
Alika
selain cantik,ia adalah wanita pekerja keras dan mandiri. bagaimana tidak?
orang tuanya sedari ia masih kecil sudah meninggal dunia karna kecelakaan, sejak saat itu ia di asuh oleh paman dan bibinya.
pak Adi, paman Alika. yang
tak lain adalah driver keluarga dari Anton wijaya dan berarti Ayah Marfin wijaya.namun karna pak Anton sedang mengurus bisnisnya di luar negeri, maka pak Adi bekerja untuk anaknya yaitu Marfin wijaya.
keluarga pak Anton sudah banyak membantu keluarga Alika. bahkan hutang hutang keluarga Alika itu sudah berkisar puluhan juta rupiah yang dahulu dipakai operasi jantung bibinya.
Marfin wijaya, adalah putra pertama dari Anton wijaya dan RisMa wijaya, adiknya bernama Anandita wijaya. sebut saja ia Ana, seorang mahasiswi fakultas kedokteran di jerman sehingga ia lama tak pulang kerumah kediaman wijaya karna menyelesaikan studynya .
berbeda dengan ke dua orang tuanya yang baik hati, adiknya yang ramah tamah juga tidak sombong,
Marfin wijaya, terkenal sombong, ia selalu merasa bahwa ia adalah laki laki yang sempurna sehingga ia merasa tak ada satu wanitapun yang pantas mengabaikannya.
Hingga suatu hari Marfin berniat pergi ke dapur ketika ia pulang kerja dan berniat mengambil minuman dingin di kulkas kemudian nampak seorang gadis sedang mencuci piring. ia begitu kaget melihat wajah yang dahulu pernah menamparnya dengan keras tengah berada dalam rumahnya.
" Heh siapa kau ! tegur marfin dengan nada keras."
prakkkk...(suara piring terjatuh dari genggaman Alika)ia begitu sangat di kagetkan oleh suara bak petir terdengar ditelinganya.
kemudian Alika menatap wajah pria itu perlahan ,
__ADS_1
"hem ,bukankah ini si laki laki brengsek itu ! mengapa dia ada disini," gumam Alika didalam hati.
kemudian laki laki itu mendekatinya.
" kau...... (mengarahkan telunjuk ke kening Alika) mengapa kau ada disini, tanya Marfin dengan sangat keras.
," aku... harusnya aku yang bertanya kenapa kau ada disini, Alika menimpali dengan nada keras pula kemudian menyingkirkan jari telunjuk yang berada tepat di keningnya.
Ha ..haha...marfin tertawa terbahak bahak.
," ini rumahku, apakah kau pembantu baru di rumahku? tanya marfin dengan nada mengejek.
"*oh yaampunn..... ini rumahnya, bagaimana mungkin .jadi aku akan sering bertemu dengannya setiap kali mengantarkan makanan untuk paman.oh tidakk.... ini terakhir kalinya."
," aku adalah keponakan pak Adi, jawab Alika tersenyum.
marfin kemudian tertawa lagi.
," aku senang bertemu lagi denganmu, nona Alika*....benar bukan namamu adalah alika? tanya Marfin seraya menggoda.
" permisi...
Alika kemudian melewati pria tampan itu.
" Alika......jadi dia adalah keponakannya pak adi? baiklah. kita lihat bagaimana engkau bisa menolakku lagi.
__ADS_1
gumam Marfin sambil tersenyum lebar.
marfin memanggil pak Adi ke ruangan khusus pribadinya,
"ada apa tuan muda memanggil saya? tanya pak Adi
keponakanmu,? aku ingin besok kau membawanya lagi kemari, aku ingin bicara kepadanya. pinta Marfin kepada pak Adi.
,"*Maksudnya Alika? *pak Adi memastikan.
," yahh benar.. Alika, aku harus bertemu dengannya, bagaimana? tanya marfin kembali.
," Mohon maaf tuan muda, *bolehkah saya tau ada urusan apa dengan Alika? *apakah dia tadi kemari mengganggu tuan muda, *kesalahan apakah yang ia buat kepada tuan muda? tanya pak Adi ketakutan.
," *tentulah banyak kesalahnnya. gumam marfin didalam hati.
"'sebenarnya aku dan Alika adalah teman sekolah dulu, aku *tadi begitu terkejut melihat Alika berada disini, bagaimana jika kami meningat moment di bangku sekolah dulu. Marfin menjelaskan agar mendapat izin.
"baiklah tuan, besok saya akan membawa lagi Alika kemari, jawab pak Adi.
,"terimakasih pak, ucap Marfin bahagia.
silahkan jika ingin pulang, ucapnya lagi.
baiklah tuan, saya pamit pulang terlebih dulu, pinta pak Adi*******
__ADS_1