PERNIKAHAN HANGAT

PERNIKAHAN HANGAT
Balas Dendam Pertama


__ADS_3

Dedaunan kering berterbangan terbawa angin yang berhembus di tengah malam. Mika menutup jendela kamarnya yang terbuka oleh angin kencang yang berhembus tanpa ampun. Ia menutup dan mengunci jendela kamarnya.


Ketika Mika akan menutup tirai jendela kamarnya, ia malah menangkap sosok pria di balik pagar rumahnya.


"Nathan," ucapnya lirih. Meski dalam pekat malam, Mika masih dapat mengenali siapa pria yang sedang berada di depan rumahnya saat itu.


Dengan cepat Mika turun dari lantai dua kamarnya, sambil mengendap endap Mika berjalan. Ia tidak ingin ketahuan dan tertangkap basah oleh kedua orang tuanya.


"Dorrr," bentak Miko, membuat Mika langsung terhenyak. Mika kaget bukan main. sampai sepatu yang masih ia pegang berjatuhan.


"Mikooo," pekik Mika. Ia merasa jengkel dengan aksi adiknya yang super jahil.


"Mau kemana malam malam begini?" tanya Miko, ia seakan tahu. Kakak perempuan nya mau kabur di tengah malam seperti ini.


"Hussst.. Jangan berisik kamu. Nanti Mama Papa bangun," Mika menempel kan ibu jarinya pada bibirnya sendiri. Ia seakan memberi kode pada adiknya agar menutup mulut.


Miko yang sangat usil dengan Kakanya, bukannya menurut apa kata sang Kakak. Miko justru memangil mangil kedua orang tuanya.


"Ma... Mama," teriak Miko.


Dengan secepat kilat, Mika langsung lari menuju lantai atas. Ia kembali masuk ke dalam kamarnya. Dengan perasaan yang kesal, Mika menutup pintu kamarnya.


Miko yang sukses mengagalkan aksi sang Kakak, tertawa bangga. Ia merasa untuk kali ini, Miko menang banyak.


Sedangkan di dalam kamarnya, Mika merutuki sikap adiknya. Baru juga kumpul sebentar, Miko sudah berhasil membuatnya sebal dan marah.


Gadis muda itu langsung merogoh saku jaket yang masih ia kenakan, Mika langsung menelepon Nathan yang telah sejak tadi menunggu kehadiran dirinya.


"Hallo..," sapa Mika di balik telephone.


"Aku sudah di bawah, kamu belum turun?"


"Aku ketahuan Miko, maaf gak bisa turun,"


"It's okay, Aku yang akan kesana,"


"Jangan, Ada banyak penjaga disini,"

__ADS_1


"Tidak ada yang bisa menghalangi kemauan ku Mika, tunggu ya," sambungan telephone pun terputus.


Mika langsung beranjak dari tempat tidurnya, ia kemudian membuka pintu jendela kamar. Dari atas dia dapat menyaksikan aksi pria keren yang membuat hatinya berdesir.


Nathan dengan lihai memanjat dan melompat pagar yang lengah dari penjagaan.


Hati Mika terasa was was, menyaksikan aksi menakjubkan dari Nathan. Ia hampir berteriak saat Nathan akan terpeleset jatuh. Untung Nathan dapat menjaga keseimbangan tubuhnya. Sehingga Nathan sukses dalam misi menerobos rumah orang. Tanpa ketahuan oleh para penjaga rumah.


Kini Nathan sudah berada di bawah jendela kamar Mika.


"Tali," bisik Nathan.


Mika kesana kemari mencari tali, namun tak kunjung ia dapati. Untuk bebrapa saat pikirannya langsung terarah ke Miko, adiknya. Barang kali Miko memiliki benda yang ia butuhkan saat ini.


Mika kembali keluar kamarnya dengan mengendap endap. Ia sudah berdiri tepat di kamar Miko. Di intipnya kamar sang adik. Tidak terkunci, Mika mencoba membuka pintu kamar dan mencoba menerobos ke dalam.


Di lihatnya sekeliling kamar sang adik. Bibirnya langsung tersenyum sumringah ketika mendapati tali pramuka milik Miko.


"Syukurlah, akhirnya dapat juga," tanpa menoleh kesana kemari, Mika langsung dengan cepat meninggalkan kamar sang adik.


Setelah berhasil mendapatkan tali, Mika langsung mengulurkan tali tersebut ke luar jendela kamarnya. Dengan sigap Nathan meraih tali tersebut.


Tidak butuh waktu yang lama bagi Nathan untuk sampai ke lantai dua tersebut. Keduanya kini sudah di dalam kamar Mika.


"Aku bawakan minum ya," Mika berdiri, ia ingin keluar kamar untuk membawakan minuman bagi Nathan.


"Tidak usah, aku enggak haus," tolak Nathan.


Mika yang sudah terlanjur berdiri, kini duduk kembali. Sedangkan Nathan, mengeser tubuhnya agar semakin dekat dengan Mika. Nathan dapat merasakan kecanggungan dari dalam diri Mika.


"Jangan malu-malu Mika. Meskipun kita jarang bertemu, bukankah sudah sering kita berjumpa. Walau lewat suara dan vidio saja," tutur Nathan, dengan perlahan-lahan Nathan ingin menjerat gadis yang menjadi sasaran balas dendamnya itu.


Mika memaksakan senyumnya, entah mengapa setiap memikirkan Nathan ia seperti orang yang sudah tersihir. Pesona Nathan membuatnya enggan memilih teman kencan di luar sana.


Meskipun kedatangan Nathan yang terbilang misterius, namun Mika menyukainya. Ia seperti tertantang berhubungan dengan seorang Nathan. Mika merasa adrenaline nya terpacu bila berhubungan dengan Nathan.


Mika seolah telah terbius dengan sosok Nathan yang selama ini mencoba dekat dengan dirinya. Meski Nathan tidak pernah berkata secara langsung bahwa dia menyukai Mika, namun Mika yakin. Nathan memiliki rasa pada dirinya.

__ADS_1


Mika merasa Nathan sudah jatuh hati pada dirinya, lewat perhatian kecil yang di berikan Nathan saat ia belajar di luar negeri.


Pernah suatu hari, saat bulan february. Tepat tanggal 14 Nathan datang ke kampusnya. Nathan mengaku baru sampai dan saat itu juga, langsung datang menemui Mika dengan membawa satu buket bunga mawar merah dengan pita yang cantik. Tanpa kata cinta, Nathan memberikan bunganya. Membuat semua teman bule nya bersorak.


Momen indah tersebut masih terukir jelas di hati Mika, tindakan Nathan tersebut membuat hatinya berbunga bunga. Tanpa Mika ketahui, itu hanyalah salah satu cara Nathan mengambi hatinya.


Nathan sama sekali tidak menyukai Mika. Ia justru sangat membenci putri dari Abas. Baginya, Mika adalah jalannya menuju balas dendam sang ibunda.


"Mik... Mika.." ucap Nathan yang melihat Mika menatap dirinya tanpa berkedip.


Mika langsung tersadar, ia hanya melempar senyum ala kadarnya pada pria yang ia anggap menyukai dirinya.


"Kamu kok melamun?" tanya Nathan sembari mengusap jari tangan lembut mika.


"Eh.. Engak, enggak melamun kok. Cuma heran, kamu kok nekad ke sini malam malam,"


"Hemm... kamu tidak suka, Aku datang kemari?" tanya Nathan sembari menyatukan kedua alisnya.


"Heheheh... Suka kok, jangan ngambek dong,"


Nathan tidak merespon ucapan Mika, matanya malah menelusuri seluruh ruangan kamar Mika.


"Ini kamar kamu?" tanyanya kemudian.


"Iya.. Berantakan ya? biasanya rapi kok. Belum beres beres, kan baru sampai," Mika tersadar, kamarnya kini sangat berantakan. Ia lalu bangkit menyambar pakaian dalam yang terletak tidak jauh dari sana.


Mika mengumpat dalam hatinya, bisa bisanya ia ceroboh seperti ini.


Melihat Mika yang nampak semakin canggung, Nathan mencoba mendekati gadis incarnya. Suasana yang sunyi menjadi pengiring yang syahdu bagi keduanya untuk memadu kasih.


Dalam kepura-puraan, Nathan mendekatkan wajahnya ke wajah Mika. Nathan dapat melihat, bahwa Mika tengah menutup kedua matanya. Seakan gadis itu telah siap mendapat kejutan yang pertama dari seorang Nathan.


Bersambung


***


Apa yang akan Nathan lakukan pada putri Abas tersebut? Akankah Nathan nantinya yang justru terjerat pada jebakan yang ia buat? Siapakah yang akan menang antara dendam yang mengakar atau cinta yang kuat?

__ADS_1


__ADS_2