
***Nikmati membacanya......
jangan lupa vote ya...plissss...
supaya novel ini makin bagus ceritanya***...
Dalam perjalanan menuju Century mall aku tak henti hentinya tersenyum bahagia disepanjang jalan.Bahkan Ivan saja menggelengkan kepalanya.
"Kak...kak...kak Rizki!".
'Hmm....aku jitak aja deh,biar sadar.'
'Pletak',Ivan menjitak kepala Rizki dengan sangat kuat. membuat Rizki terkejut serta kesakitan.
"Kenapa kamu menjitak kepala kakak Van!,mau di bantai?",tanya Rizki yang sedang melotot melihat wajah Ivan.
"Masih nanya kenapa?.dari tadi aku manggil kakak tapi kakak senyum senyum sendiri toh,kalau kakak mau silahkan...lagian udah lama juga kita gak bergulat,"jawab Ivan mengeraskan suaranya.
Saat itu mereka tak sadar bahwa saat ini Ririn sedang menatap tajam mereka berdua, bahkan melihat ekspresi wajah Ririn yang seperti itu membuat missel bingung merasakan hawa yang begitu mengerikan itu.
"Kalian bisa diam gak!,"teriak Ririn sembari menjewer telinga kedua lelaki yang tengah sibuk bertengkar di depan.
'aduh sakit sayang,....iya mbak sakit,....lepasin dong sayang,....iya mbak,kami berdua gak akan berantem lagi kok... kami janji.'Gumam mereka berdua kesakitan.
"Gitu dong,lebih adem dilihat bener gak Sel?".
"Bener tuh Mbak,udah pada besar masih berantem kayak anak kecil...bikin malu!,"jawab Missela menggelengkan kepalanya.
Seketika mendengar itu 3 anak yang duduk di kursi paling belakang pun tertawa.
dengan cepat Rizki mengalihkan perhatian mereka."Ada apa Van?,"tanya Rizki menatap adiknya Ivan.
"Ada telepon masuk dari zebino, liat tuh ponsel kakak berdering,"ujarnya melirik ponsel Rizki.
Rizki bergegas mengambil ponselnya dan mengangkat panggilan dari Zebino.dia adalah Zebino Aditya anak bungsu paman Rizki yang ke dua setelah ayah Rizki.
dia juga pemilik dari Century mall,itu adalah tempat bisnisnya yang paling maju di Jakarta.
__ADS_1
"Halo Rizki,kamu sudah dimana?,"suara berat seorang pria terdengar.
"Kami masih di jalan, tadi ada sedikit kendala biasalah Ivan lagi BM yah dia juga mengacaukan jadwal deh."
'Dasar sial dari dulu kebiasaannya yang ini gak pernah hilang ya, apa aku perlu memukul kepalanya lagi, tapi kalau dipikir pikir gak udah deh...bahaya kalau si serigala betina mengamuk'.Gumam Ivan kesal di dalam hatinya.
Suara tertawa terdengar
"Ya sudah,boleh bicara sama Kevin gak?".
Rizki memberikan ponselnya pada buah hatinya.
"paman Zebino ingin bicara."
Kevin mengangguk menerima ponsel itu dari Rizki.
"Halo,Prince Kevin!."
"Paman Zebino,"Kevin berseru riang.
Tanpa perlu ditahan,Kevin langsung bercerita panjang lebar mulai dari ayahnya yang selalu pulang larut malam hingga tak ada waktu untuknya, sampai tentang dia akan mempunyai seorang adik.
Zebino tertawa riang mendengar ponakannya itu bercerita.karena hanya Kevin yang bisa membuatnya tertawa.
jangan lupa si kembar Arvin Irvan juga menjadi favoritnya.
Setelah sampai di Century mall mereka semua turun kevin pun sangat sibuk bercerita dengan pamannya itu.
"Kevin bunda dengan Tante missel mau membeli minuman dulu sayang,kamu tunggu disini bareng ayah aja,"Ririn memberitahunya.
Ririn dan missel beranjak ke tempat pemesanan minuman di dekat tempat penarikan uang.dia memesan 7 gelas cokelat hangat.
"Ini mas untuk kamu,Kevin mau?,"Ririn yang telah kembali menyerahkan 2 gelas cokelat hangat itu pada Rizki dan Kevin.
Kevin hanya mengangguk menerima cokelat hangat itu,coklat adalah yang paling disukai anak ini.
"Hati hati masih panas,kev!,"ucap Rizki mengingatkan Kevin.
__ADS_1
Dari segi manapun Kevin sangat begitu mirip dengan Rizki, perbedaannya hanya dua Kevin memiliki bola mata indah berwarna biru seperti permata dan rambut pirang,semua itu adalah DNA-nya mendiang ibu kandungnya, Renata.
Bahkan para pengunjung yang melihat mereka sangat terpesona dengan ketampanan wajah ayah dan anak itu.
ada diantara mereka ada yang memuji sampai di depan Ririn.
'Mbak anaknya udah tampan,manis apalagi ayahnya sempurna'.
Mendengar ucapan itu Rizki takut membuat Ririn cemburu,tapi bagi Ririn itu masa bodoh dia ya peduli kata orang karena yang memberikannya rejeki bukan orang melainkan yang maha kuasa di atas.
"Kevin paman ada Klein,paman harus menemaninya kita lanjutkan nanti ya."
"Yaah...paman...,"Kevin terlihat kecewa.
"Ayolah kev,paman ada di lantai atas sekarang,"Zebino tertawa."nanti kamu dan kakak kakakmu udah sampai di lantai atas kalian bebas mau milih apa aja,naik Rolly coaster,ruang bermain,nonton bioskop, kalian bebas memilihnya."
"Janji ya paman."ucap ketiga anak itu.
Zebino tertawa riang mendengarnya.
"Iya sayang paman janji, bye kev,bye Arvin irvan.cepetan ke atas ya...."
"Bye,paman,"Kevin membalas tidak semangat.
"Jangan sedih dong,pamanmu ada dilantai paling atas, sekarang kita ngambil uang dulu ya, dompet ayah kosong,"pujuk Rizki.
Astaga nih orang udah tau mau jalan jalan ke mall tapi uangnya kosong di dompet, kebiasaan orang kaya nih.
Century mall adalah salah satu bukti kuat kekuasaan keluarga besar Aditya,tempat kebanggaan keluar besar itu.mall ini di kembangkan oleh Zebino Aditya yang berhasil membuat ekonomi yang begitu baik di bidang bisnis.
Mereka mulai naik ke atas tapi ada satu masalah yang berbahaya.
***MAAF CERITANYA MENGGANTUNG TAPI APAKAH BAHAYA YANG DATANG???.
KITA LIHAT BESOK YA...
JANGAN LUPA DUKUNG CERITA NOVEL SAYA DENGAN CARA LIKE COMENT DAN SHARE SERTA VOTE AGAR CERITA INI MENJADI POSISI YANG PERTAMA YA***....
__ADS_1