PERNIKAHAN HANGAT

PERNIKAHAN HANGAT
Darah Muda


__ADS_3

Suasana kamar Mika mendadak hening dan sunyi, hanya hembusan napas dari keduanya yang menjadi satu-satunya sumber suara. Mika saat ini nampak menahan napasnya. bagaimana tidak, wajah Nathan begitu dekat padanya saat ini, ia dapat melihat wajah Nathan yang semakin mendekat lewat ekor matanya. Degup jantung Mika berdetak semakin lama semakin kencang. Seperti genderang yang mau perang, Mika tidak mampu menyembunyikan rasa asing yang menyeruak menguasai tubuhnya saat ini juga.


Nathan sendiri dengan sengaja memperlambat aksinya, ia ingin membuat Mika menantikan aksinya. Nathan dengan perasaan dendam yang mendalam, menatap tajam pada gadis yang berada di hadapannya. Sungguh ia tidak ingin dan tidak sudi mencumbui anak dari laki laki yang menghancurkan hidup Ibunya. Dengan penuh kebencian dan sorot mata yang membunuh, seperti mata elang yang siap mencengkram mangsa, Nathan langsung menyerang bibir Mika.


Gadis muda yang diperbudak cinta itu masih saja memejamkan kedua matanya. Ia tidak tahu, Nathan telah menyeringai pada dirinya. Nathan menatap Mika yang diam tanpa perlawanan, laki laki yang memiliki dendam di hatinya itu langsung melancarkan aksinya kembali. Ia merebahkan tubuh Mika di atas ranjang, dengan perlahan Nathan memberi tanda pada beberapa bagian tubuh Mika.


Mika yang baru menginjak dewasa, seakan darah mudanya terpacu menikmati gelora asmara yang kini menyerang dirinya. Mika hanya mengeliat, menikmati tiap sentuhan yang diberikan Nathan. Semakin lama, pria itu semakin berani menelusuri bagian tubuh Mika. Kini Nathan Akan membuka kancing baju yang dikenakan Mika, gadis muda itu langsung mencengkram tangan Nathan yang berada tepat di atas dadanya. Mika merasa permainan ini sudah cukup. Hubungannya dengan Nathan yang tidak jelas membuatnya menghentikan aksi pria yang telah asik mencumbui dirinya.


Mika tidak boleh kebablasan dalam berhubungan dengan lawan jenisnya, atau ia akan menyesal di kemudian hari. Mika tidak ingin membuat Mama serta Papanya kecewa pada dirinya. Dengan tegas, Mika menyingkirkan tangan laki laki yang sedang bersama dirinya.


Melihat penolakan dari Mika, Nathan mencoba menahan amarahnya. Tangannya mengepal, seakan dia benar-benar telah terhina dengan aksi penolakan Mika. Karena aksinya yang telah gagal, Nathan pun bangkit dari ranjang dimana Mika masih terbaring disana. Wajahnya mengambarkan rasa kecewa akibat penolakan dari Mika, membuat Mika tidak enak hati jadinya. Namun apa boleh buat, sudah menjadi prinsip Mika. Bahwa ia akan mempersembahkan kesuciannya hanya pada suaminya kelak.


"Maaf Than," ucap Mika dengan lirih.


"It's okay," Nathan mencoba bertingkah senormal mungkin, meski ia kini tengah sakit hati akibat penolakan dari gadis yang terbaring di depannya saat ini.


Mika kini ikut bangkit dari tempat tidurnya, ia merapikan pakaiannya. Tangannya menyambar karet gelang untuk menguncir rambutnya yang nampak sangat berantakan.


Nathan hanya melirik Mika sebentar, pandangan matanya kembali teralihkan ke semua sudut ruangan. Ia seakan mencari senjata dan petunjuk untuk melancaran aksi balas dendamnya.

__ADS_1


Paras wajahnya mengeras seketika, saat menatap bingaki pigura di atas meja rias Mika. Disana terpampang wajah Papa Mika, seorang pria yang sudah menghancurkan hidup Ibunya. Mata Nathan terlihat memerah ketika menatap potret Abas.


Nathan mengertakkan gigi-giginya, rasa marah tiba-tiba merasuki tubuhnya. Ia langsung membalikkan badannya, Nathan memandang dengan sinis Mika yang masih merapikan pakaiannya.


Tanpa aba-aba sebelumnya, Nathan langsung menyerang Mika. Hati Nathan yang terbakar oleh apa amarah, membuat dirinya melampiaskan semua pada gadis yang tidak tahu apa-apa itu.


Mika yang mendapat serangan mendadak, mencengkram ujung pakaian yang ia kenakan. Ia tidak tahu apa yang terjadi, mengapa Nathan begitu buas malam ini. Ia sungguh berbeda dengan sosok pria yang ia kenal selama ini.


Sepanjang Mika mengenal pribadi Nathan, ia adalah pria yang hangat dan perhatian. Meski Nathan tergolong pria yang tidak banyak bicara. Namun melalui tindakan kecil yang Nathan lakukan pada dirinya, dapat mengambarkan bagaimana kebaikan pria tersebut.


Namun kini, Mika seperti melihat sosok orang lain. Kali ini ia tidak mendapati Nathan yang ia kenal selama ini. Mika dapat merasakan ketidak tulusan Nathan malam ini. Tatapan mata Nathan membuat Mika menjadi kecewa. Dengan sekuat tenaga, Mika mendorong tubuh Nathan yang semula sudah sukses menindih tubuhnya.


Semakin mendapat penolakan, Nathan malah menjadi sangat tertantang. Ia berhasil mengunci tubuh Mika sekali lagi. Berkali kali ia menyerang Mika dengan bibirnya.


"Agh.." Nathan melepaskan bibirnya yang sejak tadi menyerang Mika. Rasa perih kini dirasakan oleh Nathan. Namun perih yang ia rasa saat ini bukanlah apa-apa, dari pada rasa perih melihat Ibunya menderita. Dalam hatinya ia berjanji, dengan segera membayar dendam sang ibunda.


Nathan mengusap ujung bibirnya, darah segar kini beralih di tangannya. Ia semakin menyeringai pada Mika.


Sedangkan Mika, dengan tatapan tajam ia menatap Nathan yang nampak tersenyum sinis padanya. Dilihatnya Nathan bersikap biasa saja, seperti tidak ada yang terjadi di antara mereka berdua. Membuat hati Mika semakin geram pada pria yang berdiri tepat di depannya saat ini.

__ADS_1


Nathan kembali mendekat ke arah Mika, gadis itu kini merasa terpojok karena Nathan telah berhasil mengunci ruang geraknya kembali. Tanpa sengaja, tangan Mika menyentuh botol parfum. Di tambah perasaan was-was yang saat ini menderanya membuat tangan Mika bergetar. Akhirnya botol itu pun terjatuh.


Prang...


Suara botol terjatuh menjadi sangat nyaring terdengar di tengah kesunyian malam. Tidak butuh waktu lama. Miko yang memang masih terjaga di kamar sebelah langsung berlari ke arah kamar kakaknya.


"Kak, Kak Mika. Suara apa itu?" tanya Miko sembari mengedor kamar kakaknya yang masih terkunci.


Mata Mika dan Nathan saling bertemu. Keduanya sama-sama tidak ingin ketahuan. Mika takut Papanya akan marah karena memasukkan laki-laki asing ke dalam kamarnya.


sedangkan Nathan, ia tidak mau rencananya gagal gara-gara ketahuan menyelinap masuk ke kamar Mika.


Mika dan Nathan berpikir sejenak. Sampai Mika mulai bersuara.


"Gak apa-apa Ko, cuma gelas jatuh," Mika memberi alasan, agar adiknya tidak merasa curiga pada dirinya.


"Oh, kirain apa." Miko langsung kembali ke kamarnya sendiri. Tanpa merasa curiga sedikit pun, Miko melanjutkan aktifitas malamnya. Bermain game sampai tengah malam.


Sementara di kamar Mika, nampak gadis itu masih di landa ketegangan. Ia masih shock dengan aksi brutal laki-laki yang selama ini mencuri hatinya.

__ADS_1


Mika kini menatap paras Nathan, di lihatnya darah yang sedikit mengering di ujung bibir Nathan. Itu semua adalah hasil karyanya. Dalam benak Mika, apa yang akan Nathan lakukan selanjutnya?


Bersambung


__ADS_2