PERNIKAHAN HANGAT

PERNIKAHAN HANGAT
Bonus Chapter II


__ADS_3

Dirly memeluk tubuh Mika tanpa peduli ada sorot mata tajam yang mengarah padanya.


"Kapan pulang?"


Dengan wajah berbinar-binar Dirly menatap calon yang akan dijodohkan padanya.


Mika hanya mampu menelan ludah dengan kasar, bagaimana ini? Sempat ia melirik ke arah suaminya yang menatap dengan pandangan tak suka. Jelas suaminya itu sedang jealous.


Mama Mika yang semula bertujuan mengusir Nathan dengan mendatangkan Dirly calon menantu idaman pilihannya. Tanpa basa basi langsung mengenalkan Dirly pada Nathan.


"Kenalkan, dia adalah calon tunangan Mika."


Jleb, Mika sudah mau pingsan rasanya. Bagaimana ia mau tunangan kalau ia sudah berstatus istri orang.


Nathan yang mendengar langsung tersenyum getir. Dari sini ia menyadari bahwa orang tua Mika tidak menyukai dirinya.


Tidak ingin menyerah, Nathan pun memilih memperjuangkan cintanya.


"Apa Mika mencintainya?" tanya Nathan dengan berani. Ia merasa PD karena Mika adalah istrinya. Mana mungkin istrinya akan bertunangan lagi?


"Jelas!" ucap Mama Mika dengan percaya diri.


Abas sedari tadi menyaksikan apa yang ada di depannya. Ia sebenarnya lebih suka Dirly karena orang tuanya jelas. Kalau Nathan? Siapa dia? Hanya orang asing.


"Mika, apa kamu suka laki-laki ini?"


Nathan menatap istrinya, berharap Mika memberi jawaban tidak.


"Maaf Pa, Ma, Dir. Aku gak bisa menerima perjodohan ini,"


"Mikaaaa!" bentak Mama Mika.


"Mika," Sedangkan Abas lebih kalem menghadapi penolakan sang putri.


"Bukankan Kita sudah membahasnya cukup lama?" Mama Mika tak terima, karena sepertinya Mika lebih meyukai pria yang datang bersamanya.


Dirly yang kecewa memilih meninggalkan rumah Abas. Ia merasa dipermalukan.


"Om, Tante. Aku pulang dulu!"


"Tunggu!" Mama Mika mencoba menghalangi.


"Kita bicarakan lain kali aja Tante, sepertinya Mika masih lelah," Dirly berkelit, rasanya ia ingin pergi jauh akibat penolakan Mika secara terang-terangan itu.


"Maafkan Tante!" Mely merasa tak enak hati sebagai orang tua dari Mika.

__ADS_1


Dirly hanya mengangguk pelan kemudian pergi dengan perasaan terluka.


Mely langsung menarik pergelangan tangan putrinya agar duduk di sebelahnya.


"Apa-apaan kamu ini? Mengapa menolak perjodohan yang sudah lama Kita sepakati?"


"Maaf Ma,"


"Mama gak mau kata maaf, pokoknya besok kamu ketemu Dirly. Minta maaf sama dia,"


"Tapi...!"


"Tidak ada kata tapi!"


Mama Mely langsung menatap Nathan.


"Sudah malam, sebaiknya kamu pulang!"


Merasa terusir, Nathan pun bangkit dari sofa.


"Mau ke mana? Kamu gak boleh meninggalkan aku sedetik pun!" bentak Mika yang merasa prustasi.


Abas terhenyak menyaksikan sikap berani putrinya.


"Mika!" pekik Abas.


"Aku akan tidur di hotel, Kita jelaskan besok pada Mama Papamu," bisik Nathan pada istrinya.


Mata Mama terbelalak menyaksikan Nathan yang bisik-bisik di depannya. Bisa-bisanya mereka bersikap intense seperti itu di depan mereka.


Kali ini Mely sangat menyesal menguliahkan putrinya ke luar negeri. Bila hasilnya seperti ini lebih baik ia memberikan pendidikan dalam nengri, agar putrinya lebih menjunjung nilai nilai budaya.


"Saya pamit Om, Tante!"


"Aku ikut!" teriak Mika. Membuat mata Abas dan Mely membulat sempurna.


"Mika, jaga sikapmu!" Mely yang terkenal lembut ini kini sudah di ambang batas kesabaran. Bagaimana bisa putrinya akan ikut bermalam di luar dengan pria asing.


"Maaf Ma, Mika akan ikut suami Mika!


Deg, bagai disambar petir, kata kata Mika rupanya mampu membuat orang tuanya langsung mendapat serangan jantung mendadak.


"SUAMI?" Abas mengulang kata kata putrinya.


Karena terlanjur, Nathan pun langsung berlutut di depan orang tua Mika.

__ADS_1


"Maaf Om, Tante. Ini semua salah Saya!" ucap Nathan dengan penuh penyesalan.


Abas dan Mely yang masih shock, belum bisa mencerna kenyataan yang di ucapkan dua muda mudi di depannya.


Bagaimana bisa Mika menikah? Ia mengirim putrinya untuk kuliah bukan malah pulang-pulang membawa seorang suami.


Mama lebih shock lagi, ia memijit-mijit kepalanya yang pusing bukan main.


Rupanya Mika berhasil membuat seisi rumah terkejut, saat semua mata tertuju padanya. Merasa sangat bersalah. Mika pun menyusul suaminya berlutut di depan ke dua orang tuanya.


"Maaf Pa, Ma. Ini juga salah Mika!"


Ingin mendapat jawaban yang masuk akal, Abas akhirnya mulai bersuara.


"Mengapa kalian menikah diam-diam?"


Nathan dan Mika saling pendang, karena sudah terlanjur ketahuan. Makan mereka berdua melakukan pengakuan dosa bersama-sama.


Mika dan Nathan menceritakan semuanya, apa yang terjadi selama ini di luar negeri.


Mendengar itu semua Mely rasanya mau pingsan, kenyataan ini bagai petir di siang bolong.


Sementara Abas merasa sangat kecewa dengan putrinya tersebut. Tapi mau apa lagi? Nasi sudah menjadi bubur.


"Berdiri!" hardik Abas pada Nathan.


"BERDIRI!" Teriak Abas yang tak diindahkan oleh Nathan yang merasa sangat bersalah.


Dengan rasa penuh penyesalan, Nathan akhirnya berdiri tegap di depan mertuanya itu.


PLAKKKKK


Sebuah tamparan yang keras mendarat di pipi Nathan.


"Paaaa!" pekik Mika yang melihat suaminya mendapat tamparan dari Papanya.


"Ini salah Mika Pa," Mika memeluk tubuh suaminya. Nathan yang ditampar, tapi ia yang merasa sakitnya.


"Kalian!!!" Mama sudah tak bisa berkata-kata. Kepalanya tambah pusing.


Suasana semakin menegangkan pun tergambar dalam ruangan tersebut.


Mika masih melindungi tubuh suaminya dari amukan sang Papa.


Sedangkan Abas menatap penuh kecewa pada Mika dan Nathan yang sudah merusak kepercayaanyan.

__ADS_1


Bagaimana selanjutnya?


Bersambung, nantikan Bonus Chapter selanjutnya yaaa.


__ADS_2