomas mengimbangi Selena karena dia juga adalah seorang player di atas tubuh wanita.
__ADS_1
Pria itu membalik kan posisi mereka, "sekarang adalah tugas ku," ucap Thomas.
Dia membuka seluruh pakaian nya hingga dia telanjang bulat.
"Waw, aku menyukai milik mu. Lumayan," ucap Selena.
Thomas langsung memasuk kan milik nya hingga tituk terdalam inti Selena.
"Sangat longgar," ucap Thomas sambil memaju mundur kan milik nya dalam-dalam.
Selena merasa kan kupasan saat ini.
**
Ros spontan menoleh ke belakang dan melihat siapa yang datang. Dia melihat Rhadika sang suami berdiri di sana.
Wajah nya terdapat banyak memar, tangan nya juga memerah. "Apa yang terjadi?" batin Ros.
"Ternyata suami mu tidak bodoh Ros. Bah kan dia mengetujui stltsrat ku agar datang hanya diri nya sendiri, bah kan dia bisa melawati petarung terbaik mertua mu," ucap Anderson tersenyum senang. Tiba-tiba Anderson merasa kan tubuh nya seperti terserap sesuatu jiwa nya. Ternyata Rhadika memberi kan tatapan membunuh nya pada nya.
"Kita pulang Baby!" ucap Rhadika dengan dingin. Dia sama sekali tidak menyapa pria yang sangat mirip dengan nya.
Ros memikir kan cara agar diri nya selamat kali ini. Yah dia tau dialah yang salah di sini, tidak mendengar kan penjelasan suami nya. Apa dia harus memohon pada suami nya? Atau langsung bersikap lembut saja? Ah Ros sangat bingung saat ini.
"Tidak!! Kau pikir aku boneka mu hah, bisa kau bawa ke sana kemari! Bahkan dia tas kesalahan mu kau masih saja bersikap dingin pada ku. Bahkan kau memadu kasih dengan wanita lain, saat di club pun kau ingin berc inta dengan wanita lain," teriak Rosaline.
Zevano dan Zarich heran melihat tingkah tiba-tiba Rosaline. Sedang kan Anderson, dia mencibir akting adik nya itu.
"Baby, aku bisa menjelas kan se...,"
"Tutup mulut mu Rhadika, aku membenci mu," ucap Rosaline sambil berlari dari sana. Ros melirik sedikit ke belakang sambil berlari.
"Ah aman," batin Ros saat sudah di kamar. Pria itu sama sekali tidak mengikuti nya.
Anderson lah yang memberi tahu kan keberadaan Ros pada Dika. Anderson tentan
Baru saja Ros merebah kan diri nya di ranjang dan menutup mata, seseorang masuk ke dalam kamar. Ros bisa menebak, itu adalah kakak nya Anderson yang tidak tau sopan santun.
"Kak, bisa kah kau mengetuk pintu sebelum masuk? Apa kah suami ku sudah pulang?" tanya Ros bangkit berdiri dan membuka mata..
Mata nya melotot Melihat siapa yang ada di depan nya. Ternyata itu adalah Rhadika, dengan santai pria itu mengunci pintu kamar.
Rhadika berjalan ke atas ranjang sambil membuka kameja nya.
__ADS_1
"Kau berpura-pura tidak tau fakta nya pada hal kau sudah menonton Vidio nya Baby," ucap Dika tersenyum licik ke arah Rosaline. Dika membuang kameja nya sembarangan, kini dada bidang dan perut kotak-kotak itu terpampang di hadapan Rosaline membuat wanita itu terpaku.
"A..aku aku bisa menjelas kan nya Sayang," ucap Rosaline.
Rhadika saat ini sudah berada di depan Rosaline. Pria itu mengangkat Rosaline dan meletak kan nya di pangkuan nya.
"Jelas kan!" perintah Rhadika. Dia sudah rindu dengan celotehan istri nya.
"Aku takut kau marah saat aku kabur karena tidak mau mendengar kan penjelasan mu," ucap Ros menunduk.
"Hei, lihat aku," ujar Dika mengangkat wajah Ros.
"Apa aku pernah memarahi mu sebelum nya?" tanya Dika dengan lembut sambil mengelus kepala istri nya. Ros menggeleng kan kepala nya menjawab pertanyaan suami nya.
Melihat bola mata jernih istri nya, Rhadika sungguh tenang hati nya. Dia sangat merindu kan momen ini. Dika masuk kedalam pelukan istri nya.
Beberapa menit pria itu berteduh di dalam dada wanita itu, Dika benar-benar tenang hati nya, bahkan perang antara kubu nya dengan Ghost Lion hilang seketika dari pikiran pria itu.
Tidak lupa juga Ros mengelus kepala suami nya, jika sudah seperti ini Rosaline tau bahwa suami nya sedang dalam masalah.
"Apakah kau sudah memaaf kan ku Baby?" tanya Dika menatap Ros
"Tentu saja tidak," jawab Ros tersenyum mengelus Rahang suami nya. Dika menjadi was-was istri nya berubah pikiran.
"Baby, aku benar-benar tidak memiliki hubungan lagi dengan Lili. Masalah bunga lili itu, saat kau datang ke markas aku melihat mu menyukai nya. Aku memutus kan untuk tidak memotong nya," jelas Rhadika panjang lebar dengan rasa bersalah bercampur sedih nya.
Ros tertawa melihat perubahan wajah Rhadika yang menjadi khwatir.
"Aku tau Sayang, aku sudah memaaf kan mu. Ini juga adalah kesalahan ku," jawab Ros terharu melihat wajah suami nya yang sedih.
Lama kedua nya saling bertatapan, Rhadika dengan tidak sabar langsung menempel kan bibir nya ke bibir sang istri. Dengan rakus dia menyesap bibir Ros dengan tidak sabaran.
Ros sudah merasa kan bahaya badai akan mendatangi nya dan meremuk kan tubuh nya.
"Baby, apa kau masih ingat ucapan mu yang mengata kan bahwa suami mu ini lemah di ranjang, ah satu lagi. Kau mengata kan milik ku kecil, akan ku tunjuk kan pada mu kehebatan ku yang akan membuat mu lemas tak berdaya," bisik Rhadika melepas kan tautan bibir mereka. Rhadika menghembus kan napas hangat nya pada sang istri membuat Ros meremang.
"Mmmm, Sayang aku sudah berjanji pada putra kita untuk menemani nya tidur. Tunggu sebentar lagi, hmm," bujuk Ros.
"Baik," jawab Rhadika. Dia mengambil ponsel nya dan mengetik sesuatu di sana.
"Aku sudah memberi kan proyek baru pada putra mu. Jika seperti ini, menurut mu apakah dia akan meminta mu untuk menemani nya tidur?" tanya Rhadika tersenyum licik.
Ros merasa sangat sial, dia tidak akan bisa menghindar kali ini. Habislah diri nya, Shine tidak akan bisa di jadi kan alasan. Dia tau anak itu sangat tertantang untuk menyelesai kan sebuah proyek dari pada tidur.
__ADS_1
Jangan lupa like nya 😊👍👍
Horas ✋✋✋