
Selama Rizki mengalami koma pererjaan kantor di urus oleh Ririn,Ivan dan Raihan kakak kandung Ririn juga harus membantu meringankan beban perusahaan Sunho group saat ini.
Setidaknya sampai saat ini ekonomi keuangan masih terjaga dan stabil,dan juga Sunho group entertainment adalah perusahaan di bawah kekuasaan Aditya Entertainment yang merupakan induk dari 9 perusahaan yang dikendalikan oleh keluarga Aditya.
Dari pihak orang tua Rizki,Dia memegang kendali Aditya Entertainment dengan total 1 Perusahaan induk dan 7 Anak cabang perusahaan diantaranya,Sunho group entertainment yang menempati posisi kedua setelah perusahaan induk.
Sedangkan 2 perusahaan lainnya di pegang oleh Paman Rizki,yang kini di pimpin oleh Zebino Aditya dan Yanaira Aditya.
Mereka berdua adalah anak cabang dalam bidang bisnis mall dan perusahaan store butik nomor satu di Indonesia.
Setiap hari Ririn selalu menjaga Rizki sampai akhirnya Rizki sadar dari komanya.
"Rin...Kevin...,"ucap Rizki yang melihat sekitarnya.
Matanya masih kabur saat ini,dia hanya mengucek matanya yang masih dia biasakan.
"Mas,kamu udah sadar.ap-apa ada yang sakit mas?,"tanya Ririn segera memberikan segelas air hangat kepada sang suaminya yang baru sadar itu.
"Aku cuma masih pusing, berapa lama aku tertidur disini Rin?."
"Kalau itu sih kamu udah 3 Minggu empat hari tak sadarkan diri mas,"terang
__ADS_1
Ririn sembari memeluk tubuh Rizki.
"Apa!,jadi bagaimana keadaaan Kevin, perusahaan kita bangkrut?,"
Ririn tersenyum manis melihat Tingkah laku sang suami saat tau di koma selama hampir satu bulan,dan yang di tanyakan pertama kalinya saat dia sadar adalah Kevin dan perusahaan.
Tapi Ririn tak mengambil hati mengenai hal itu,yang terpenting suaminya masih bisa selamat dan mereka akan tetap bersama.
"Tentu saja perusahaan masih normal,aku dan yang lainnya mengurus perusahaan saat kamu koma."
Ririn berani bersumpah saat ini kepalanya sedang sangat pusing menghadapi banyak cobaan mulai dari masalah perusahaan,setiap pertanyaan Kevin yang harus dia jawab dengan bohong,dan bulak balik menuju rumah sakit untuk menjaga Rizki dan juga mengurus kliniknya.
Semua dilakukannya secara telaten dan cepat karena prinsip hidupnya dalam dunia bisnis dan kesehatan hanya satu, melakukan hal dengan cepat dan teliti.
"Jujur kalau masalah ini,aku membohonginya dan bilang kalau kamu pergi keluar negeri untuk melakukan pekerjaan penting...aku minta maaf mas,"tangis wanita itu juga keluar saat mengatakan hal itu.
Rizki selalu memberi taunya untuk tidak berbohong sekecil apapun masalah yang ia hadapi,karena Rizki tak mau hanya Satu orang saja yang menderita tapi dia juga ingin merasakannya.
Tapi tentu saja Rizki juga mengerti alasan Ririn membohongi Kevin karena jika anak itu tau sang ayah di rawat akan sangat banyak pertanyaan dan kebocoran yang di sebabkan oleh Kevin.
Jangan lupa sikap kecerobohan Kevin dia dapatkan dari mendiang sang ibu kandungnya,Renata. karena itulah saat ini Rizki dan Ririn berusaha keras untuk mendidik putranya itu agar kelak tak melakukan kecerobohan seperti yang di lakukan ibunya,Renata.
__ADS_1
"Jadi kapan aku bisa pulang ke rumah Rin?,"tanya Rizki yang saat ini sedang memainkan ponselnya.
Pasti sangat banyak pesan dan telpon masuk setiap harinya karena ada hal hal penting yang harus dilakukan, apalagi dia telah menghilang selama hampir satu bulan lamanya.
"Kalau itu sih aku juga gak tau sayang,aku bukan dokter bedah jadi kamu tunggu jawabannya dari kak Arif saja ya,"jawabnya memiringkan kepalanya lalu memegang dada lelaki itu.
Tak lupa juga ia mengunci pintu kamar.
Beranjak ke kasur dan mencium bibir Rizki,tak mau kalah Rizki juga membalas ciuman itu,dia melakukannya
lebih telaten lagi,membuat tubuh wanitanya begitu menggugah selera.
"Tunggu dulu!"
Adegan mereka berdua terhenti.
"Kenapa mas,gak mau lanjut?,"tanya Ririn mengelus wajah sang suami.
***BERSAMBUNG**......
HAYO UDAH KE MANA MANA INI PIKIRAN NYA*
__ADS_1
😂😂😂😂😂🤣🤣🤣🤣