
SELAMAT MEMBACA....
Malam ini adalah malam pertama setelah Rizki keluar dari rumah sakit untuk tidur di rumah, setelah bertemu dengan sang ayah Kevin akhirnya bisa tenang bahkan anak itu lebih ceria dari biasanya.
matahari mulai naik, rizki menghampiri sang istri di bawah yang sedang mengemil beberapa roti. dia lalu duduk di samping istrinya itu.
"Kamu mau mas,kalau mau ambil aja,"ucap Ririn menyondorkan keranjang penuh roti pada Rizki.
"Aku gak nafsu makan sayang."
Semenjak kehamilan istrinya yang masuk usia 2 bulan itu Rizki mengalami masalah dan perubahan mulai dari nafsu makan yang menurun,mual-mual,
dan bahkan menjadi seperti anak manja yang ingin di perhatikan setiap saat.
Dan juga berlaku pada Ririn, hampir setiap 3 hari Rizki harus memesan satu keranjang penuh roti untuk kebutuhan mengemil Ririn saat malam hari.
Bahkan Ririn yang tak suka meminum susu saat ini selalu minta di buatkan oleh Rizki.
Apartemen mereka tidak mempekerjakan juru masak ataupun cleaning service di lantai tempat dimana mereka tidur,karena itu tidak dibutuhkan padahal Rizki sudah memintanya untuk memperkerjakan pelayan rumah tangga,tapi itu di tolak oleh Ririn karena itu juga kewajiban dirinya sebagai seorang istri dan ibu.
"Mas nanti aku sama Kevin pergi ke klinik ya...mau ngambil obat herbal buat Kevin udah habis soalnya,"pintanya kepada sang suami.
Sejak berumur 3 tahun Kevin didiagnosa mengidap penyakit jantung yang ia dapat dari Renata,karena itulah Ririn selalu rutin memberikan obat obatan herbal yang dia racik sendiri di klinik.
"Iya sayang...,nanti malam aku pulang agak telat jadi jangan tunggu aku.
__ADS_1
kamu sama Kevin tidur aja,jaga kandungan kamu,"ujar Rizki memberi tahu sang istri.
"Kevin kemana?"
Benar juga,dari tadi anak itu tidak kelihatan bahkan ruang apartemen mereka juga kosong melompong, biasanya pagi pagi anaknya itu sudah menangis mencari bundanya,
Tapi hari ini dia tak kelihatan sama sekali.
Tiba tiba ponsel Rizki berdering.
Leon tangan kanan Rizki yang menelpon nya,Rizki bingung kenapa pagi pagi Leon sudah menelepon dirinya biasanya Leon mulai bekerja di jam 08:30 wib.
Rizki mengangkat telepon itu.
"Halo pak, selamat pagi.sebelumnya maaf mengganggu waktu anda tapi ada hal sulit di bawah!"
"Apa Kevin ada disana?"
Tak butuh waktu lama untuk lelaki itu menjawab,"benar pak, sebaiknya bapak bergegas ke bawah,"jelas Leon.
Rizki segera bergegas menuju lantai bawah, bagaimana cara anak itu membuka pintu yang kodenya hanya di ketahui oleh dirinya dan Ririn?.
Setibanya di bawah Kevin dan Riza anak simpanan direktur Hasa sedang berebut mainan,tak ada satu orangpun yang memisahkan mereka berdua.
"Kevin kok bisa keluar?, ngapain berebut mainan dengan Riza?"
__ADS_1
"Aku manjat jendela yah!"
Bagaimana bisa anak ini memanjat jendela yang tinggi itu? bahaya aku harus lebih berhati-hati lagi jika tidak dia bisa bahaya.gumam Rizki sambil menggendong tubuh sang anak.
"Kok berantem sama Riza?,emang kenapa kev?"
"Riza mencuri mainan aku yah..."
Mendengar itu Rizki memperhatikan mainan yang dipegang oleh Riza dan dia mengingat kembali.sebelumnya Rizki tak pernah melihat mainan itu, karena penasaran dia bertanya kepada anak yang sedang berkaca kaca didepannya.
"Riza,paman mau tanya, boleh gak?"
Riza hanya mengangguk setuju sambil memeluk erat mainan di tangannya.
"Itu mainan Riza atau punya Kevin?,"dengan lembut Rizki bertanya pada anak itu dia takut anak temannya itu menangis.
"Ini mainan aku paman,mama rose yang membelinya kemarin,"jawab anak itu.
Rizki tentu saja percaya karena istri pertama hasa memang sangat suka dengan sifat Riza yang merupakan anak haram dari suaminya dari perempuan simpanannya itu.
Rizki lantas memerintahkan kepada Leon untuk membawa Riza kembali ke kamarnya, sedangkan Rizki menggendong tubuh anaknya kembali keatas.
Kevin yang tak mendapat apa yang dia mau menangis dengan suara yang tinggi bahkan dia memukul wajah Rizki.namun Rizki tidak mempedulikan itu.
Sesampainya dikamar Rizki memeluk erat tubuh Kevin membuat anak itu tidak nyaman dan kembali menangis.
__ADS_1
"Lain kali kalau mau keluar bilang sama ayah dengan bunda kalau ada apa apa siapa juga yang susah?,Kevin kan tau di perut bunda ada dedek bayi, kasihan dong,"jelas Rizki memperingati Kevin.
BERSAMBUNG...