
Beberapa hari setelah kematian pak Li, Rendra yang juga telah mengetahui kebenaran akan jati diri Leony, dia pun langsung memerintahkan Alister untuk menyelidikinya.
Jika terbukti semua kebenaran itu, Rendra meminta sang sekretaris tersebut untuk memboikot perusahaan Anola Grup, membuangnya dari list kontrak kerja sama.
Memasukkan mereka ke dalam catatan hitam Brilian Group.
"Aku tidak ingin ada kelalaian lagi, hancurkan semua yang berhubungan dengan pak tua itu. Jangan sisakan apapun."
"Saya mengerti tuan, saya akan pastikan tuan mendapatkan hasil lebih dari apa yang tuan muda inginkan."
Alister memberikannya bow kemudian segera melenggang pergi dari ruang kerja, dia mulai menyelidiki wanita yang mengaku telah mencintai Rendra sejak lama, itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Beruntung sekali menemukan Leony ternyata tak sulit.
"Tuan muda Rendra ingin bertemu anda di taman bunga anggrek, malam ini." tertanda Alister dan pesan pun terkirim.
"Benarkah, sungguh? Ah ya baiklah aku pasti akan datang... aku tak akan membuatnya menunggu lama."
Antusias Leony dengan bahagia bukan kepalang, dia tak tahu bahaya apa yang sedang menantinya.
Dia diminta untuk datang ke taman anggrek? Ah, kedengarannya akan terjadi hal-hal yang romantis.
Leony merebahkan tubuhnya di atas ranjang dan berguling beberapa kali dengan perasaan bergetar bahagia.
__ADS_1
"Aku harus membeli dress yang mewah untuk kencan kami, aku tahu, Rendra pasti ingin menyatakan cintanya kepadaku..." bangun dan mengambil tas hermesnya kemudian pergi menuju boutique elit di kota.
Sesampainya di sana, Leony benar-benar merealisasikan apa yang ada di benaknya, Night Gown super elegan nan sexy membentuk body gitar spanyol.
"Naina, aku ingin Night Gown ini..." Leony mengeluarkan gold card-nya kepada pemilik boutique ini, "Gesek saja."
"Wah, sepertinya kau akan menggunakan gaun itu untuk berkencan, apakah aku benar?"
Pertanyaan itu membuat rona merah samar di wajah Leony, malu-malu dia mengangguk, "Hm... aku sudah lama menanti kesempatan ini datang."
"Semangat ya, kau adalah wanita tercantik dan sexy yang pernah ku kenal... aku yakin pria manapun tak akan ada yang bisa menolak pesona mu."
"Ah sudahlah, kau membuatku semakin malu hanya dengan membayangkannya."
Mereka tertawa bersama.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dia sudah duduk dengan membayangkan sejuta kebahagiaan di dalam benaknya.
"Sudah lama?" tanya Rendra yang tiba-tiba saja mengejutkannya nya, bahkan jantung Leony saja sampai berdebar kencang saat di tatap seperti itu.
Dia menggeleng, "Tidak, aku juga baru sampai."
Rendra tersenyum kini pria itu sudah berdiri tepat di hadapan Leony, "Ke- kenapa kau melihatku seperti itu?" tanya Leony malu-malu.
__ADS_1
Rendra kembali tersenyum, namun sedetik kemudian sorot matanya menunjukan ancaman. Tangannya bergerak cepat mencekik wanita itu.
"Aaaakkkhh!" pekik Leony kesakitan, dia memukul-mukul tangan Rendra, "Lepas... lepaskan aku, kenapa kau men - mencekik ku? Uhk, uhk!"
"Berani-beraninya kau dan ayahmu bersekongkol untuk menyingkirkan istriku."
"Lepas, apa maksudmu?"
Mulut Leony terbuka saat Rendra semakin menguatkan cekikan tangannya, dan dengan mudahnya Rendra menghempaskan tubuhnya hingga tersungkur tepat di bawah kaki Alister.
"Aaaakkkhh!!" pekik Leony seraya meraba lehernya, "Aku hanya tinggal bersama kakek, bagaimana mungkin kau menuduh ayahku?!" tandas Leony tak terima dengan tuduhan itu.
"Bodoh! Kau dan ibumu memang bodoh! Kebodohan terbesar ibu mu adalah dengan membiarkan pak Li meninggalkan benihnya sehingga terlahir wanita menjijikkan seperti dirimu!"
"Pak Li? Apa hubungannya dia dan ibuku, lalu kenapa kau menyebutku?"
"Alister?"
Pria yang barusan di sebutkan namanya itu, pun, mengangguk.
Dia melemparkan bukti atas apa yang di katakan tuan mudanya barusan.
Sebuah foto keluarga, "Ini, ini foto lama milik ibu... kenapa bisa ada padamu, hah?"
Leony berdiri menghadap Alister.
__ADS_1
"Anak kecil yang ada di dalam foto itu adalah anda, dan pria yang berada di sebelah kanan ibumu adalah ayah kandungmu, pak Li!"