
Dulu Renata adalah gadis yang polos dan baik, karena itulah aku jatuh hati padanya.namun, sekarang perubahan dirinya begitu jauh.
Satu Minggu setelah beredar video itu, Renata datang kepadaku, memberi tahu kabar kehamilannya kepada keluargaku.
"Tante Rena sekarang sedang mengandung anak dari kak Rizki".
Mendengar kata kata itu tangis ibuku pecah. dia begitu menyesal dan merasa bersalah kepada almarhumah sahabatnya sendiri.
"Tante minta maaf yang sebesar besarnya atas nama Rizki dan Keluarga besar ini Rena, jikalau kamu menginginkan sesuatu silahkan beritahu Tante, apapun itu".ucap ibuku memeluk tubuh wanita itu.
Aku hanya diam di sana tak banyak berbicara, aku juga tak akan mengeluarkan suara karna diriku sudah di permainkan seperti ini.
"Tante yang Rena mau adalah menikah dengan kak Rizki, walau bagaimanapun juga anak ini adalah anaknya. jika dia tak mau menikahiku itu juga tak masalah, aku bisa kok membesarkan anak ini sendiri".jawab Renata sambil menangis.
Aku sangat tidak suka dengan suara orang menangis apalagi jika itu tangisan orang yang ku sayangi, Renata adalah wanita yang aku sayangi seperti adikku sendiri.
Hubungan antara kami berdua dulu saat SMA membuahkan cinta yang begitu dalam.
Sampai cinta itu hilang saat dia pergi meninggalkan aku sendiri di Indonesia demi kesenangannya di Eropa saat itu.
Saat ini aku hanya menganggap dirinya sebagai seorang adik itu tidak lebih.
__ADS_1
Namun, perempuan mana yang sanggup membesarkan anak tanpa di temani sosok lelaki.
Dengan lapang dada aku berdiri di depan ibuku dan Renata."Kakak akan segera menikahimu Renata".ucapku padanya.
"apakah yang kakak katakan itu benar?".
"Tentu saja, sampai umur anak itu tiga tahun kita akan tetap bersama.Namun, setelah tiga tahun kita akan berpisah dan memulai kehidupan sendiri, bagaimana pendapatmu?".
Itu lebih terdengar seperti sebuah perjanjian pernikahan, aku memang tidak bisa mencintai dirinya lagi.
Namun dia juga harus menjaga hatinya sekarang.
Dia juga sudah menemukan cinta sejatinya. wanita yang berhasil membuatnya berubah secara total,
Sebelum dilaksanakan pernikahan Rizki dan Renata mengadakan konferensi pers tepat di kantor besar perusahaan induk, Aditya grup entertainment.
Konferensi pers itu di lakukan untuk memberitahu bahwa Rizki dan Renata tetap harus menikah karena keduanya telah melakukan hal yang sangat berakibat fatal bagi nama baik perusahaan.
Saat itu Ivan datang untuk mengibur diriku, bagaimana dia tidak datang. saat masa masa terpojoknya dulu Rizki juga yang membantu dari awal sampai akhirnya dia menikah dengan missela.
"Kak, apa kakak serius akan menikah dengan mbak renata?". tanya Ivan memperhatikanku dengan wajah khawatir.
__ADS_1
"kakak baik baik aja kok,gak perlu cemas". jawabku.
"Kak apapun masalahnya cerita pada kami ya, jangan di pendam sendiri.
walau bagaimanapun sudah sulit untuk membuktikan bahwa kakak tak bersalah". jelasnya padaku.
"Baiklah bos aku mengerti, bagaimana kalau sekarang kita minum minum dulu, sebentar lagi kak Angga dan kak Fathan akan sampai".ujarku sambil mengambil beberapa makanan ringan dan beberapa botol bir.
"Assalamualaikum, wah ada Ivan dan missel nih, missel minum juga?".tanya Angga penasaran melihat istri adikku itu sembari memiringkan kepalanya.
"Ah...nggak kok mas angga.missel juga baru selesai USG gak mungkin missel minumkan, ya sudah missel ke luar dulu ya,...oh ya sayang jangan minum banyak banyak nanti susah bangun".ucapnya sambil mencium kening Ivan sambil berlalu ke luar.
Saat berkumpul dengan teman dan adikku yang sangat kuat minum membuat diriku sedikit lebih baik.
Semenjak beberapa hari pernikahanku dan Renata berlangsung, sudah lama Ririn tidak kemari.
'Apa mungkin saat ini dia tengah sibuk ya?'. ucapku di dalam hati.
Sungguh jika aku di tanya lebih memilih Renata atau Ririn makan yang akan aku pilih adalah ririn.namun saat ini aku tau belum saatnya menjelaskan kepadanya.
Jadi aku juga akan menunggu waktu yang tepat untuk berbicara dengan wanita yang kusukai itu.
__ADS_1
***BERSAMBUNG.....
SEMOGA SUKA YA***....