PERNIKAHAN HANGAT

PERNIKAHAN HANGAT
Pulau Maldives


__ADS_3

Bunga-bunga sedang bermekaran di hati Bela dan Fadir, momen sakral nan suci akan segera mereka lewati berdua. Saat ini mereka sedang sibuk merapikan diri, Bela sedang memeriksa riasan di wajahnya lewat pantulan kaca yang menangkap bayang paras ayunya. Balutan gaun pengantin dilengapi veil membuat dirinya nampak angun bak putri kerajaan. Mahkota yang tersemat di atas kepala membuat tampilanya tambah sempurna.


Penampilan Fadir juga tidak kalah jauh dengan calon mempelai wanita, jas yang ia kenakan membuat ketampanan pria tersebut semakin jelas terlihat. Rahangnya yang tegas membuat dirinya nampak macho yang mampu memikat siapa saja yang memandang dirinya. Tidak salah bila Bela jatuh cinta padanya pada pandangan pertama.


Hati Bela berdesir ketika menatap paras pria yang sebentar lagi akan menjadi suaminya. Baru saja Fadir akan mengecup bibirnya, tapi ganguan tiba-tiba datang. Bela langsung terlihat kesal. Berbeda dengan Fadir, ia berusaha bersikap tenang seperti tidak terjadi apa-apa. Padahal jantungnya tadi berdetak melebihi detakan normal.


Fadir kini menatap siapa gerangan yang memasuki ruangannya. Setelah mengetahui siapa yang datang ia berusaha nampak ramah pada orang tersebut. Ternyata yang datang adalah Roger, kerabat jauh Bela.


Roger langsung memeluk tubuh saudarinya, Fadir langsung menyatukan kedua alisnya. Sepertinya ia sedikit tidak suka dengan aksi Roger, meski ia tahu mereka adalah saudara. Tetap saja Roger adalah seorang pria, ia merasa cemburu bila Bela dekat dengan pria lain.


Fadir langsung menarik lengan Bela, melihat aksi Fadir membuat Roger dan Bela menertawakan sifat Fadir yang kekanak kanakan.


"Santai saja brother, jaga adek gue baik baik ya," ucap Roger seraya menepuk pundak Fadir.


Terlihat sekali Fadir tidak menyukai sosok Roger, ia terlalu lama tinggal di luar negeri. Tata krama seperti sedikit luntur dari dirinya.


"Udah ah Kakak, Ayo kita keluar," ajak Bela mengandeng tangan calon suaminya. Keduanya meninggalkan Roger begitu saja.


Di sebuah altar yang bertaburan ribuan kelopak bunga, Bela berjalan di atasnya. Papanya yang sudah sehat mengantarkan dirinya menuju meja yang sudah siap beserta Bapak Penghulu. Tinggal menunggu beberapa menit kata Sah akan mengema di dalam gedung.


Fadir kali ini napak tegang, ini adalah saat-saat yang mendebarkan bagi dirinya. Sebentar lagi Bela akan resmi menjadi miliknya. Dan pengucapan janji suci akhirnya sampai jua. Dengan satu tarikan napas, Fadir berhasil mengucapkan ijab Kobul yang disaksikan para kerabat, tamu undangan, para malaikan dan disaksikan Tuhan pastinya.


Fadir mencium kening Bela yang kini sudah sah menjadi istrinya. Bela sendiri mencium punggung tangan sang suami. Keduanya tersenyum bahagia, akhirnya sah sudah mereka menjadi suami istri. Acara berjalan lancar tanpa kendala. Malam itu juga Fadir pamit pada Ibunya dan kedua orang tua Bela.

__ADS_1


Fadir akan langsung berbulan madu malam itu juga, keduanya sudah mengagendakan perjalanan mereka. Tujuan Bulan madu mereka adalah Maldives Islands. Pulau yang terletak di samudra Hindia menjadi tujuan keduanya. Disanalah mereka akan melukiskan cerita cinta berdua. Menikmati desiran ombak yang beradu dengan pasir pantai yang bersih.


Bela sudah tidak sabar membanyangkan indahnya bulan madunya nanti. Ia kini mencium dan memeluk Papa dan Mama nya. Roger nampak memperhatikan dirinya dari jauh.


"Ma, Pa... Bela berangkat dulu ya." Pamit Bela pada kedua orang tuanya. Ia juga melambaikan tangannya kepada Roger yang berada tidak jauh dari sana. Setelah acara pamitan selesai, Bela masuk ke dalam mobil. Fadir membukakkan pintu mobil untuk istri tercintanya.


"Ayo sayang, nanti ketingalan pesawat," ucap Fadir memperingati istrinya yang sedari tadi berat berpisah dengan kedua orang tuanya.


"Sabar dong kak, duh gak sabaran banget sih kak," jawab Bela dengan sedikit gemas.


Setelah Bela sudah duduk manis di sisinya, Fadir memasang sabuk pengaman sang istri. Mobil pun melaju membelah jalanan Ibu kota menuju bandara International Soekarno-hatta. Kedua pengantin baru ini akan meningalkan negara Indonesian menuju pulau Maldives.


Beberapa saat berlalau, Bela sudah tertidur pulas di dada Fadir dalam sebuah penerbangan menuju pulau impian. Sepertinya Bela kelelahan dengan berbagai macam rangkaian acara sejak tadi pagi. Membuat dirinya nampak kelelahan saat ini.


Waktu berjalan sangat lamban, Fadir tidak sabar untuk menjemput bulan madunya. Di lihatnya paras ayu Istrinya, ia masih tidak menyangka. Akhirnya ia menikah juga dengan Bela.


Bela mengusap kedua bola matanya yang lentik, pandangan matanya masih remang remang tidak nampak jelas.


Fadir dengan telatennya, memberikan segelas jus pada Bela. Ia langsung menyambut uluran gelas dari sang suami. Baru seteguk mata Bela langsung melotot seperti ingin keluar.


"Kakak..... Apa'an sih," teriak Bela, membuat beberapa orang di sekitarnya menoleh padanya.


Fadir hanya tertawa, ia sudah berhasil mengerjai sang istri. Fadir memberikan jus lemon yang asam sekali pada Bela. Membuat pupil mata Bela mau copot menahan kesal. Ia langsung sembuh dari rasa kantuknya.

__ADS_1


"Jahat banget sih Kakak, masak aku di kasih jus lemon yang asem banget lagi," protes Bela pada sang suami.


"Siapa suruh tidur melulu, aku kan jadi kesepian gak ada temenya," ucap Fadir dengan semburat senyum di bibirnya.


"Hah? .... lah itu orang, ini orang... Dimana mana banyak orang gitu kok," protes Bela lagi dengan nada bercanda. Karinya menunjuk ke seluruh arah mata angin. Membuat Fadir gemas saja.


"Iya banyak orang, yang aku maksud orang yang spesial sayang," gombal Fadir.


Mendengar gombalan dari suami barunya, Bela langsung melengos. Ia tersenyum dan membuang muka agar Fadir tidak melihat wajah girangnya. Gurauan mereka berdua terhenti, ketika pesawat yang mereka tumpangi akan segera mendarat. Keduanya bersiap siap untuk turun dan menikmati bulan madu mereka.


Di tempat berbeda, Evi terlihat sudah berada di luar bangunan tempat ia di kunci oleh Fadir, Evi terlihat semakin marah. Ia akan membalas perlakuan Abas dan Fadir berkali kali lipat itu adalah janji pada hatinya.


Sedangkan di rumah sakit, Mely dan Abas bersiap siap untuk meninggalkan rumah sakit. Mely dan bayinya sudah boleh pulang ke rumah. Dengan di bantu Mamanya dan Mama mertua Mely serta Abas kini sudah sip untuk pulang ke rumah.


Di apartmen Abas, Lia adik Mely sudah menyiapkan upacara penyambutan untuk keponakan barunya. Lia menghias dengan banyak balon dan kertas pita warna warni sehingga nampak meriah. Apartmen Abas kini lebih mirip seperti rumah bermain anak anak, karena banyak hadiah yang memenuhi ruangannya.


Setelah menyaksikan acara penyambutan untuk putri kecilnya, Mely jadi terharu. Ia memeluk tubuh adiknya.


"Makasih ya sayang, Kakak suka banget," ucap Mely pada adiknya.


"Iya Kak, aku juga suka kok," ia langsung nyosor ke pipi merah muda bayi munggil Mely.


Membuat Mely geram, ia langsung mencubit lengan adiknya.

__ADS_1


"Hahhaha....Ampun kak, abis Dede bayinya imut banget, pingin aku gigit," ucap Lia. Ucapan Lia tersebut sontak membuat Mely menghujaninya dengan cubitan. Seluruh penghuni rumah di buat tertawa oleh aksi kedua adik kakat tersebut.


Bersambung


__ADS_2