PERNIKAHAN HANGAT

PERNIKAHAN HANGAT
Bonus Chapter I


__ADS_3

Setelah hidup bersama berbulan-bulan di negeri orang, kini saatnya Nathan dan Mika pulang ke Indonesia.


Di sebuah bandara international nampak Mika menarik koper miliknya, sembari tangan satunya merangkul pundak suaminya, Nathan.


Hati ini keduanya berencana akan meminta restu pada Papa dan Mama Mika. Karena sebelumnya mereka menikah tanpa sepengetahuan Abas dan Mely.


Yang Abas serta Mely tahu putrinya sedang menempuh pendidikan di sana. Mereka tidak pernah menduga, bahwa Mika akan membuat sebuah kejutan besar untuk keduanya.


Saat ini Mika tengah duduk di dalam mobil, ada Nathan di sebelahnya yang fokus di balik kemudi. Saat ini mereka berdua sedang menuju ke kediaman orang tua Mika.


Meskipun sudah menikah di luar negeri, Nathan merasa harus miminta restu pada Papa dan Mama Mika. Belum lagi ia juga harus meminta maaf dengan apa yang sudah terjadi pada Mika.


Nathan merasa semua adalah kesalahan dirinya, ia sadar betul. Oleh sebab itu, ia akan meminta maaf pada orang tua Mika.


Sepanjang perjalanan Mika tak banyak bersuara, ada perasaan tak nyaman pada hatinya. Ia takut bila Mama Papa akan menentang pernikahannya.


Mika juga merasa malu, karena merasa sudah menjadi anak yang tidak berbakti dan mengecewakan orang tuanya. Nathan yang menyadari kecemasan Mika, hanya bisa mengengam tangan istrinya tersebut.


"All is well," ia mencoba memberi semangat pada Mika.


Beberapa saat kemudian keduanya telah sampai di kediaman Abas yang megah. Sembari menatap rumahnya dari dalam mobil, Mika memegang dadanya.


"Ayo masuk, ada aku!" ucap Nathan yang mengerti bahwa Mika sedang dilanda kecemasan yang berat.


Dengan perasaan dag dig dug, Mika turun dari mobil. Mereka berdua pun masuk ke pekarangan rumah Abas.


Rumah nampak sepi, mungkin Papanya sedang di kantor. Sedangkan Miko mungkin juga masih kuliah di kampus.


Ting Tung


Mika memencet bel rumah orang tuanya, ada rasa takut saat tangannya menyentuh tombol itu.


Sementara itu, Nathan sedari tadi memegang pundak istrinya. Ia yakin betul saat ini Mika ada pada situasi yang tidak nyaman.


Cekrek


Sebuah kepala menyembul dari balik pintu, itu adalah Melly, Mama Mika.


"Ya ampun, Sayang. Kenapa gak bilang mau pulang? Kami baru aja bulan depan mau nyusul kesana!" ucap Mely sembari memeluk tubuh putrinya.

__ADS_1


Selama ini mereka hanya komunikasi lewat telpon, dan Mika masih menyembunyikan pernikahannya dengan Nathan.


Puas memeluk putrinya, Mely langsung menarik lengan Mika masuk ke dalam. Saking senangnya ia sampai tak melirik ke arah Nathan.


Sedangkan Nathan yang masih belum di sadari kehadirannya oleh Mama Mika, ikut masuk begitu saja. Pokoknya ia akan tebal muka. Ini semua salahnya, maka ia akan pasang badan untuk bertanggung jawab.


"Ma kenalin ini Nathan," ucap Mika sambil menarik tangan suaminya.


Mama Mika sekilas tidak suka, sebab ia kan sudah memiliki rencana akan menjodohkan Mika dengan putra dari sahabatnya, Dirly.


Dengan tatapan tidak suka, Mama Mika menjabat uluran tangan Nathan.


Mika juga tahu betul bila Mamanya tak suka, tapi apa boleh buat. Ia terlanjur cinta dengan laki-laki pilihan hantinya.


Sampai sore tiba, Mama Mika menarik tangan Mika ke dapur.


"Teman kamu kok gak pulang-pulang?" tanya Mama dengan gemas.


"Itu suami Mika Maaa," ucap Mika dalam hati, ia Tak berani berkata yang sebenarnya. Takut Mama akan mencincangnya.


"Nunggu Papa pupang Ma!" ucapnya kemudian.


Waduh, binggung mau berkata apa lagi. Mika pun beralasan haus. Dengan sigap ia kabur, lari dari investigasi sang Mama.


Beberapa jam kemudian, ketika langit berubah menjadi warna jingga. Abas akhirnya pulang ke rumah. Ia sempat melirik ke sebuah mobil di halaman rumahnya.


Dalam hati ia bertanya-tanya, mobil siapa gerangan. Karena bukan mobil keluarganya.


Begitu masuk rumah, Abas dibuat terkejut. Ia langsung memeluk Mika yang kala itu ada di ruang tamu bersama seorang pria yang tak lain tak bukan adalah Nathan.


"Pulang kok gak bilang-bilang?" tanya Abas setelah melepas pelukannya pada putri yang ia sayang.


"Surprise, Pa!" jawab Mika dengan canggung.


"Kenalin Pa, ini Nathan!"


Abas menatap Nathan dengan tatapan curiga, siapa gerangan pria yang dibawa pulang oleh putrinya.


"Sudah pupang, Pa?" Mama Mika langsung meraih tas serta jas suaminya.

__ADS_1


"Ya udah, Papa ganti baju dulu."


Abas masuk ke dalam kamar diikuti Mely yang langsung mengekori dari belakang.


"Siapa dia?" tanya Abas pada istrinya begitu pintu terkunci.


"Mungkin pacarnya!" tebak Mama Mika.


"Pacar?" Abas seolah tidak setuju.


"Entahlah, ayo keluar. Kata Mika pria itu menunggu Papa."


"Hemmm,"


Beberapa saat kemudian Abas keluar dari kamar, bersama Melly ia menemui Mika dan Nathan.


"Sore, Om!" sapa Nathan dengan sopan.


"Hemmm," Abas memasang wajah datar.


Melihat ketegangan di dalam ruangan, Mika mencoba mencairkan suasana. Ia pindah duduk di sebelah Papanya.


Baru juga akan bicara, ada suara bel yang menganggu moment Mika untuk berkata jujur.


"Sebentar, Mama buka pintu dulu,"


Mely langsung bergegas ke depan, ia tidak sabar. Sebab ia tahu siapa yang datang. Itu pasti Dirly, Mely tadi sengaja meminta Dirly untuk main ke rumah.


Rupanya ia belum menyerah untuk perjodohan ini.


"Masuk sayang!" sapanya penuh dengan kelembutan pada putra Bela sahabatnya itu.


"Iya Tanten," Dirly yang melihat Mama Mika begitu sayang dan menganggap dirinya bagai keluarga, ia pun santai masuk ke dalam.


Begitu mendapati sosok Mika, ia langsung memeluk gadis tersebut. Tidak peduli pada tatapan Nathan yang penuh akan rasa cemburu.


bersambung


Nantikan Bonus Chapter selanjutnya yaaa...

__ADS_1


jangan lupa like yang banyak. Biar Makin lancar nulisnya wkkwkwk


__ADS_2