
Kami bertiga turun ke bawah untuk membicarakan tentang masalah ini pada keluarga kami. walau sehebat apapun Ivan. namun tetap saja dia juga sudah melakukan hal yang sangat merugikan kedua belah pihak.
Saat kami turun Rezki tiba tiba berdiri dari kursinya mendekati kami.
"Kenapa wajah kalian seperti orang baru saja menangis sih Van, sel?". ujarnya penasaran sambil melirik ke arahku.
"ibu, ayah ada hal penting yang ingin kami bicarakan pada kalian berdua".
ucapku pada orang tuaku.
Kekasih Ivan juga menyuruh orang tua dan kakaknya untuk segera datang ke rumah keluargaku.
Saat kedua belah pihak keluarga telah berkumpul. ivan bersujud di hadapan ayah ibu missel.
"Om, Tante. aku benar benar menyesal tolong maafkan aku".ucap Ivan sambil mencium kedua kaki orang tua tersebut.
Mereka penasaran dan bertanya sebenarnya apa yang sedang terjadi.
"Nak Ivan, sebenarnya apa yang terjadi antara kamu dan missel sehingga membuat kalian berdua begitu takut dan begitu menyesal?".tanya wanita tua yang elegan itu.
Bahkan ayah dan ibu Ivan sendiri juga bingung melihat tingkah laku putra bungsunya itu.
langsung saja sang gadis berdiri di sebelah Ivan sambil menundukkan kepalanya.
"Missela sekarang sedang hamil 3 Minggu. ayah ibu,om tante".ucap Ivan memejamkan matanya.
Seketika mata ke empat orang tua itu melotot sempurna, tak percaya mendengarkan ucapan Vian tadi.
apa..., ini pasti bohongkan..Ivan anak yang terlihat cerdas dan baik itu melakukan hal yang sangat hina di mata keluarga.
"Ma, pa. kami melakukan ini atas kehendak aku sendiri, aku hanya ingin mahkota berhaga milikku di pegang oleh orang yang mencintai diriku apa adanya dan yang mencintai diriku dengan tulus".ucap gadis itu menerangkan kepada kedua keluarga.
__ADS_1
Tiba tiba saja ayahku berdiri dan memukul perut Ivan berkali kali, hingga membuat tubuh pemuda itu lemas.
"Vian, ayah gak pernah mengajarimu untuk menjadi orang yang merendahkan martabat seorang wanita, apa kau serendah itu sampai melakukan hal yang melewati batas".ujar ayahku yang sudah menahan amarahnya dari tadi.
"Om, ini bukan kesalahan kak vian. tolong jangan memukulinya lagi aku mohon om, ini demi anak kami om".ujar missela yang mencoba menenangkan ayahku.
"Tapi nak harga diri kamu dan keluargamu telah di nodai oleh lelaki bejat ini, apa kamu masih mencintainya?".tanya ayahku melirik ke arah ivan yang sudah ambruk di lantai.
ibuku dan kedua orang tua gadis itu hanya diam membisu di sana, melihat keadaan ivan yang sudah tak berdaya.
"Om, aku mohon jangan katakan hal yang buruk tentang mas ivan, aku akan tetap mencintai dirinya bahkan saat dia dalam kesulitan seperti apapun". ujar
gadis itu sembari membantu sang kekasih berdiri.
"Baiklah jadi tentang permasalahan ini keputusan apa yang akan di ambil oleh orang tua nak ivan?".tanya ayah gadis itu.
"Kami akan menanggung resikonya, yang penting sekarang mereka harus menikah setelah ujian nasional berakhir,
tak ada pilihan lain selain menikahkan mereka berdua".ujar ibuku.
"sayang aku janji, aku bakalan setia selamanya bersama denganmu sampai maut memisahkan kita kelak".ucap lelaki itu mencium kening sang kekasih.
gadis itu tersenyum dan menangis haru saat sang calon suami mengucapkan kata kata berhaga itu.
"sayang mama dan papa akan menunggu kalian, jadi sehat sehat ya di sana".ucap ivan mencium perut sang kekasihnya yang sedikit membuncit itu.
tiba tiba saat berjalan tubuh gadis itu terlihat lemas dan pingsan, Untungnya di sebelahnya ada kekasih yang masih menggandeng tubuhnya.
"Yah..Bu...missel pingsan!".ujar ivan ketakutan.
Aku yang sedang di sana langsung keluar meminta bantuan dari Riri yang dari tadi menunggu kami.
__ADS_1
"mbak Riri, tolong panggil ambulans secepatnya, kekasih Vian pingsan di belakang".ucapku cemas.
"mas silahkan bawa ke klinik saya aja, tidak jauh dari sini. cepetan mas!".tegas wanita itu pergi ke belakang.
SAAT DI RUMAH SAKIT.....
Kami menunggu hasil pemeriksaan medis missel di luar.
Ivan dari tadi hanya pusing dan menjambak rambutnya tak tentu arah.
"Van, sudahlah missel pasti baik baik saja. kamu yang tenang dong". ucapku menguburnya.
"kak bagaimana saat seperti ini aku bisa tenang, missel sedang mengandung 2 bayi di perutnya".ucap lelaki itu frustasi.
"Mas, om, tante. silakan masuk dulu".ucap Riri yang berprofesi sebagai dokter.
"bagaimana kondisi missel Sekarang mbak?".tanya Ivan khawatir.
"tenang saja Van, kondisi kekasih kamu baik, tapi sepertinya dia kelelahan, jarang sih ada pasien di usia muda yang mengalami hal seperti ini kecuali sedang mengandung".ucap Riri melirik ke arah gadis yang sedang terbaring lemah di kasurnya itu.
"Sebenarnya missel lagi hamil mbak,kalau dilihat dari hasil ini bayinya kembar”. ucap Ivan jujur.
"baiklah saya mengerti kok, saya akan meracik obatnya dulu, tapi saran saya lebih baik kekasih kamu,
tinggal bersama kamu mulai saat ini,
karna perhatian dari sang suami juga sangat memperlancar hubungan antara keduanya".ucap wanita itu memberikan saran.
**HALO SEMUA READERS YANG SEDANG BERSENANG HATI DI WAKTU LUANG INI.
*KARENA AKU YAKIN KALIAN BOSAN TENTANG CERITA RIZKI YANG KEBAGI SAMA IVAN AKU SUDAH MEMBUAT JUDUL NOVEL TENTANG CERITA IVAN DAN MISSELA.
__ADS_1
JADI NOVEL INI AKAN UP TENTANG KISAH RIZKI YANG MULAI DI JODOHKAN OLEH SANG IBU
TOLONG SHARE YA SUPAYA CERITA INI RAMAI DI MINATI OLEH PENBACA***