
Yang belum baca, yuk baca novel ini ya... makasih banyak semuanya....
**"
Di sebuah restaurant, Arya sedang melakukan kencan buta bersama seorang wanita cantik. Pakaian yang dikenakan modis dan fashionable, dilihat dari tas yang ia bawa, jelas sekali kalau gadis itu buka wanita sembarangan.
“Senang bisa bertemu dengan Mas Arya,” Tafli tersenyum manis kepada pria tampan di depannya. Ia sama sekali tidak percaya, bahwa CEO tampan dan mapan itu penyuka sesama jenis. Tunggu saja, jangan sebut namanya bila tidak bisa membuat Arya bertekuk lutut pada pesonanya.
“Sudah 10 menit, aku akan pergi!” Arya lantas bangkit, meninggalkan Tafli yang semula penuh percaya diri.
__ADS_1
“Sial! Dia mengabaikanku? Aku rasa dia memang abnormal!” umpat Tafli sembari membetulkan bajunya, semula ia menurunkan sedikit, agar terlihat menggoda. Tapi apa yang terjadi? Pria itu sama sekali tidak melirik. “Dasar hombreng!” maki Tafli kepada angin, karena Arya sudah pergi entah ke mana.
***
Di dalam sebuah kamar hotel, seorang gadis diikat di atas ranjang. Mulutnya ditutup dengan lakban. Terlihat bulir bening terus menetes dari sudut matanya yang sayu. Nur meronta dengan tali yang mengikat kaki dan tangannya.
Klek
“Aku sudah membayar mahal. Jadi puaskan aku, sekarang!”
__ADS_1
Nur semakin ketakutan, seringai pria itu sangat mengerikan. Bila ia ternoda malam ini, lebih baik ia mati.
“Akan aku lepas ikatanmu, jika kau kabur. Akan aku potong kakimu!” ancam pria itu dengan sadis.
Bibir Nur bergetar, ia merasa sudah di ujung tanduk. Ia pun menyusun keberanian yang tersisa. Tidak ingin mengalami mimpi buruk, Nur mencoba mencari jalan keluar. Ketika pria itu sudah melepas semua ikatan pada kaki dan tangannya, Nur langsung meraih botol wine di atas nakas.
Bugh
Botol itu berhasil mengenai kepala bos preman.
__ADS_1