PERNIKAHAN HANGAT

PERNIKAHAN HANGAT
Chapter 114 Kelinci Kecil


__ADS_3

Pagi menyapa seluruh penghuni kota di mana mereka harus kembali melanjutkan segala aktifitas seperti biasanya.


"Engh..." lirih Embun sembari membuka kedua matanya, dia mengerjap-ngerjapkan kelopak mata yang menyembunyikan manik cokelat indahnya.


Saat dia mau bangun, Rendra memeluknya. "Lima belas menit lagi sayang, jangan turun dulu dari ranjang... kita, kan, belum pemanasan," pria itu tersenyum penuh dengan kejahilan, tangannya meraba bagian atas tubuh istrinya, "Aaa!!" dan langsung duduk.


Rendra mengusap tangannya, "Kenapa kau menggigitku? Kau sudah berani melukai ku, hah?"


"Bukan aku yang menggigit mu, mungkin saja seekor nyamuk... nyamuk yang besar," seru Embun lalu terkekeh, dan segera turun melarikan diri ke bathroom.


"Sayang jangan lari, nanti jatuh."


Rendra menatap tangan yang baru saja di gigit istrinya, "Dasar Mimi, kenapa semakin hari kau semakin lucu dan menggemaskan saja, sih? Aku jadi ingin melahapmu setiap jam."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sarapan pagi telah di siapkan sebagaimana biasanya, makanan sehat dan susu hamil juga sudah ada.


Pagi ini Manda sedang membersihkan beberapa tempat di rumah besar, dia tak sendiri karena An sang penggosip akan selalu ada di sekitarnya.


"Yun?"


"Hm?"


"Apakah benar berita yang aku dengar ini?"


"Apa?" masih sibuk bersih-bersih.

__ADS_1


"Tentang pak Li," An menepuk bahu rekannya, "Aku sungguh tak pernah menduga nya jika pak Li akan seperti itu."


"Kau kira aku tak seperti itu? Aku juga lebih shock."


"Haaaah..." An menghela napas lalu menggeleng, mengusap wajahnya dan balik jemarinya itu ia menyeringai dingin, "Malang sekali nasibnya, aku turut berduka cita."


"Cepat selesaikan pekerjaanmu, sebentar lagi tuan dan nona muda akan turun."


"Ah iya benar, baiklah."


Dari lantai atas sepasang suami istri itu pun segera turun menapaki anak tangga menuju lantai satu, tepat di bawah tangga para pelayan berbaris rapi menyambut mereka dan tak lupa juga untuk memberi bow.


"Selamat pagi nona muda, tuan muda," seru mereka serempak, di dekat kepala pagar tangga ada bibir Rita dan sekarang dialah yang menjadi kepala pelayan di rumah ini, menggantikan pak Li.


Rendra mengangguk, "Pagi."


Rendra menghentikan langkah kakinya di anak tangga terakhir, "Mulai hari ini bibir Rita yang akan menjadi kepala pelayan, menggantikan pak tua itu," suasananya mendadak dingin, "Siapapun yang terlibat konspirasi dengannya maka aku, Alvarendra Raymond tak akan segan untuk mengeluarkan jantungnya." tangannya terkepal ke udara, memberikan contoh seperti apa itu mengeluarkan jantungnya dari dalam tubuh.


Semua diam menelan, menundukkan pandangan karena takut.


"Dan kau, Manda," semua pelayan saling menatap melempar tanya siapakah gerangan orang yang bernama Manda?


Manda atau yang lebih mereka kenal dengan nama Yun. Pun, maju selangkah, berdiri menghadap tuan muda Rendra lalu mengangguk hormat padanya.


"Mulai sekarang aku mempercayakan keselamatan nona muda kepadamu, jika kau lengah sedikit saja maka aku tak akan mentoleransinya, sekalipun Alister yang memohonkannya."


"Saya mengerti, tuan, saya akan menjaga nona dengan baik."

__ADS_1


"Kalian semua boleh pergi," perintah Rendra.


"Baik," semua serentak menjawab.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Agenda pagi ini setelah sarapan, Embun mengantarkan suaminya hingga ke teras.


"Sayang, jangan lupa dengan janji kencan kita ya... jam sepuluh pagi," aaaa manis sekali, sih, senyumannya membuat Rendra tak sadar langsung mengecup bibir istrinya di hadapan Manda.


"Ya, aku ingat itu...nanti Alister akan menjemput kalian."


"Tidak, kita bertemu di kafe sebelas saja, ya?"


"Hei kau sedang hamil, jangan mencari masalah dan membuatku marah lagi."


"Sayang, kau tidak percaya pada Manda? Dia akan menjagaku."


"Kalau begitu pergi dengan sopir, tidak ada tawar menawar lagi."


"Aaah iya baiklah sayang, kita bertemu dua jam lagi di kafe sebelas," sebelum Rendra pergi, Embun dengan cepat mendaratkan ciuman di pipi kanannya dan segera kabur masuk ke dalam rumah.


"Dasar kelinci kecil, sudah berani mencuri ciuman dariku..."


Dari pintu gerbang sudah terlihat mobil hitam milik Alister, sementara Manda yang melihatnya pun langsung pamit masuk ke dalam.


Gadis itu tak mengatakan apapun selain memberi bow kepada tuan mudanya.

__ADS_1


__ADS_2