PERNIKAHAN HANGAT

PERNIKAHAN HANGAT
PERTEMUAN


__ADS_3

Sore itu saat Rizki keluar dari kantor, ponselnya berdering.ia mengambil ponselnya dari salah satu kantong jas almamater. ternyata ibunya yang menelpon.


"Assalamualaikum Bu, ada apa kenapa ibu menelpon ku?",tanya Rizki penasaran sambil menuju parkiran.


"walaikumsalam nak, kamu hari ini ada kegiatan gak?",ucap wanita tua itu padanya.


"hmm...gak ada deh kayaknya, lagian tugas tugas sudah aku selesaikan dari tadi siang Bu", Jawabnya membuka pintu mobil.


"kalau begitu apakah kamu bisa mampir kerumah.kita makan malam bersama hari ini, kakak kakak dan adikmu juga semua udah di sini".pinta wanita tua itu.


"baiklah Bu, aku akan kesana.tapi aku akan mampir ke supermarket dulu beli oleh oleh buat keponakan keponakanku,


boleh ya bu...?". ucapku memohon sambil membawa mobil keluar dari lobi parkiran.


"ya sudah, ibu juga memasak beberapa masakan tenang saja semua masih panas kok, cepat ya",jawab ibunya terdengar bahagia.


Bagaimana tidak bahagia, karna ini pertama kalinya keluarga mereka berkumpul setelah kira kira lebih dari 1 tahun 7 bulan lalu. karena masing masing dari kami sibuk mengurus perusahaan swasta milik ayah mereka yang akan di wariskan kepada keturunannya.


Saat sampai di supermarket, Rizki bertabrakan dengan seorang wanita cantik dan menawan.


"aduh, mba saya minta maaf menabrak mbak tadi",ujarnya sambil membantu wanita itu berdiri.


"eh iya mas gak masalah kok, saya juga gak melihat masnya tadi",jawab wanita itu santai.


"Eh ya mbak, kita kan belum berkenalan.


perkenalkan saya Rizki Aditya, panggil saja Rizki",ucapnya sambil berjabat tangan dengan wanita itu.


"saya Ririn Dwi Ariyanti, panggil saja Riri",jawab wanita itu.


"oh ya mbak, gimana kalau saya membelanjakan mbak apapun yang mbak inginkan di sini.sebagai permintaan maaf saya, bagaimana?", Rizki bertanya meminta pendapat.


"gimana ya mas,kita kan baru ketemu dan kenal tapi bagaimana pun juga saya gak bisa menerima tawaran itu, karna itu bukan salah anda tapi salah saya",terang wanita itu.


"Gak apa mbak, saya juga sekaligus mau membelikan oleh oleh dan mainan juga buat anak anak di rumah",ujarnya pada wanita itu.


"baiklah karna mas nya sendiri toh yang memaksa, rejeki kan gak boleh di tolak",ujar wanita itu pada Rizki.

__ADS_1


"hmm, padahal aku pikir masnya masih jomblo rupanya udah punya anak, sebaiknya aku gak terlalu dekat dengannya, aku tak mau mengganggu pernikahan orang lain karna diriku",gumam wanita itu dalam hati.


" berapaan semuanya buk?".tanya Rizki pada wanita paruh baya yang berdiri di kasir itu.


"semuanya belanjaan totalnya,


Rp.9.984.700.00. mas".jawab wanita paruh baya itu.


"eh mas, biar aku bantu kamu bayar ya, gak enaklah aku dengan istri kamu, nanti istri kamu malah curigaan lagi sama kamu karna aku".ucap wanita itu sambil mengeluarkan dompetnya dengan wajah khawatir.


"eh mbak, saya masih single lho, emang saya setua itu ya?".Rizki bertanya pada wanita manis yang berdiri di sebelahnya.


"tapi tadi mas sendiri toh yang bilang, mau beli oleh oleh buat anak anak di rumah".ucap wanita manis itu bingung melihatnya.


"ohh..itu bukan anak saya mbak, itu keponakan keponakan saya, hari ini di rumah keluarga besar saya sedang di adakan acara makan bersama jadi semua kakak dan adik saya datang,


kan gak enak kalo saya datang gak membawa oleh oleh".terang rizki pada wanita itu.


"ohh... syukurlah kalau masih single, berarti aku masih ada kesempatan, ehh...".ucap wanita itu malu malu.


sesaat Rizki terdiam sejenak melihat wanita itu, lantas ia bertanya.


"saya gak bilang apa apa kok mas, masnya aja yang salah dengar, kan buk, ibuk gak ada dengar apa apakan",ucap wanita itu dengan muka yang memerah.


"tapi kok mukanya mbak tiba tiba memerah",ujar Rizki sambil tersenyum senyum.


"eh,gak kok mana ada muka saya merah, masnya bisa aja sih",ucap wanita itu.


mungkin saja dia berbohong karena malu dengan ucapannya sendiri, tapi pendengaran rizki tidaklah buruk.


"Ehem...mas jadi mau bayar pakai cash atau kredit?".tanya ibuk itu sambil berdehem melihat ku dan wanita itu sambil tersenyum menggeleng kepalanya.


"Eh ya lupa... saya pakai kartu kredit aja deh buk, tapi atas nama perusahaan. bisa kan buk?". tanyaku pada ibu itu.


"bisa kok mas, bisa sebutan nama perusahaannya dan atas nama siapa...?" tanya wanita itu sambil mengetik keyboard komputernya.


"Atas nama CEO perusahaan swasta Sunho group, Rizki Aditya",ucapnya pada wanita paruh baya itu.

__ADS_1


"baiklah mas saya akan kirim kodenya dan mas silahkan memasukkan angka nominal yang harus di bayar".ucap wanita itu.


Rizki sudah siap mengetik kodenya.


"ini mas kodenya 17040401 silahkan mas".ucap wanita itu.


"Baiklah Bu aku sudah mengirimkan uang nya, apakah sudah masuk?",tanyaku memastikan bahwa notifikasi sebelumnya tidak salah.


"oke mas sudah masuk, silahkan barangnya, yang tas berwarna biru tua,hijau tua dan batik itu punya masnya,


sedangkan yang berwarna putih dan pink berlambang hati itu, milik mbaknya. terima kasih sudah berbelanja di supermarket kami, silahkan kembali lagi".


ucap wanita itu seolah olah dia sudah tahu barang yang harus dipisahkan tanpa di minta oleh sang pembeli.


"terima kasih Bu, kami akan sering sering berbelanja di sini kok".ucapku sambil membawa semua tas tas berat itu.


tiba tiba ibu menelpon ku kembali.


"halo nak, apa yang terjadi di jalan apa kau baik baik saja?". tanya ibuku khawatir kepadaku.


"tenang Bu ini baru saja siap berbelanja, sebentar lagi sampai kok". ucapku pada ibuku sambil meletakkan barang barangku ke dalam bagasi mobil.


"baiklah sebaiknya cepat kakak kakakmu sudah pada lapar lho". ingat ibu padaku.


"baiklah Bu, aku akan segera ke sana sekarang aku sampai 5 menit lagi, assalamualaikum". ucapku sambil menutup telepon.


"Mbak pulang dengan siapa?".


"kelihatannya saya harus pulang pakai taksi online deh mas..., sopir pribadi saya kecelakaan tadi dan tak bisa menjemput saya".jawab wanita itu dengan khawatir.


"kalau begitu naiklah ke dalam mobil, saya akan membantu mengantarkan anda pulang begitu acara makan malam di rumah ibu saya selesai


ayo cepat naik".ucap ku sambil menarik tangannya ke dalam mobil.


"tapi mas ini kan acara makan malam keluarganya mas, saya kan bukan siapa-siapa di sini".ucap wanita itu khawatir.


"tenang saja mbak, sekarang kita sudah menjadi teman, jadi mbak gak usah khawatir". ucapku pada wanita itu sambil tersenyum.

__ADS_1


BERSAMBUNG.......


__ADS_2