PERNIKAHAN HANGAT

PERNIKAHAN HANGAT
Teman Tapi Mesra


__ADS_3

Suasana kafe semakin siang semakin ramai, Mika masih di tempat yang sama. Ia masih duduk ditempatnya semula, namun kali ini ada Nathan yang menemani dirinya. Semilir angin menambah kesan syahdu jika saja tidak ada dusta diantara mereka.


"Maaf ya, pasti sudah menunggu lama," Nathan mencoba basa- basi pada gadis yang tengah memandang dirinya sedari tadi.


"Hehehe... Gak apa-apa," jawab Mika dengan senyuman yang mengembang di bibirnya. Wanita cantik dengan senyum yang amat manis, membuat laki-laki akan jatuh hati pada Mika dengan sekali pandang.


Mendengar ucapan dari Mika, Nathan meluncurkan tipu muslihatnya sekali lagi. Dengan lembut ia membelai jari jemari yang lentik milik Mika. Sesekali Nathan juga meresapi keindahan yang disuguhkan di hadapan dia saat ini. Entah sejak kapan, Mika nampak menawan bagi Nathan.


Laki-laki itu kembali mendapatkan kesadarannya, berkali-kali ia mengerjapkan kedua matanya.


"Sadar Nathan, jangan sampai jatuh pada lubang yang kamu gali sendiri!" ucapnya dengan lirih.


"Ada apa Than?" tanya Mika yang mendengar laki- laki di depannya sedang bergumam.


"Gak apa-apa, tuh.. ada lebah," jawab Nathan dengan menunjuk tangannya ke arah Mika. Memang di sana ada lebah, sebuah lebah yang menari- nari indah mengitari sebuah pot bunga yang cantik di sebelah Mika.


Mika yang tidak begitu takut dengan segala macam serangga, hanya menoleh dan melanjutkan aktifitasnya kembali. Ia megaduk- ngaduk coffee late yang ada di depannya.


"Kamu balik kapan?" tanya Nathan, ia memulai obrolan dengan Mika dan sekali lagi meremas jari tangan gadis itu. Dilihatnya cincin pemberian darinya melingkar di jari manis Mika.


"Masih lama, baru saja pulang. Masak ditanya kapan balik? Kamu tidak suka ya aku pulang?"


"Suka dong, jauh saja aku samperin kok. Apa lagi kalau dekat begini!" gombal Nathan.


"Hehehe.... Iya percaya. Makasih ya untuk surprise -nya waktu itu!" senyum Mika nampak tulus, jiwanya yang masih polos membuat dunia nampak indah di kedua mata gadis tersebut.


Flashback


New York, Mika sedang berbaring di atas ranjang kamarnya. Di suatu ruangan yang gelap gulita tanpa penerangan apapun, hari ini adalah hari ia genap berusia 20 tahun. Karena tidak sedang ada di rumah, ia memilih menghabiskan hari lahirnya dengan tidur tanpa perayaan apapun.


Namun, tepat pukul 00:00 waktu setempat, bel rumah yang ditingali Mika seorang diri berbunyi. Bel rumahnya berbunyi berkali-kali. Dengan langkah kaki yang berat, Mika turun ke lantai bawah.


Pandangan kedua bola matanya masih nampak samar, dengan langkah yang gontay Mika mengintip lewat lubang pintu rumahnya. Mika menangkap sosok pria yang mengenakan setelan jaket kulit warna coklat dengan buket mawar ada di tangannya.


Karena penasaran, gadis itu lalu membuka pintu yang menghalangi tubuhnya dengan pria di seberang sana.


"Nathan!!" pekik Mika, ia begitu terkejut sekaligus tersentuh. Melihat pria yang selama ini ia kagumi jauh-jauh datang dari Indonesia ke Amerika hanya untuk mengantarkan bunga untuk dirinya.


"Happy birthday Mika," ucap Nathan sembari mengecup halus kening Mika.


"Ya ampun, makasih banget," Mika langsung menghambur memeluk tubuh laki-laki yang terasa hangat itu. Ia merasa tersentuh dengan surprise yang diberikan Nathan pada dirinya.

__ADS_1


Keduanya langsung masuk ke dalam rumah Mika. Sebuah rumah yang dibelikan Abas ketika Mika memutuskan untuk kuliah disana. Mereka kini asik mengobrol sampai pagi. Tidak ada aktifitas tambahan sama sekali, keduanya hanya sekedar mengobrol santai. Karena Nathan baru dalam tahap pendekatan dengan Mika. Mereka seperti teman, namun sudah sangat mersa. TTM untuk julukan hubungan keduanya kala itu.


Flashback End


Setelah mengingat kejadian yang telah berlalu, Mika kini menatap jauh ke dalam mata Nathan. Ia seakan mencari bayangan dirinya pada pria yang sedang duduk dan mengengam tangannya dengan erat itu.


"Aku memang tampan, tapi ngelihat nya jangan begitu Mika." Protes Nathan karena Mika sedari tadi hanya memandang dirinya.


"Gak luntur kok cakepnya, lagian pelit banget!Toh gantengnya gak berkurang jika aku yang lihat," ledek Mika.


"Jangan mancing!"


Mika langsung terkekeh, ia langsung mengalihkan kedua bola matanya ke arah yang berbeda. Ia takut memancing hiu buas yang siap menerkam dirinya hidup hidup.


Nathan terbawa suasana santai, bercanda ria seakan lupa misi yang sedang diembannya. Keduanya menikmati moment sederhana yang tercipta di teras kafe borjuis di sudut kota.


Drettt... drettt


Handphone Mika bergetar, ada telpon masuk di handphonenya.


"Iya Ma,"


"Ini, masih sama temen- temen. Masih di tempat reuni Ma," Mika berbohong kepada sang Mama, karena semula ia memang bilang akan reuni bersama teman temannya.


Nathan melirik lewat ekor matanya, laki-laki itu seakan tidak suka dengan percakapan Mika dan Mamanya. Ia menjadi teringat dengan nasib Ibunya sendiri. Nathan melepaskan tautan jari tangannya yang semula mengengam jari Mika.


Ia membuang muka, seakan tidak suka mendengar percakapan gadis muda yang duduk di depannya.


Sedangkan Mika yang tidak tahu menahu perihal perasaan Nathan, ia masih melanjutkan obrolan dengan sang Mama.


"Tadi tante Bela telepon ke rumah, ia mau ngajak kamu untuk menjemput Dirly besok. Terus Mama bilang oke," ucap Mama.


"Iya Ma, lama juga aku gak bertemu sama Dirly,"


"Ya sudah, nanti jangan sore- sore ya pulangnya. Mama mau ajak kamu jalan."


"Iya Ma." Sambungan telpon pun terputus.


"Siapa Dirly?" tanya Nathan yang sedari tadi nampak acuh, namun ternyata ia sudah mencuri dengar. Ia telah menguping obrolan antara Mika dan Mamanya.


"Anaknya tante Bela sahabat Mama," jawab Mika dengan senyum polos seperti tidak ada apa-apa.

__ADS_1


"Terus ngapain kamu ikut jemput itu cowok?" tanya Nathan dengan penuh selidik.


"Ya ampun, kamu nguping ya?" ucap Mika sambil tertawa.


Nathan membuang muka, ketika Mika menyudutkan dirinya.


"Pacar kamu ya?" kali ini Nathan bertanya dengan malas-malasan, namun hatinya penasaran. Siapa sosok Dirly yang dibicarakan Mika dan Mamanya.


"Pacar?" tanya Mika tak percaya dengan apa yang ia dengar.


"Iya pacar!" nada suara Nathan sudah meninggi tiga oktaf.


Mika memincingkan matanya, dia jadi merasa heran. Sebenarnya mereka sedang pacaran apa engak?


"Than, trus apa arti cincin ini?" ucap Mika sembari menunjukkan jarinya yang sudah melingkar sebuah cincin pemberian dari Nathan kemarin.


Nathan tak menjawab, ia masih cemburu dengan pria yang bernama Dirly. Nathan yang dikuasi api cemburu memilih memalingkan wajahnya dari Mika.


"Than!" pekik Mika yang menatap Nathan. Pria itu malah acuh pada dirinya.


Nathan masih saja diam, tidak menangapi teriakan Mika.


Karena sebal, Mika pun memilih bangkit. Ia memilih meningalakan Nathan yang nampak marah tidak jelas. Mika dengan kasar menyambar tas yang ada diatas meja. Dengan muka bete-nya ia berlalu meningalakan Nathan yang masih duduk terdiam.


Baru beberapa langkah, Nathan meraih ujung tangannya.


"Mau kemana?" tanya Nathan. Kali ini wajah Nathan sepertinya mulai melunak.


"Mau jemput pacar!" jawab Mika dengan ketus.


"Gak perlu dijemput. Mau jemput pacar yang Mana lagi?" ucap Nathan dengan senyum yang dipaksakan.


Nathan langsung mendekap Mika dalam pelukan. Ia menengelamkan tubuh Mika dalam dekapannya. Andai tidak ada kata palsu dalam hubungan keduanya. Mungkin semua akan jadi lebih sempurna.


Bersambung


***


Haloo... Para Author dan Pembaca semuanya, Mohon dukungan kalian semua ya... Jangan lupa like, Komen dan bintang lima ya... Dukungan kalian sangat berarti bagi author. Terimakasih


Salam hangat dariku ❤

__ADS_1


__ADS_2