PERNIKAHAN HANGAT

PERNIKAHAN HANGAT
Bukan Kencan


__ADS_3

Wah suasana romantis itu benar-benar dinikmati semua pengunjung, demi apa seorang CEO Alvarendra Raymond Wilson melakukannya?


Sebuah lagu romantis yang meledakkan suasana Indah ini, "Kau menyukainya?" tanya Rendra sambil mengelus rambut istrinya itu.


"Iya, sangat."


Tak sedikit para pengunjung taman yang mengabadikan momen romantis ini hingga menjadi tranding topik YouTube.


Para penjaja internet yang saat itu sedang berselancar di YouTube pun sampai terharu menyaksikan kisah romansa di pagi ini, aaaaa para gadis bahkan sampai memimpikan bisa memiliki seorang suami ataupun pacar yang bekerja sebagai CEO.


Alasannya sih agar bisa di manja, katanya begitu, haha. Kaum milenial digital terutama para kaum hawa sedang sibuk menghalu dengan biasnya masing-masing. Mencoba untuk memposisikan dirinya sendiri yang sedang di peluk oleh bias, um 🥰 so sweet 😍


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Keduanya sedang berjalan-jalan santai melebur menjadi rakyat jelata, di dalam hidupnya bahkan Rendra saja tak pernah membayangkan jika seorang Embun akan datang ke dalam hidupnya dan merubah semuanya.


Mereka melangkah berdampingan, dengan Embun yang merangkul tangan suaminya sementara kepalanya ia sandarkan di bahu.


Suasana taman hijau yang juga masih begitu asri, udara yang sejuk dari pagi sampai sore hari.



"Sayang besok kau libur, tidak?"


"Aku masih ada banyak pekerjaan di kantor, memangnya kau mau kemana?"

__ADS_1


"Ayo kita kencan, besok pagi dan sepanjang hari," ekspresi Embun sungguh membuat Rendra gemas.


"Memangnya yang sedang kita lakukan ini bukan kencan?"


Embun menggeleng, "Kita, kan, sedang jalan-jalan sayang."


"Haha, memangnya ada ya yang seperti itu?"


"Jadi?" sejenak Rendra diam dan sedang memikirkan sesuatu, "Tidak terlalu pagi juga tidak apa-apa sayang... kau masih bisa melakukan pekerjaanmu seperti biasanya."


"Maksudmu?"


Embun menghela napasnya, "Maksudnya kita akan mulai kencan di jam sepuluh pagi, jadi kau masih punya waktu dua jam untuk bekerja sebelum pergi kencan denganku."


"Baiklah tak masalah."


Lama mereka mengelilingi setengah taman hijau itu, membuat kedua kaki Embun begit lelah.


Dia berjongkok dan mengeluh manja, "Aaaaa, lelahnya... sayang gendong aku."


"Astaga, apa yang kau lakukan... ayo cepat berdiri."



"Tapi gendong, kalau kau tidak mau menggendong ku maka aku tidak akan berdiri."

__ADS_1


"Hei manja sekali kau ya? Cepat bangun, kataku," imbuh Rendra seraya menarik kedua tangan istrinya.


Embun menggeleng manja, "Em..."


"Astaga, baiklah-baiklah... ayo,"


Nah barulah Embun mau berdiri dan saat Rendra hendak menggendong ala bridal style, Embun langsung menolak.


"Kenapa lagi? Bukannya tadi kau sendiri yang minta di gendong?"


"Bukan gendong yang seperti itu."


Apa? Wanita hamil memang sedikit menyebalkan, jadi, tolonglah untuk bersabar sedikit ya hai kau raja yang tak bermahkota, hehe🤭


"Lalu kau mau aku menggendong mu yang seperti apa?" lanjut Rendra yang berkacak pinggang, dia mulai kesal.


"Gendong belakang, hehe..."


"Apa? Jangan yang aneh-aneh... kau tidak lupa, kan, setampan apa pria yang menikahi mu ini? Aku tidak mau terlihat seperti itu."


Embun pun langsung cemberut, dia sedih karena permintaan kecilnya tak bisa ia penuhi.


Kedua sudut matanya mulai basah, membuat Rendra menghela napas.


Astaga ya Tuhan, mengapa wanita hamil begit merepotkan, sih?

__ADS_1


Meskipun sebal tetapi Rendra tetap mau melakukannya, "Baiklah, ayo," setelah mengusap genangan bening di sudut mata Embun, akhirnya dia pun menggendong istrinya dengan gaya gendong belakang, 😝


..


__ADS_2