
Sudah tiga hari umur pernikahan kami aku mulai membiasakan diri dengan statusku saat ini, yaitu menjadi suami yang baik.
"Kak sarapan dulu sana, aku udah buatin kamu roti keju kesukaan kamu lho".ucap Renata sambil membenarkan dasiku yang miring.
Aku sudah terbiasa dengan ini, semenjak kami berpacaran saat SMA dulu.renata juga sering melakukan hal ini padaku.
walau kami telah resmi menikah tapi aku tak mau menyentuh tubuh wanita itu untuk yang ketiga kalinya.
"Iya aku makan kok, rena ingat jangan terlalu sampai jatuh cinta padaku begitu dalam, kita hanya menunggu sampai anak itu lahir". ucapku mengingatkan wanita itu.
"Iya kak,aku tau kok karena itu tolong sampai saat itu tiba, biarkan aku menjadi istri yang baik untuk kamu".
ucap wanita itu tersenyum manis sambil pergi meninggalkanku.
Seandainya jika aku masih memiliki rasa cinta dengan wanita itu pasti aku tak akan mengatakan hal yang menyakiti hatinya.
Namun tetap saja dia telah mengkhianatiku lebih dulu,aku tetap tak bisa menerima kenyataan itu di hatiku.
Namun, sampai bayi yang dikandungnya itu lahir aku akan tetap menjadi suami yang baik untuknya.
__ADS_1
"Kak aku mau bicara suatu hal penting padamu".ucapnya sambil menatapku dengan wajah penuh bersalah.
"Silahkan bicarakan saja". jawabku santai.
Tiba tiba gadis itu bersujud di bawah kakiku dan menangis."Kak aku minta maaf telah membuat nama keluargamu jadi buruk karena kesalahan diriku, tapi aku melakukan hal ini karena aku tak mau kehilanganmu, aku tak sanggup kak".
Aku tau dia pasti akan mengatakan hal itu padaku, bagaimanapun juga dia tetap bersalah padaku,namun saat ini bukan itu yang aku pikirkan.
Aku mengangkat kedua bahunya dan memeluknya."Sudahlah kakak juga sudah melupakan semua itu, jangan terlalu memikirkannya".ucapku padanya.
Setelah itu aku pamit pergi ke kantor.
"Nad,kamu kenapa? ada masalah apa?".ucapku yang berusaha menenangkan diri asistenku itu.
"Pak maafkan saya pak,saya suda tak bisa bekerja di sini lagi maaf pak". jawabnya sembari memeluk tubuhku.
"Emangnya ada apa siapa yang memecat kamu sih?".
"Bapak liat saja siapa yang ada di dalem aku juga gak tau kenapa tiba tiba aku di pecat". ujarnya padaku.
__ADS_1
Dengan cepat aku masuk ke dalam ruanganku,dan mendapati tubuh seorang lelaki dia adalah veran, kakak tiri dari renata.
"Veran, kamu pikir kamu siapa seenaknya saja memecat asisten pribadiku, disini yang jadi bosnya aku bukan kamu".ucapku yang emosi melihat lelaki yang sedang duduk di atas meja kerjaku.
"Sudahlah Rizki, dia sudah gak berguna, kenapa kamu masih mau mengangkatnya sebagai asisten sih, dia itu hanya wanita pemuas nafsuku saja".
Aku terkejut tak mengerti maksud perkataan lelaki itu."Apa tadi katamu?".
"Ayahnya menjual dirinya kepadaku, saat kami mau menikah dia pergi lari entah kemana, ya tapi untungnya aku menemukan di sini".
"Apa kau melecehkan dia?".bentakku pada lelaki itu.
"Ya, tubuhnya memang bagus tapi dia tidak ahli dalam urusan ranjang aku kasih ke kamu aja deh". jawabnya santai.
Dengan cepat dan berpikir panjang aku memukul wajah lelaki itu, dengan keadaan marah dan di sulut oleh emosi,
dia telah menginjak harga diri seorang wanita.mana mungkin aku bisa diam dan santai.apalagi itu Nadia,wanita yang berjasa atas perusahaan ini.
Dia membalasku dengan satu pukulan keras di bagian kepalaku yang menyebabkan diriku pingsan.
__ADS_1
Bersambung.........