
Mely dan Abas sedang berada di Kota Yogyakarta, Abas ingin memberikan kenangan yang manis untuk pujaan hatinya. Ini adalah bulan madu pertama mereka. Ia akhirnya membawa Mely ke sebuah pantai ketika malam hari. Mereka mengukir kenangan yang manis disana.
Namun, bencana tiba tiba datang melanda. Badai bencana yang menghancurkan keduanya. Mely kini menangis sendirian, meratapi nasib suaminya yang mengalami kecelakaan dan kini telah hilang di dasar jurang. Saat ini Ia telah berhasil meminta pertolongan kepada orang orang sekitar dan sekarang semua Kru SAR sudah dikerahkan.
Mama yang mendapatkan kabar dari anak mantunya langsung menyusul Mely dan Abas. Sepanjang perjalanan Mama hanya diam. Kini firasat seorang ibu telah terbukti. Anak kesayangannya telah mengalami kejadian yang tragis. Setelah mendengar penuturan Mely lewat sambungan telephon. Mama mengerahkan semua usahanya. Beberapa kali terlihat ia berbicara dengan orang yang berbeda di sambungan telephon.
Mama merasa ini kecelakaan yang disengaja, Ia menghubungi orang orang untuk membantu menemukan Abas dan juga menemukan siapa yang mencelakai putranya. Dalam raut muka kesedihannya, terlihat api amarah yang memancar di mata Mama.
Di tempat lokasi kecelakaan Mely saat ini sudah ditemani Fadir, sekertaris Abas yang langsung datang Ketika mendapat kabar yang sangat menguncangkan ini. Mama dan Papa Mely sudah dalam perjalanan. Mereka akan menyusul Mely. Semua anggota keluarga datang ke lokasi kejadian. Beberapa saat kemudian mereka satu persatu datang menemui Mely.
Mama mertua yang pertama tiba, Mama langsung memeluk Mely. Mereka berdua menangis bersama, menangisi nasib Abas yang masih belum ditemukan. Selanjutnya Mama dan Papa Mely yang tiba dari Surabaya. Mendengar kabar lewat sambungan telephon. Sebagai orang tua mereka sangat sedih dengan musibah yang menimpa putri mereka.
Papa setelah menemui Mely, Ia langsung mencari informasi dari team SAR. Papa ingin tahu perkembangan pencarian saat ini. Mama Mely terlihat memeluk putrinya, Ia mengusap rambut mely dengan halus. Mama tidak bisa membanyangkan perasaan mely saat ini. Harusnya ini adalah bulan madu yang indah bagi keduanya. Tapi kenyataan berkata lain. Bulan madu yang indah berakhir menjadi bencana.
Mama Abas terlihat sibuk dengan ponselnya kembali. Berkali kali ia menghubungi seseorang. Mama mengerahkan semua usahanya untuk mencari putranya yang kini masih di dasar jurang.
__ADS_1
Karena tempat kejadian yang amat sepi, tidak ada kamera CCTV di sekitarnya. Namun tidak jauh dari sana ada sebuah SPBU. Mama meminta semua bawahanya untuk memeriksa semua. Ia terlihat terpukul dengan kejadian ini. Namun tidak akan dengan mudah melepas pelaku tabrak lari yang membuat Abas sampai celaka dan hilang entah kemana.
Beberapa polisi sudah berada disana sebelum mertua dan orang tua Mely tiba. Para polisi masih memeriksa semuanya. Bahkan sudah memeriksa Mely untuk dimintai keterangan. Mely yang nampak kusut dan tak bertenaga dipandu mamanya, Mely seakan tidak memiliki tenaga untuk berjalan. Saat mama mengajak Mely untuk mencari tempat istirahat karena Mely saat ini terlihat sangat kacau balau. Mama ingin mengajak Mely ketempat istirahat yang lebih nyaman.
Ketika Mama hendak menuntun Mely ke Mobil, tiba tiba Mely merosot kebawah. Tubuhnya terkulai lemah, ia pingsan. Untunglah Mama langsung mendekap tubuh sang putri kedalam pelukannya.
"Papa... Pa..," teriak Mama memanggil suaminya. Papa yang memang berdiri tidak jauh dari sana berjalan mendekati kearah mereka.
"Ya Allah, yang kuat sayang!" ucap Papa seraya membopong tubuh putrinya. Papa memasukkan tubuh Mely kedalam Mobil. Saat ini mama bersama Papa serta Bapak sopir menuju rumah sakit di sekitar sana. Karena lokasi mereka yang jauh dari pusat Kota, hanya ada rumah sakit kecil disana.
Mereka menunggu Mely yang langsung dibawa masuk ke UGD. Keduanya sedang menunggu pemeriksaan Mely dan menanti penuturan dokter. Sekian lama menunggu dokter pun datang.
Di Ruang UGD, Papa tidak bisa berkata kata, terlihat matanya memerah. Sebentar lagi mungkin air matanya akan tumpah. Ia kasihan, sangat kasihan dengan nasib putrinya. Sedangkan Mama, entah sudah berapa banyak air mata yang telah ia teteskan. Berkali Kali ia mengusap rambut Mely. Rasanya hancur sudah hatinya melihat putrinya merana seperti ini. Mely sendiri masih belum sadar, ia masih terbaring pingsan diatas ranjang diruang UGD.
Di tempat Lokasi Kejadian. Belum ada perkembangan atas pencarian Abas, para Tim SAR masih berusaha mencari dan menelusuri jurang yang terlihat sangat curam. Hari pun sudah akan gelap. Siang yang cerah akan berganti menjadi malam yang gelap gulita... "Abas... Putraku... Anakku Abas." Mama terlihat mengumamkan nama putranya.
__ADS_1
Mama tidak bisa membanyangkan bagaimana nasib anakknya di bawah jurang sana. Perasaannya berkecamuk. Apalagi tadi Ia melihat menantunya jatuh pingsan tubuhnya tidak kuat menahan beban yang berat ini. Mama ingin menangis sekerasnya tapi ia mencoba menahannya. Ia menangis dalam diam. Menangisi putra semata wayangnya hanya Fadir saat ini yang mendampingi Mama Abas.
Fadir meskipun hanya sebagai sekertaris Abas, ia juga merasa bersedih atas apa yang dialami atasannya. Abas sudah seperti sahabatnya sendiri. Karena Abas juga memperlakukannya dengan baik selama ini. Ia merasa iba dengan pemandangan keluarga Abas yang nampak sangat berduka. Hanya doa yang bisa ucapkan dalam hatinya. Semoga Abas segera ditemukan.
Salah seorang ketua tim SAR mendekati Mama Abas. " Ibu, pencarian terpaksa saya hentikan untuk hari ini. Mengingat kondisi dan medan yang berbahaya untuk kami telusuri karena Hari sudah petang" begitulah penuturan dari salah seorang Tim SAR.
Mama yang mendengar penuturan dari Tim SAR hanya mengiyakan saja, Ia tidak bisa berbuat apa apa. Kini mama mengambil ponsel yang ada dalam tasnya. Ia menekan nomor telpon seseorang. Terlihat Mama berbica serius dengan orang yang berada didalam sambungan telephon. "siapkan semua sekarang, malam ini juga. Kerahkan semua kemampuan kalian. kumpulkan anak buah kalian secepatnya. Saya tidak mau menyia nyiakan waktu!" Mama memutuskan sambungan telephonnya.
Mama bangkit dari duduknya, Ia harus kuat. Cukup sekali ia kehilangan orang yang ia cintai karena sebuah kecelakaan. Ia tidak ingin tetpuruk dan lemah. Ia harus bangkit, ia harus mengeluarkan semua usahanya.
Malam ini juga Abas harus ditemukan.
"Fadir tolong antarkan saya kesuatu tempat!" Mama meminta fadir mengantarkannya ke sebuah alamat. Alamat tersebut tidak jauh dari sana bila Fadir melihat Google maps diponselnya. Ia pun langsung mengantarkan Ibu dari bosnya ke tempat yang diinginkan.
Beberapa saat kemudian kini mereka ada di depan sebuah gedung tua. Mungkin ini bekas bangunan belanda yang sudah lama ditinggalkan. Mama sendirian memasuki gedung tersebut. sementara ia meminta fadir menunggunya saja didalam mobil.
__ADS_1
Perlahan Mama membuka pintu bangunan tersebut. Bangunan yang sangat tua, dengan engsel pintu yang sudah karatan. Jelas sekali bangunan ini sudah lama tidak dihuni. Mama berjalan perlahan menuju ruangan yang sangat luas. Disana sudah ada beberapa orang yang menunggu kehadiran Mama. Siapa dia?
Bersambung