PERNIKAHAN HANGAT

PERNIKAHAN HANGAT
Chapter 117 Bertemu Viana


__ADS_3

Aaaaa sudah setengah jam Embun menunggu dari waktu yang telah di sepakati, dia kesal bahkan sampai menjejakkan kakinya di bawah kolong meja.


"Nona tenanglah dulu, mungkin saja tuan muda terjebak macet," Manda bahkan sampai berusaha menenangkannya, dia pun mencoba mengirimi Alister chat.


"Sudah sampai di mana? Nona muda mulai kesal karena terlalu lama menunggu," pesan terkirim tapi pending.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sedang asyik menyimak laporan saham, Rendra pun sontak terkejut saat ingat akan janji kencannya.


"Rapat selesai!" seru Rendra di tengah rapat.


Tak ingin mendengar bantahan, dengan cepat Rendra melenggang pergi keluar.


"Alister, Alister!" serunya memanggil nama itu dengan tak sabaran, "Alister!"


"Iya tuan, saya?"


"Hei, kau ini bodoh atau apa? Bukankah jam sepuluh aku ada janji kencan dengan istri ku, kenapa kau tak mengingatkanku?" dia menoleh ke jam dinding, "Oh tidak, sudah jam sebelas... ayo cepat."


Alister hanya mengangguk mengikuti langkah kaki si tuan muda yang sudah panik itu.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara itu Embun yang masih resah menunggu, siapa yang akan menyangka jika dirinya ditakdirkan bertemu Viana.


"Omo, coba lihat siapa ini? Sepertinya aku mengenalnya..." Viana terkekeh, "Oh benar, kalau tidak salah namamu Embun busuk, kan, hahaha..."


Manda begitu geram hampir saja dia mencekik wanita itu, jika Embun tak melarangnya.


"Manda," Embun pun menggeleng, "Biarkan saja dia... tidak usah di dengar, anjing menggonggong -"


"Hei!" pekik Viana sembari menggebrak meja, "Sepertinya selain nama mu yang jelek, ternyata hati dan mulutmu itu busuk."


"Apa?" Viana bahkan hanya melirik Manda dengan ekor matanya, menatap remeh, lalu Viana menarik kursi dan duduk tepat di hadapan Embun.



"Bagaimana rasanya menjadi istri dari seorang tuan muda Alvarendra, hm? Bukankah sangat menyenangkan? Benar, kan, nyonya muda?"


"Tutup mulutmu," seru Embun tak terima dengan nada bicaranya yang seolah sedang menghinanya itu.


"Apa? Hanya aku yang bisa menutup mulutku sendiri, ingat itu."

__ADS_1


Embun, pun, beranjak dari duduknya mencoba pergi namun kalimat yang keluar dari mulut Viana berhasil menghentikan langkah kakinya.


"Tinggalkan dia, karena sebenarnya dia hanya memanfaatkan mu... kau tahu sendiri jika Rendra memiliki penyakit aneh, dia menikahi mu hanya untuk menutupi kekurangannya di hadapan publik, karena wanita yang ia cintai hanyalah aku seorang."


Embun menunduk diam, kembali melanjutkan langkah kakinya yang juga di ikuti oleh Manda hingga berhenti di ambang pintu.


Ternyata sedari Rendra sudah tiba dan mendengar semua yang di katakan oleh Viana, pria itu pun diam saja tak merespon.


Melihat pria yang ia cintai hanya diam saja, membuat hati Embun tergores luka, dia berpikir jika semua perasaan, cinta, dan ucapan manisnya hanyalah palsu belaka.


Embun pergi melewati Rendra, begitupun juga dengan Manda setelah memberinya bow lalu di tatapnya Alister yang sedang berdiri di belakang tuan muda Rendra.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Nona," Manda mempercepat langkah kakinya agar tak ketinggalan jejak, "Nona tu -"


"Sayang," seru Rendra yang ternyata mengejarnya juga, Embun yang menoleh pun malah berlari kecil menghindarinya.


"Pergi, bukankah dia wanita yang sangat kau cintai? Kau bahkan diam saja saat wanita itu berbicara seperti itu kepadaku. Kau bisa berbuat kejam bahkan kepada Thalia, adik kandung mu sendiri. Tetapi mengapa hal itu tak berlaku untuk nona Viana?"


"Dengarkan dulu penjelasan ku, sayang..." Rendra masih berusaha mengejarnya, hingga akhirnya sampai di halte bis, kebetulan sekali ada bis besar yang berhenti untuk mengambil penumpang.

__ADS_1


__ADS_2