PERNIKAHAN HANGAT

PERNIKAHAN HANGAT
TIGA PULUH DUA


__ADS_3

Selamat membaca ya...


Maaf baru bisa update sekarang karena lagi proses kesembuhan...


Dalam pernikahan kita harus siap dalam menghadapi banyak tantangan mulai dari menjadi pasangan yang baik, segala kecurigaan yang datang, kehadiran seorang pengganggu dan masih banyak lagi.


Itulah yang kini dialami oleh Rizki semenjak kehamilan istrinya yang sudah masuk usia 7 bulan, Ia harus ekstra sabar dan siap siaga setiap saat karena di usia itu agak sedikit rentan.


Dulu Ririn gadis yang tidak suka merepotkan orang lain dalam segala urusannya sekarang harus menjadi sesosok istri yang sangat manja dan mudah cemburu.


Suatu malam saat Rizki ditelpon oleh sekretaris pribadinya, Nadia. Karena ada sedikit kendala dalam urusan keuangan perusahaan.


"Selamat malam pak!" Sapa Nadia ditelpon.


"Malam, Ada apa Nadia?...tumben malam malam begini nelfon?," Tanya Rizki yang sedang menonton Tv di ruang bawah.


"Maaf sebelumnya karena mengganggu waktu bapak, Tapi saat ini keuangan perusahaan kita sedang dalam masalah karena laporan Minggu kemarin tidak disetor kepada pihak Administrasi..." Ucap wanita itu sedikit takut mendengar jawaban sang atasan.


"Ya sudah akan saya cek kembali, Jangan lupa setelah ini langsung tidur. Tidak bagus begadang selesaikan tugasnya di kantor saja," Ingat Rizki kepada sekretaris pribadinya yang sudah sangat lama bersanding dengannya.


"Baiklah pak, Selamat malam.Titip salam kepada ibuk ya~" Jawabnya.


Tanpa dia sadari sang istri sudah menatap prianya dengan tatapan malas.


"Siapa yang nelpon kamu malam malam mas?" Tanyanya malas. Mendengar perkataan itu Rizki terkejut bukan main melihat sikap gadisnya saat ini yang mengenakan masker.


"Hwaa!... Kamu bikin kaget tau yang," Ucapnya sembari mengelus perut buncit Ririn."Biasalah...Nadia melaporkan masalah kantor," Jawabnya santai.


"Nadia atau Nadia?" Tanya Ririn dengan nada yang tida enak didengar.


"Iya sayang, kamu kok gitu sih... Cemburu y—"

__ADS_1


"Jangan pernah mengkhianati cintaku mas," Ucap Ririn mencium bibir Rizki, Membuat lelaki itu sedikit heran dengan tingkah laku Ririn.


"Tenang saja Rin, Aku janji tidak akan mengkhianati cinta kita, Karena kamu adalah satu satunya wanita yang pantas aku cintai."


"Ihh...kok malah gombal sih, Aku serius tau," Jawabnya ketus.


"Lho kan aku memang cintanya cuma sama kamu, Memangnya aku salah?"


"Tidak kok, Kamu benar. Aku pegang kalimat itu selamanya."


Setelah keduanya menghabiskan satu jam dengan berbincang mengenai kelahiran sampai pada hal hal yang tidak jelas keduanya tertidur pulas di sofa yang bisa di pindah fungsi menjadi kasur.


Kevin yang terbangun tengah malam karena ingin membuang air kecil sadar bahwa kedua orang tuanya tidak ada di dekatnya.


Untungnya anak itu tidak takut sama sekali dan mencari kedua orang tuanya dia melihat ayah dan bundanya tertidur pulas di lantai bawah lantas tersenyum.


"Ayah dengan bunda pasti kecapean seharian ini nemenin aku, nyusul ahh!"


Begitu sampai di bawah dia lantas menggoyang badan Rizki karena ingin tidur di tengah."Yah...geser sedikit, Aku takut!" Ucapnya mencari alasan agar Rizki bisa sedikit menggeser posisi tidurnya, Namun tak ada sedikitpun reaksi.


Setelah sedikit lama berusaha akhirnya anak itu menemukan cara ampuh mengatasi Rizki.


"Ayah bangun udah jam 12, Ayah telat lho," Teriak Kevin tepat di telinga Rizki.


Seketika mendengar perkataan itu dengan cepat Rizki bangun lalu bersiap menuju toilet."Kok bisa kesiangan sih...malah ada rapat lagi," Keluhnya.


"Ayah ngapain?, Gak tidur...ini malem lho yah," Ucap Kevin yang sudah berada di pelukan sang ibunda.


"Lha...tadi katanya udah jam 12, Lupa ya?"


"Maksud Evin udah jam 12 malam ayah," Jawabnya sambil terkekeh melihat wajah Rizki.

__ADS_1


"Yah...kamu curang kev, Gak boleh gitu dong nak...kan ayah duluan yang dapet pelukan bunda..."


Tanpa menjawab pertanyaan tersebut Kevin langsung melanjutkan tidurnya,


Rizki yang masih berdiri kaku di sana melongo melihat Kevin.


Anaknya sudah sangat cerdas sekarang, lantas ia tersenyum dan langsung menuju ke sofa empuk itu melanjutkan tidurnya dengan keluarga kecilnya.


'Ayah sayang kalian semua" Ucap Rizki sembari memeluk kedua tubuh orang berharga dalam hidupnya.


'Kami juga sayang ayah!' Jawab kedua ibu dan anak itu.


Mendengar itu membuat Rizki tersenyum melihat keduanya, Ia bersyukur karena Ririn sudah sangat menyayangi Kevin yang merupakan anak tirinya seperti anaknya sendiri.


dalam harapan besarnya ia berdoa agar keluarga mereka tetap bahagia selamanya.


***Bersambung...


semoga episode kali ini membuat kalian senang ya...


jangan lupa untuk vote like and comment serta share share share cerita


ini agar semakin banyak pembacanya...


Dan bisa menempati posisi pertama dalam sistem rangking nantinya.


Batam, 01 April 2020


Mengetahui Author


M. Aulia Luthfi***

__ADS_1


__ADS_2