
Jamuan makan malam romantis, aaaa so sweet sekali sih si tuan muda kita yang satu ini?
Di dekat kolam renang ada sebuah meja bundar dan dua buah kursi, di atas meja itu ada sebuah lilin aroma yang menenangkan.
Suasana makan malam romantis yang telah di persiapkan untuk menyambut kepulangan Embun dari rumah sakit.
Wanita itu bahkan sampai tercengang-cengang dibuatnya, "Sa- sayang, ini apa?"
"Aku mempersiapkannya untukmu, sayang," Rendra menarik kursi untuk Embun duduki, "Duduklah."
Embun mengangguk dan memenuhi permintaan suaminya itu, dia duduk dengan manis. Pantas saja Rendra meminta kepada An untuk menyiapkan gaun pesta untuknya.
Padahal jika di pikir, kan, hanya sebuah makan malam yang memang merupakan sebuah kegiatan rutin di setiap malamnya.
Chef dan beberapa pelayan datang dengan membawa beberapa menu makan malam, dan ternyata salah satunya adalah bistik.
Aaaaaaa ya ampun, sudah tak mengerti lagi bagaimana rasanya dinikahi seorang sultan Badas, baru saja Embun menginginkan bistik dan sekarang lihatlah, menu itu ada di depan matanya.
Salah satu dari pelayan itu adalah Manda, atau yang biasa mereka kenal dengan nama Yun.
Dia tampil layaknya seorang pelayan biasa, namun tak jauh darinya Alister diam-diam memperhatikannya.
Tak seberapa lama pak Li datang mendekati Yun untuk membisikinya, "Ikut denganku sekarang, dan tanpa bertanya."
Tentu saja hal itu meninggalkan banyak kecurigaan di benak Alister, semakin memperkuat praduganya jika mereka berdua memiliki hubungan.
Alister mengikuti langkah kaki mereka hingga menuju halaman samping rumah yang luas.
__ADS_1
Dia menyembunyikan tubuhnya di balik tembok, menguping.
"Ada apa, apakah pak Li -" belum selesai Yun bertanya namun pak Li terlebih dahulu mengayunkan sebuah belati tajam dan berhasil menggores pipi kirinya.
"Pak Li!" pekik Yun yang langsung melepaskan tendangan kakinya tepat mengenai kaki pak Li, "Ada apa ini? Kenapa tiba-tiba saja menyerang saya?"
"Hentikan sandiwara mu, dan berhentilah menyelidiki ku... atau aku akan melenyapkan mu."
"Melenyapkan ku?" Yun masih pura-pura bodoh, "Apa maksud anda, dan menyelidiki apa?"
"Ku bilang hentikan sandiwara mu!" pekik lelaki tua itu sembari mengayunkan tangannya yang sedang menggenggam belati, hendak menusukkannya di perut Yun namun pertolongan datang lebih cepat.
"Hei!" teriak Alister yang berlari ke arah mereka, dia menarik Yun agar dapat menjauh dari pak Li.
"Tu - tuan Alister, a- apa yang sedang anda lakukan di -"
"Akh!" pak Li memekik kesakitan saat Alister meninju wajahnya hingga memar.
"Brengsek, seharusnya aku tahu sejak awal jika kau adalah dalang dari semua rentetan janggal ini."
"Haha..." bukannya takut, tetapi pak Li malah terbahak, nyalinya sungguh besar atau mungkin dia pria tua yang memiliki banyak nyawa, "Leony adalah putri kandungku, hasil dari hubungan gelap ku
dan ibunya, tak seorang pun yang boleh merebut kebahagiaannya, tuan muda hanya boleh menikah dengan putri ku."
"Kau gila pak Li, tuan muda sudah menikah dengan nona -" suara Yun tercekat, dia merasakan pusing namun berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankan kesadarannya, "Kau menggunakan racun tak berbau pada belati mu.."
"Dalam hitungan detik, ibu dan bayi itu akan mati hahaha..."
__ADS_1
Sungguh pria tua yang mengancam, kehadirannya sangat meresahkan.
"Pergi dan beritahukan hal ini kepada tuan muda, aku yang akan mengurusnya," seru Alister namun Yun pun tak mampu untuk bergeming, kedua kakinya gemetaran.
Pak Li masih tertawa menyaksikan kematian Yun yang semakin mendekat, "Racun itu memiliki tingkat mematikan yang luar biasa, sekali saja kau tergores maka racun itu akan menyebar melalui luka di tubuhmu, dengan kecepatan 0,01 detik apa yang bisa kau lakukan, hah?!"
"Dan penawarnya hanya ada padaku, sekarang nikmatilah kematianmu Yun... hahaha..."
"Shit!" Alister tak terima, dia mencengkeram tangan pak Li dan dengan kuat mengarahkan tangan itu ke arah perutnya.
"Akh!"
Darah segar merembes di perut pak Li, "Sekretaris sialan, beraninya kau melukai calon mertua tuan muda mu sendiri, hah?!"
Blurb!
"Aaaaarrrgggghhh!!" sekali lagi pak Li memekik kesakitan saat Alister kembali mendorong tangannya, sehingga membuat tusukan belati tersebut semakin dalam dan mengenai organ vital pak tua itu.
Tubuh nya melemah saat terkontaminasi sisa racun yang ada di belati itu, dia jatuh dengan posisi berlutut di bawah kaki Alister.
"Pria busuk!" dengan kuat Alister memutar kepala pak Li hingga berhasil memutuskan urat nadinya.
"Engh..." kini giliran Yun hampir jatuh tak sadarkan diri, wajah cantiknya hampir mengenai aspal jika saja Alister tak meraihnya.
"Bertahanlah, kau belum menjelaskan semuanya kepada tuan muda..."
Alister mencoba meraba pakaian dan beberapa kantong pakaian pak Li, hingga mendapatkan pil penawar racun.
__ADS_1
"Minumlah."