PERNIKAHAN HANGAT

PERNIKAHAN HANGAT
Hati Nathan


__ADS_3

Di sebuah kamar hotel, Nathan sedang duduk di bibir ranjang. Selepas wanita yang menemaninya semalam pergi, ia langsung mencuci muka. Berusaha mengumpulkan kesadaran satu persatu. Setelah merasa cukup bisa mengendalikan tubuhnya serta jiwanya, Nathan meraih ponselnya. Ia langsung menghubungi nomor Mika.


"Mika.."


Mika yang menyimpan rasa penasaran sekaligus marah secara bersamaan, hanya mengangkat pangilan masuk tanpa mau berbicara.


"Mika..." panggil Nathan sekali lagi, pria itu yakin bahwa Mika telah mendengar suaranya.


"Ya sudah, kalau tidak mau berbicara. Aku akan menutupinya!"


Ancaman lembut yang Nathan lontarkan, sukses membuat Mika mengeluarkan sebuah suara.


"Siapa wanita yang mengangkat tekponku barusan?"


"Itu suara pembantu rumah tanggaku, kenapa?"


"Lancang sekali mengangkat telpon milik majikannya!"


"Ibunya sudah merawat aku sejak kecil, jadi dia sudah biasa membangunkan aku kalo pagi," dengan lihai Nathan merangkai sebuah alasan agar nampak meyakinkan.


Dan dengan mudahnya, seorang Mika yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata tertipu begitu saja. Begitulah cinta, mampu mematahkan banyak logika dan akal manusia. Mika kini sudah menjadi gadis bodoh ketika sudah diperdaya oleh cinta.


"Oh begitu, aku tadi sempat mikiri yang bukan-bukan. Kalau begitu, aku tunggu di kafe borjuis ya... Aku sudah on the way nih," ucap Mika yang kini sudah duduk di balik kemudi mobilnya.


"Iya, tapi sabar ya. Aku ada perlu sebentar, mungkin akan telat kesana."


"Tidak usah buru-buru, aku tunggu kok."


"Hati-hati nyetirnya, jangan ngebut ya," pesan Nathan. Entah itu sebuah pesan yang tulus keluar dari hatinya atau hanya pemanis bibir saja.

__ADS_1


"Iya,"


Mika meletakkan kembali ponselnya setelah selesai mengobrol dengan Nathan. Hatiya terasa lega, seketika rasa curiganya menghilang. Ternyata dugaanya meleset, suara yang ia dengar saat pertama telpon bukannya kekasih Nathan yang lain. Suara itu hanya milik anak asisten rumah tangga Nathan yang sudah seperti keluarga.


Gadis muda itu berusaha meyakinkan perasaannya, bahwa Nathan tidak mungkin membohongi dirinya. Dengan hati yang mantap, ia melaju memecah debu jalanan. Dengan kaca mata hitam yang bertenger sempurna di atas hidungnya.


Di tempat yang berbeda, disebuah kamar hotel bintang lima. Nathan meminta sekertarisnya yang seksi datang ke dalam kamar hotelnya, ia meminta sang sekertaris menyiapkan segala kebutuhannya.


Tidak butuh waktu yang lama, kini Nathan sudah terlihat rapi dengan pakaian casual yang ia kenakan. Nathan memakai sweater rajut warna putih, tidak lupa juga ia membawa sebuah mantel hitam ditangannya.


Nathan langsung meningalakan hotel tempat semalam ia menginap, selebihnya semua ia serahkan pada sekertarisnya.


Pria tersebut memacu kemudinya sangat kencang, ia menerobos banyak kendaraan di depannya. Jika diberlakukan batas kecepatan kendaraan, mungkin Nathan akan kenak tilang untuk yang pertama.


Ia sedang berpacu dengan waktu, tidak ingin Mika menunggunya terlalu lama. Maka Nathan dengan aksi gilanya mengemudi seakan ia berada dalam sebuah sirkuit formula one.


Dewi fortuna sedang berpihak pada dirinya, Nathan sukses datang dengan cepat di tempat ia janjian dengan Mika.


"Mika," ucap Nathan dengan lirih. Matanya tidak lepas dari sosok Mika, ada gurat wajah yang tak terbaca pada paras tampannya.



Nathan tidak memilih langsung masuk ke dalam kafe, ia memilih berdiri sejenak di depan pagar. Pria tersebut berusaha memantapkan niat hatinya, jangan sampai ia jatuh cinta kepada musuhnya. Bila hal itu sampai terjadi, maka ia akan mengecewakan roh sang ibunda.


Namun, saat ini Nathan terpaku dengan paras cantik dari Mika. Dari kejauhan Nathan memperhatikan sang gadis yang nampak menawan, pagi ini ada sebuah kuncup bunga yang memaksa mekar di sudut hatinya.



Sedangkan Mika yang sedang duduk manis di sebuah teras kafe borjuis, meletakkan handphonnya. Ia melepas kacama yang semula bertenger di rambutnya. Hembusan angin menerbangkan tiap helai rambut emasnya.

__ADS_1


Ketika ia merapikan rambutnya, Mika dapat menangkap sosok Nathan yang menatap dirinya dari depan gerbang. Mika langsung menyapa sang kekasih melalu tatapan matanya. Dengan sekali memandang ia mengugurkan sedikit dendam pada hati Nathan.


Apa Nathan mulai gamang dengan rangkaian aksi balas dendamnya? Mungkin tidak. Setelah sempat terbuai dengan pesona Mika sesaat ia sadar, pria itu nampak mengertakkan kedua giginya. Tangannya mengepal di balik saku mantel yang ia kenakan.


Tidak mudah baginya melepas dendamnya begitu saja. Jalan masih panjang, ini baru permulaan. Nathan baru memulai aksinya, tidak mungkin menghentikan nya di tengah jalan. Ia merupakan pria dengan pendirian yang kuat, tidak mungkin berubah sikap hanyak karena seorang wanita.


Nathan melangkah dengan perasaan yang mantap, ia akan melanjutkan aksinya. Sebuah balas dendam yang meminta untuk segera dibayarkan.


Mika yang melihat Nathan semakin mendekat, ia melemparkan senyum termanis yang di milikinya. Kalau saja Nathan tidak bertekad kuat, pria itu pasti akan luluh hatinya melihat Mika yang tersenyum dengan manisnya.


Sayangnya Mika tidak tahu, pria yang mendekat ke arahnya saat ini memiliki sebuah hati yang keras seperti batu. Hanya dendam yang mengisi seluruh ruang hatinya, tidak ada sedikitpun rasa cinta yang tulus terselip dalam jiwa pria berhati Batu tersebut.


Mika dengan hangat menyambut Nathan yang kini sudah berdiri tepat di depannya. Gadis itu langsung bangkit dari kursinya. Ia melemparkan tubuhnya tepat di dada bidang Nathan, seakan mintak di tangkap oleh pujaan hatinya.


Nathan dengan kasih sayang palsunya merangkul lembut tubuh Mika yang tercium harum oleh indra penciumannya. Ia dapat menangkap aroma wangi dari rambut Mika yang menyibak hidungnya.


Pria itu sukses memainkan sandiwara cintanya, dengan begitu sempurna ia memainkan peran seorang romeo yang mencintai julietnya.


Sebuah tipu daya yang menyesatkan bagi siapapun yang memandang. Tidak akan Ada yang percaya bila cinta Nathan itu palsu adanya. Karena perlakuan dirinya kini kepada Mika nyaris sempurna tanpa cela.


Pelukan yang ia persembahan pada Mika seperti sebuah pelukan yang sebenarnya, pelukan hangat yang terkesan natural. Bagi siapa yang memandang kedua insan yang sedang di mabuk asmara ini, mungkin tidak akan percaya bahwa pihak pria tengah bersandiwara.


Atau apakah mungkin, Nathan menghayati perannya dari hati yang paling dalam? atau jangan- jangan Nathan memang sedang tidak berpura pura? Entahlah, hati manusia sulit untuk di tebak.


Terlalu banyak rahasia yang tersimpan di balik sana. Sebuah hati yang sulit untuk di kendalikan namun begitu mudah Tuhan membolak mbaliknya.


Bersambung


***

__ADS_1


Hai para pembaca sekalian, jangan lupa terus dukung author ya.. Dukungan kalian semua sangat author butuhkan... Terimakasih banyak... Salam hangat dariku ❤


__ADS_2