PERNIKAHAN HANGAT

PERNIKAHAN HANGAT
ENAM BELAS


__ADS_3

*Maaf karena gak ada judulnya, saya bingung mau kasih judul apa...


tapi, jika pembaca ada saran judul silahkan beri tahu saya di kolom komentar ya...


selamat menikmati membacanya*.....


Saat aku sadar dari pingsan itu, aku melihat ada wanita yang sedang tertidur di sebelahku. aku terkejut melihat wanita itu, dari gaya rambut dan pakaian yang ia kenakan kalau tidak salah itu pasti Ririn.


"Rin,kamu gak pulang?".ucapku sambil membelai lembut rambut pirang wanita itu.


"Mas udah sadar?"


"iya, saya sudah sadar kok,kalau kamu sudah lelah silahkan pulang nanti orang rumah khawatir lho".ucapku tersenyum melihatnya.


"Aku akan menemanimu malam ini sampai kamu sembuh mas,aku tak mau orang yang aku cintai dalam keadaan seperti ini".jelasnya melihatku dengan wajah cemas.


"Aku mencintaimu Rin".ujarku padanya.


"Aku juga mencintaimu mas, kita akan bersama selamanya".jawabnya sambil memeluk tubuhku.


"Mbak apa kakak sudah...sadar".tanya Ivan yang tercengang melihat kami berpelukan.

__ADS_1


"Iya kakak sudah sadar kok Van, terima kasih ya sudah mau membantu kakak dan kakak minta maaf merepotkan kamu".ujarku sembari melepaskan pelukanku dari tubuh Ririn.


"Jadi kalian berdua saling mencintai?".


"ya, kami berdua saling mencintai sejak pertama kali bertemu di rumah".jawabku sambil menutup mulut Ivan yang masih terbuka.


Walau bagaimanapun juga kami berdua harus menjaga rasa cinta di hati kami.


Bukan berarti Ririn adalah orang ketiga dalam hubungan antara diriku dan Renata.


Hari pernikahan kami berdua tiba....


"Kepada mempelai pria,Rizki Aditya. silahkan memasuki ruangan".ucap Ivan yang menjadi pemanduku dalam acara pernikahan ini.


Betapa bahagianya mereka melihatku menikah dengan Renata, tanpa mereka ketahui sedikitpun bahwa hatiku saat ini sedang hancur berkeping keping.


"Mempelai wanita,Renata Wira sandiputra.memasuki ruangan". ucap Andi, adik tiri Renata.


Suara tepuk tangan itu mulai terdengar kuat saat Renata memasuki ruangan itu.


"Liat tuh cewek udah cantik seksi lagi,

__ADS_1


pasti puas tuh mempelai prianya".ucap para tamu yang mulai membicarakan tentang kami berdua.


Aku khawatir Ririn pasti tidak hadir pada acara pernikahanku dengan Renata, hati wanita mana yang akan baik baik saja saat melihat orang yang ia cintai malah menikah dengan gadis lain.


"Mas tunggu, maaf membuat kamu menunggu".ucap Ririn yang datang memakai baju pengantin yang bisa di bilang tidak sebagus milik Renata.


"Syukurlah kamu datang Rin,aku senang sekali".ujarku sambil membelai wajahnya.


"Kak siapa perempuan ini".tanya Renata yang sudah menunjukan ekspresi kesal.


"Dia adalah Ririn Dwi Ariyanti, orang yang akan menjadi waliku dalam pernikahan kita ini".ucapku.


Tentu saja aku tidak bisa memberi tahu kalau Ririn adalah kekasihku pada Renata, bagaimanapun juga dia adalah istriku selama tiga tahun kedepan.


Yang terpenting adalah setelah bayi itu lahir aku bisa saja langsung menceraikannya.lagi pula dia adalah wanita yang sudah rusak di mataku.


Hanya karena ingin menuruti keinginannya sendiri dia rela mengorbankan harga diri orang lain demi tercapainya keinginan itu.


Acara pernikahan kami berlangsung begitu bagus, aku hanya tersenyum manis di tengah para tamu undangan tanpa banyak bicara.


Aku juga masih belum bisa menerima kenyataan ini dengan baik.namun,aku juga yang sudah menawarkan ini padanya.

__ADS_1


Setidaknya sampai bayi yang dia kandungnya itu lahir,aku bisa bertahan.


BERSAMBUNG.....


__ADS_2